Pengertian, Hukum, dan Dalil Berkurban.

Berkurban' adalah sunnah mu'akkad (yang sangat dianjurkan).
“Qurban” (kurban) artinya hewan yang disembelih di hari ldul Adha dan tiga hari tasyrik (11-13 Zulhijjah), seperti unta, sapi, kambing, dan domba dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Kata “adha”  diambil dari kata “aI-dhahwah yang berarti: memanjangnya waktu siang. Dinamakan “adha” karena ia bertepatan dengan pemulaan penyembelihan kurban. yaitu waktu dhuha.

Dalil yang menjelaskan tentang kurban sebagai sunnah yang sangat dianjurkan (mu'akkad) adalah beberapa ayat, di antaranya firman Allah Swt. :
Qurban

Maka dirikanlah shalat karena Tuhan
mu. dan berkurbanlah (sebagai ibadah
dan mendekatkan diri pada Allah). (QS Al-Kautsar [108]: 2)

Menurut pendapat ahli tafsir yang paling kuat (sahih), “Maksud shalat pada ayat ini adalah shalat ldul Adha. sedangkan maksud aI-nahr(berkurban) adalah menyembelih hewan kurban.”

Selain ayat AI-Quran, banyak juga dalil hadis Nabi Saw. tentang sunnah berkurban. Di antaranya hadis dari Anas r.a. yang menuturkan:

Qurban



“Nabi Saw. pernah berkurban dengan dua domba berwarma putih (dominan putihnya) dan bertanduk. Beliau menyembelihnya sendiri, lalu menyebut nama Allah dan bertakbir. Beliau meletakkan satu kakinya di samping urat leher (hewan yang disembelih.”
(Al-Bukhari, Al-Adhai', Bab "Al-Takbir 'inda al-Dzabh", hadis no. 5245; Muslim, Al-Adhahi,  Bab “Istihbab al-Dhahiyah wa Dzibhiha Mubasyarah bi-la Tawkil ...”, hadis no. 1966).

Ahlussunnah Wal Jama’ah

Ahlussunnah wal Jama’ah terdiri dari kata ahlun artinya golongan, sunnah artinya hadits, dan jama‘ah artinya mayoritas. Maksudnya, golongan orang-orang yang ibadah dan tingkah lakunya selalu berdasarkan pada Al-Qur’an dan hadits, scmentara pengambilan hukum Islamnya mengikuti mayoritas ahli fiqh (sebagian besar ulama ahli hukum Islam).

Dalam menjalankan ritual agamanya, kaum Sunni (sebutan kaum yang mengikuti faham Ahlussunnah wal Jama’ah) menganut satu dari madzhab empat: Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hanbali, serta mengikuti Abu Hasan al-Asy’ari dan Imam al-Maturidi dalam bidang akidah; keduanya dipandang sebagai ulama besar yang telah berjasa mengibarkan bendera “Ahlussunnah wal Jama’ah” dan menyatakan diri keluar dari faham Mu’tazilah.

Ulama empat tersebut di atas telah diakui para ulama seluruh dunia sebagai sangat mumpuni dan termasuk tingkatan Mujtahid (karena kedalaman ilmu agamanya, mereka berhak mengambil ketentuan ijtihad atas Ahlussunnah Wal Jama’ah  Islam dari sumbernya, yakni Al Qur’an dan hadits). Hal ini tentu saja tidak menafikkan sebagian kecil yang mengangkat Imam Mujtahid dengan dukungan beberapa ulama saja.

Dalil berdasarkan Hadist :
1. Hadist Pertama


Aswaja
2. Hadist Kedua. 

3. Hadist Ketiga. 


Membaca Al-Quran di Kuburan

Di antara tradisi Islam yang berlangsung sejak generasi sahabat Nabi hingga dewasa ini adalah membaca Al-Qur’an di kuburan kaum muslimin. Hal ini dilakukan dengan tujuan menghadiahkan pahala Al Qur'an yang dibaca kepada orang yang telah meninggal. Dalam hal ini Ibnu Qayim memberi uraian yang sangat gamblang: 

Telah disebutkan dari kelompok ulama salaf bahwa mereka berwasiat agar dibacakan Al-Qur'an di kuburan mereka setelah dimakamkan. Abdul Haq berkata: “Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar memerintahkan untuk dibacakan surat al-Baqarah di kuburannya.” Al-Imam Ahmad pada mulanya mengingkari hal itu karena belum mendengar informasi dari ulama’ salaf, namun kemudian ia menyetujuinya. Al-Khallal berkata dalam kitab al-Jami': “Dari Abdurrahman bin ‘Ala’ bin al-Lajlaj dari ayahnya, ia berkata: “Ayahku berkata: Apabila aku meninggal, letakkanlah aku dalam liang, dan ucapkanlah Bismillah wa ‘ala sunnati millati rasulillah. Lalu, letakkan tanah di atasku, bacakan permulaan dan penutup surat alBaqarah di kepalaku, karena aku mendengar Abdullah bin Umar mengatakan demikian.” Al-Khallal berkata: “Al-Hasan bin Ahmad aL- Warraq telah bercerita kepadaku, Ali bin Musa al-Haddad telah bercerita dan dia seorang yang jujur-, Ali bin Musa berkata: “Aku bersama Ahmad bin Hanbal dan Muhammad bin Qudamah al-Jauhari menghadiri jenazah. Setelah dikebumikan, ada seorang buta duduk di sisi kuburannya membaca Al-Qur'an. Lalu Ahmad berkata kepadanya: Hai ki sanak, membaca Al-Qur'an di kuburan itu bid'ah. Setelah keduanya keluar dari kuburan, Muhammad bin Qudamah berkata kepada Ahmad bin Hanbal: Wahai Abu Abdillah, bagaimana pendapatmu tentang Mubasysyir al- Halabi? Ahmad menjawab: Dia dapat dipercaya. Muhammad bertanya lagi: Kamu memiliki haditsnya? Ahmad menjawab: Ya. Muhammad bin Qudamah berkata: Mubasysyir telah bercerita kepadaku, dari Abdurrahman bin ‘Ala’ bin al-Lajlaj dari ayahnya yang berwasiat apabila ia nanti dikebumikan hendaknya dibacakan permulaan dan penutup surat al  Baqarah di sisi kepalanya dan ia berkata, bahwa Ibnu Umar berpesan demikian. Lalu Ahmad berkata kepadanya: Kembalilah ke kuburan, katakan krpada si buta itu agar terus membaca Al-Qur’an di sisi kuburannya. 

Dari penjelasan Ibnu Qayim di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa membaca Al-Qur’an di kuburan kaum muslimin termasuk tradisi yang telah berlangsung sejak generasi salaf yang saleh, yaitu generasi sahabat Nabi yang tentunya mengetahui ajaran Islam yang sebenarnya daripada kita sekarang ini. 

Penjelasan yang sama juga dikemukakan oleh Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi al-Hanbali dalam kitabnya “al-Mughni", sebagai berikut: 

Seseorang boleh membaca Al-Qur'an di sisi kuburan. Telah diriwayatkan dari Ahmad bahwa Rasulullah bersabda: “Apabila kamu mendatangi kuburan maka bacalah ayat Kursi. dan tiga kali Qul Huwallahu Ahad, kemudian katakan: Ya Allah, aku hadiahkan pahalanya bagi orang di kuburan ini.” 

Kata imam Khallal: “Abu Ali al-Hasan bin Haitsam alBazzar, guru kami yang tsiqah dan terpercaya, berkata: Aku melihat Ahmad bin Naval menunaikan shalat bermakmum kepada seorang buta yang selalu membaca Al-Qur’an di kuburan. Dan telah datang sebuah hadits: Bahwa barangsiapa mendatangi kuburan lalu membaca surat Yasin di sisinya, maka Allah akan meringankan siksaan mereka, dan ia akan mendapatkan pahala sebanyak orang-orang yang ada di kuburan itu. Dan telah datang pula hadits: Barangsiapa yang berziarah ke kuburan orangtuanya, lalu membaca Yasin di sisinya, maka Allah akan mengampuninya. Ibadah apa pun yang dilakukannya, lalu pahalanya dihadiahkan kepada arwah seorang muslim maka insyaauah akan bermanfaat baginya." (lihat al-Mughni 11/423). 

Imam Nawawi juga mengatakan: 

Imam Syafi’i berkata: “Disunnahkan membacakan AlQur’an di sisi kuburannya. Dan apabila dikhatamkan Al-Qur’an di sisi kuburannya maka menjadi lebih 
baik.” (lihat Riyadh ash-Slu‘llihin. 947). 

Imam Nawawi juga menyampaikan: 
Disunnahkan bagi yang berziarah ke kuburan untuk membaca Al Quran sebisanya dan berdoa sesudahnya. Hal itu telah ditetapkan oleh Imam Syafi’i dan disepakati oleh murid-muridnya. Dan apabila mereka mengkhatamkan Al-Qur'an di atas kuburannya maka hal itu akan lebih utama. (lihat al-Majmu’ Syarh al- Muhadzdzab, 5/294). 

Rasulullah sendiri telah memberikan contoh bahwa ketika dia berkorban dua ekor kambing, dia berkata: 

Membaca Al-Quran di Kuburan


Dengan menybut asma Allah. Ya Allah, terimalah kurbanku ini dari Muhammad, pahalanya untuk keluarga Muhammad dan untuk umat Muhammad. Kemudian, Nabi menyembelihnya. (lihat Shahih Muslim, XIII/IZZ). 

Dengan demikian, pahala kurban pun dapat dihadiahkan kepada sesama muslim. Juga pahala membaca Al-Qur’an, kalimah zhayyibah, tahmid, hamdalah, takbir, istighfar, dan dzikir yang lain. 

Shalawat Syamilah / Lishulil Asrar

Shalawat Syamilah / Lishulil Asrar


Cara dan Khasiatnya:
Bacalah Shalawat Syamilah tersebut dengan didahului bacaan ayat al-Kursi. Lakukan dengan istiqomah, Insyaallah bisa membuat pembacanya memperoleh ilmu rahasia (langsung dari Nabi Saw.). Juga mendekatkan derajatnya di hadapan Allah, dan Rasulullah Saw.

Apa Hukum Ziarah Kubur ?


HUKUM ZIARAH KUBUR dapat diperinci sebagai berikut:
  • SUNNAH

Manakala ziarah kubur tersebut tidak menimbulkan fitnah atau hal-hal yang negatif-seperti: mau pamer kendaraan, agar disangka banyak uang, pamer kecantikan, atau agar digoda laki laki di satu sisi, dan dengan ziarah kubur itu orang yang bersangkutan mampu meningkatkan hal-hal yang positif (seperti: bertambah rajin shalat, tambah rajin berpuasa. suka bersedekah, rajin belajar, dan rajin mengaji) di sisi lain.
  • MAKRUH. 

Manakala dengan ziarah kubur malah menimbulkan fitnah. jika begini, sebaiknya ditinggalkan saja-atau tidak perlu ziarah. Misalnya, karena yang bersangkutan masih muda atau janda kenes sehingga ketika ia pergi berziarah kubur justru cenderung membawa gosip dan fitnah yang tidak baik. Atau ketika seseorang melaksanakan ziarah kubur karena ingin pamer kekayaan, dan sebagainya.
  • HARAM. 

Manakala keliru niat. Misalnya, ziarah  karena yang bersangkutan sedang dirundung musibah,
semisal anaknya sakit-sakitan terus, atau istrinya tidak mau dimadu, ingin mendapatkan nomor lotre, biar untung terus, untuk menarik pembeli, dan lain-lain. Jelas sekali, ziarah kubur yang demikian harus ditinggalkan.

Bid'ahkah Ziarah Kubur?

Bid'ahkah Ziarah Kubur?


Kata Bid‘ah berasal dari bahasa Arab: bada‘a yabda‘u bad‘an, yang artinya mencipta hal baru. Orang orang yang menolak ziarah kubur biasanya menganggap ziarah kubur sebagai bid‘ah, sesuatu yang baru, yang tidak ada pada zaman Nabi. Dengan kata lain, “mengada-ada”. Persoalannya adalah, manakah yang dianggap mengada ada. Mari kita runtut hal-hal yang terkait dengan ziarah kubur satu per satu:

Ziarahnya?
Jika ziarah kubur dianggap bid’ah, mengapa Rasulullah juga memberi tuntunan dan melakukan ziarah ke makam syuhada?

Apa karena perempuannya?
Siti Aisyah juga pernah melakukan ziarah, demikian pula Siti Fatimah. Sebagian ulama melarang perempuan yang berziarah karena si perempuan masih muda sehingga berpotensi menimbulkan fitnah. Oleh karena itu, jika tidak menimbulkan fitnah, ‘illah pelarangan itu pun menjadi hilang.

Apa sebab membaca Al-Qur’an di makam?
Membaca ALQur'an boleh di mana saja. Selain di WC. tidak ada larangan bagi umat Islam untuk membaca AlQur’an.

Apa karena berdoanya?
Berdoa di makam bukan berarti meminta kepada yang sudah meninggal. Makam, hanya soal tempat. Adapun doanya tetap ditujukan kepada Allah. Tidakkah Rasulullah juga pemah berdoa di makam?

Apa karena tawassulnya?
Tawassul pada dasamya merupakan upaya “membujuk” Allah melalui manusia-manusia yang dicintai-Nya. Oleh karena itu, tawassul tidak dilakukan kepada sembarang orang, melainkan kepada Rasulullah, Wali Allah, dan ulama salafus saleh. Rasulullah pemah tawassul, para sahabat juga pemah bertawassul. Imam besar Ibnu Taimiyah juga tidak melarang bertawassul.
Apa karena ada rombongan naik busnya?
Dari masa nabi, peradaban sudah berjalan 1500 tahun. Ilmu pengetahuan, penemuan-penemuan baru dalam teknologi pun muncul dan berkembang. Dulu alat transportasi yang dikenal manusia baru onta dan kuda. Sekarang ada pesawat, ada kereta api, ada mobil. Apa salahnya?
Jika bid‘ah dibicarakan melalui kriteria “di zaman Rasullullah belum/tidak ada”, lalu muncul setelah Rasulullah wafat, maka banyak hal yang terkait dengan  kchidupan umat Islam sekarang yang hukumnya bid‘ah. Berikut ini adalah beberapa contoh scdcrhana:

  • Mushaf di zaman Rasulullah belum mengenal titik. Huruf ba, ta, tsa, jim, ha, kha, dan lain-lain tidak menggunakan titik. Setiap titik yang ada dalam huruf hijaiyah baru diberlakukan setelah zaman Usman bin Affan. Para sahabat pun sepakat menerimanya.
  • Shalat Tarawih di zaman Rasulullah belum ada ketentuan jumlah raka’atnya. Baru di zaman Umar bin Khaththab bilangan raka’at tarawih ditentukan, dan disepakati para sahabat yang lain, dua puluh raka’at plus tiga. Dan sampai sekarang pun, tarawih di Masjid al-Haram tetap mcngikuti ketcntuan Umar.
  • Gaji PNS, sekarang di mana-mana menjadi obyek penarikan zakat. Di zaman Rasulullah tidak ada. bahkan di Al-Qur’an dan as-Sunnah secara harfiyah tidak tertera.
  • Hisab (untuk menentukan awal bulan) di zaman Rasulullah tidak dikenal. Selamanya yang dipakai adalah ru’yah. Ajaibnya, di zaman sekarang justru ada yang “ngotot” memarjinalkan pihak yang memakai ru’yah, yang berpedoman Al-Qur’an dan al-Hadits.
  • Ilmu pengetahuan, ilmu tafsir dengan segala macam cabangnya, ilmu hadits dengan segala macam rinciannya, ilmu Nahwu, ilmu Sharaf, ilmu Balaghah, ilmu ‘Arudh, ilmu Aqaid, dan ilmu-ilmu pegetahuan lainnya, hampir semuanya bid‘ah (baru), dan masih banyak lagi. Apa itu semuanya sesat?


Yang jelas, seperti kata Imam Syafi’i, Bid‘ah itu dibagi dua. Bid‘ah mahmudah (yang dipuji) dan bid‘ah madzmumah (yang tercela). Bid‘ah yang sesuai dengan Sunnah adalah bid‘ah yang terpuji. Sedangkan yang bertentangan dengan Sunnah adalah bid‘ah yang tercela.”


Jika kita berpedomam terhadap pendapat Imam Syafi’i, semuanya tidak ada masalah. Dan mestinya orang yang “latah bid‘ah” menimbang ulang sebelum menghukumi bid‘ah: “Adakah larangan dalam Al'Qur’an dan as Sunnah?" Jangan hanya memakai rumus asal: “Setiap sesuatu yang di zaman Nabi tidak/belum ada, dan sekarang ada, itulah bid‘ah. Dan setiap bid‘ah berarti dhalalah (sesat), dan yang sesat masuk neraka.”

Amalan Surat Al Insyirah Ayat 1 -8 Agar Mendapatkan Kelapangan Hati

Surat Al Insyirah Ayat 1 - 8

Surat ini diturunkan oleh Allah swt. mengingatkan supaya senantiasa bergantung kepada Allah dalam semua urusan. Qatadah, adh-Dhahhak dan Muqatil berkata bahwa maksud ayat farghab itu ialah berdoalah bersungguh-sungguh kepada Allah selepas bershalat, niscaya dimakbulkan. Mujahid berkata apabila selesai mengerjakan urusan dunia, bangkitlah shalat untuk memohon keridhaan Allah. Alsya’bi berpandangan, ayat itu menyuruh kita supaya berdoa kepada Allah setelah selesai tasyahud sebelum memberi salam.

Dalam Hasyiyah as-Sawi, disebutkan bahwa banyak dari kalangan orang yang saleh menjadikan surat ini sebagai amalan untuk menghilangkan rasa sedih dan kesempitan. la turut digunakan untuk menguatkan ingatan dan meningkatkan pemahaman. Untuk menghilangkan rasa sedih dan kesusahan, caranya ialah dengan menulis surat ini ke dalam bekas kaca kemudian dilalukan air mawar ke dalam wadah itu dan diminum. Untuk tujuan menguatkan hafalan dan kefahaman, caranya ialah dengan menulis surat ini ke dalam wadah kemudian dialirkan air ke atasnya. Insya Allah dapat menguatkan ingatan dan daya paham. Selain itu, membaca surat ini sebanyak 10 kali selepas shalat fardhu dapat membuka pintu rezeki dan mendapat taufik untuk beribadah. Barang siapa yang mempunyai hajat, shalatlah dua rakaat. Kemudian bacalah sebanyak huruf-hurufnya yaitu 103 kali. Kemudian berdoalah untuk mendapatkan hajat. Insya Allah akan memperoleh apa yang diinginkannya.
Trik Menyembelih Kambing Agar Daging Tidak Bau

Trik Menyembelih Kambing Agar Daging Tidak Bau.

1. Gunakan pisau khusus menyembelih atau khusus untuk daging, pisau tersebut tidak boleh digunakan untuk keperluan lain selain memotong daging.

2. Sebelum penyembelihan, pisau atau golok dicuci dan dibersihkan dari karat yang menempel.

3. Tangan kanan memegang pisau mengarah turun dengan gagang di atas

4. Penyembelih mengambil posisi di belakang kambing.

5. Tangan kiri memegang rahang bawah atau Ieher dekat pipi kambing.

6. Kaki kiri penyembelih di depan dan kaki kanan di belakang.

7. Lutut kiri penyembelih diletakkan di atas Ieher kambing.

8. Ketika tangan kiri memegang rahang bagian bawah, penyembelih harus menyelaraskan napasnya dengan napas kambing, maksudnya, ketika kambing menarik napas, penyembelih juga ikut
menarik napas begitu pula ketika menghembuskan napas.

9. Pada saat kambing mengeluarkan napas di situlah pisau mulai memotong leher kambing, jangan mulai memotong pada saat kambing menarik napas.

10.Pada saat memotong, penyembelih harus tahan napas, artinya ketika pisau masih menempel di leher, penyembelih tidak boleh bernapas.

Kunci utama supaya daging kambing tidak bau adalah pada saat kambing menghembuskan nafas, di situlah pisau mulai memotong jalan napas yang ada di lehernya.

Amalan Surat An-Nas, Al-Falaq dan Al-Ikhlas

Surat An-nas

Surat An-nas.
Kita senantiasa berlindung kepada Allah dari segala macam kejahatan dan keburukan, serta bisikan-bisikan yang menyesatkan. Gangguan kejahatan atau bisikan tersebut dapat merusak pikiran dan iman, misalnya perasaan bingung, cemas, khawatir dan sebagainya.

Ayat di atas dapat diamalkan sebagai doa sebagaimana Surat al-Falaq, terutama menjelang tidur, saat santai atau kapan saja dengan harapan semoga Allah swt. memberikan perlindungan supaya kita dapat tidur dengan nyenyak.


Surat Al-Falaq

Surat Al-Falaq.
Keburukan dan kejelekan setiap hamba pasti diketahui Allah swt. Oleh karena itu kita senantiasa berdoa supaya segala keburukan itu tidak menimbulkan kerugian pada diri kita sendiri. Kita juga dianjurkan untuk berlindung kepada Allah dari kejahatan dan kedengkian orang-orang yang tidak senang kepada kita.

Dengan membaca ayat di atas sebagai permohonan perlindungan kita kepada Allah, Insya Allah kita akan diberi ketenangan. Ayat di atas dapat diamalkan sebagai doa kapan dan di mana saja, terutama pada saat hendak tidur, di saat santai atau kapan saja.


Surat Al-Ikhlas

Surat Al-Ikhlas.

Surat al-Ikhlas menceritakan kesempumaan sifat-sifat Tuhan, dan hanya Allah yang Mahasuci dan tiada makhluk yang menyamai-Nya. Membaca surat ini bersama al-Mu'awwizatain merupakan amalan Nabi saw. sebelum tidur. Caranya yaitu dengan membaca ketiga surat itu kemudian dihembuskan kepada telapak tangan lalu disapu ke seluruh anggota badan dari kepala hingga ke seluruh badan yang terjangkau oleh Beliau bermula dari bagian depan tubuh Rasulullah saw.

Bagi seorang muslim yang mengamalkannya, membaca Surat al-Ikhlaash di antara waktu Maghrib clan lsya’ , Insya Allah, Allah akan menjauhkan dari bencana dan kezaliman orang lain.

Dengan membaca surat ini, insya Allah akan dihindarkan dari permasalahan

Surat Al Fatihah, Induk Al-Quran Solusi Segala Permasalahan

Surat Al Fatihah


Al-Fatihah artinya pembukaan. Ia merupakan surat yang pertama dalam susunan surat-surat al-Qur’an dan yang pertama dibaca dalam shalat. Disebut juga Ummul Kitab yang maksudnya induk al-Qur’an karena mengandung maqasid Qur’an yaitu pujian kepada Allah yang menjelaskan rububiyyah Nya, menjelaskan kaidah beribadah kepada-Nya dan memohon hidayah-Nya, kisah-kisah umat yang terdahulu, gambaran kedudukan hamba-hamba-Nya yang bahagia, menderita, dan sebagainya.


Al-Fatihah merupakan doa yang terpenting di antara doa-doa yang lain untuk memohon petunjuk menuju jalan yang lurus.


Tsabit dalam sahih riwayat al-Bukhari mengatakan bahwa surat ini mampu menjadi penawar bagi bisa sengatan binatang berbisa. Seorang sahabat telah diminta mengobati ketua penduduk yang disengat binatang berbisa. Lalu seorang sahabat telah menjampi dengan menggunakan Surat al-Fatihah. Cara yang dilakukannya ialah membacakan Surat al-Fatihah dengan mengumpulkan sedikit ludah. Kemudian ditiupkan dan disertai sedikit ludah pada bagian badan yang sakit itu. Dengan izin Allah dia telah sembuh. Disebutkan pula dalam Fath al-Baari, semua jenis penyakit boleh disembuhkan dengan membaca surat ini.

Cara Mengobati / Mengatasi Penyakit Hati beserta doa-doanya

Abdullah al-Anthakiy berkata, “Lima (perkara) semuanya termasuk obat-obat hati, yaitu berkedudukan dengan orang-orang salih (menghadiri majlis pengajaran dan kisah-kisah orang salih), membaca al-Qur-an (dengan merenungkan maknanya), mengosongkan perut (dengan mengosumsi sedikit yang halal), bangun malam (shalat sunat setelah bangun tidur). dan tadharru’ ketika subuh (memohon ampunan dan menangis menjelang waktu terbitnya fajar).

Sebagian ulama menambahkan perkara-perkara yang lain, yaitu: memperbanyak istigfar, mengingat kematian, mengunjungi kuburan dengan mengambil pelajaran dari keadaan penghuninya dan menyaksikan orang-orang yang sedang sakratul maut.

Di antara upaya-upaya menyembuhkan hati dari segala penyakit-penyakitnya adalah dengan berzikir. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Zikir kepada Allah adalah obat yang menyembuhkan (penyakitpenyakit) hati ”

Abdul Wahhab as-Sya’rani berkata, “dan ketahuilah! Sesungguhnya mengekalkan zikir kepada Allah Ta’ala dapat memadamkan segala penyakit yang bathin yaitu kesombongan, berbangga diri, riya, buruk sangka, dengki, demdam, khianat, menipu orang, suka dipuji dan yang selain itu.”

Sayyidi syaikh Muhammad as-Samani berkata, “dan perintahlah mereka (manusia) dengan (memperbanyak) berzikir kepada Allah Ta’ala, karena sesungguhnya disebutkan dari
Sulthanul ‘asyiqin quthubul ‘arifin maulana syaikh Abdul Qadir al-Jilani Qaddasallahu sirrah, bahwasannya apabila datang seorang perampok kepadanya, beliau berkata baginya, ‘bacalah! 
(maksudnya perbanyakkanlah membaca zikir Lailaa haillallaah) dan demikian lagi, apabila datang kepadanya oleh peminum arak, niscaya beliau memberi perimah dengan seperti itu dan bila datang kepadanya penzina, beliau berkata baginya, ‘bacalah lailaaha illallaah’ (maka) dengan keberkahan lailaaha illallaah, Allah Ta’ala memberikan taubat ke atas hambahambanya’”

Maka dari penjelasan itu dipahami bahwa, dengan memperbanyak berzikir dapat menyembuhkan penyakit-penyakit hati, mendapat taufiq untuk bertaubat dan bemulazamah serta istiqamah dalam beribadah, terutama berzikir dengan kalimat Lailaa haillallaah . karena sesungguhnya laailaaha illallaah adalah penghulu dan kepalanya segala zikir kepada Allah. Hendaknya barang siapa yang mempunyai penyakit hati memperbanyak membaca kalimah ini.

Berdo’a termasuk salah satu upaya pengobatan hati. Dan dari bermacam do’a yang telah disebutkan, maka do’a-do’a untuk keselamatan hati dapat dikumpulkan sebagai berikut:

Cara Mengobati / Mengatasi Penyakit Hati


1. Doa berlindung dari kejahatan hati, lidah dan anggota lain.

Doa berlindung dari kejahatan hati, lidah dan anggota lain.

2. Doa menghilangkan marah ketika bergejolaknya.

Doa menghilangkan marah ketika bergejolaknya.

3. Doa menghilangkan dar dengki dan dendam.

Doa menghilangkan dar dengki dan dendam.

4. Doa berlindung dari dengki dan menghilangkannya.

Doa berlindung dari dengki dan menghilangkannya.
Doa berlindung dari dengki dan menghilangkannya.
5. Doa untuk tidak mencintai dunia.

Doa untuk tidak mencintai dunia.
6. Doa untuk menghilangkan cinta dunia dan harta.

Doa untuk menghilangkan cinta dunia dan harta.

7. Doa menghilangkan Kikir.

Doa menghilangkan Kikir.

8. Doa agar tidak mencintai kemegahan.

Doa agar tidak mencintai kemegahan
9. Doa memperoleh ikhlas dan berlindung dari Riya beserta menghilangkannya.

Doa memperoleh ikhlas dan berlindung dari Riya beserta menghilangkannya.
10. Doa berlindung dari sombong dan bersifat dengan rendah hati.
Doa berlindung dari sombong dan bersifat dengan rendah hati.