Majelis Sholawat Kadumangu, Sentul Bersholawat Haol ke 6.

SAFARI DAKWAH
MAJLIS SHALAWAT


Majlis Sholawat Kadumangu, Sentul Bersholawat Haol ke 6.



Hari / Tanggal : Minggu (Malam Senin) 12 Juli 2020
Tempat :  Kadumangu Sentul
Pukul : 20:00
Pimpinan : R.K.H Muhammad Bagir



Pimpinan Majlis Shalawat

  1. RKH Jamaludin
  2. RKH Zainal-Abidin
  3. RKH Ja'far Sodik


Tausiah Agama Oleh:

  1. MAMA SEPUH
  2. MAMA ANOM
  3. R. KH BAGIR


Dan insya Allah akan di Hadiri para 'Alim 'Ulama dan para Habaib. BBS Tetap fokus Mempersatukan Madzhab fiqih Imam  syafi'i. Mempersatukan Madzhab Tauhid Imam Asy'ary Wal-Maturidi. Mempersatukan Tasawuf Imam junaedi Albagdadi.

Jadikan majlis solawat ini ladang amal kita menuju rido nya allah dan rosulnya. Mari ajak semua sodara2 kita kawan2 kita dengan menyebarkan ini kita mendapatkan pahalanya. Aamiin

UNTUK JAMAAH YANG MAU IKUT TETEP PAKAI STANDAR PROTOKOL COVID 19 SPERTI PAKAI MASKER, HAND SANITIZER DAN PYSICAL DISTANCING DLL

اللهم اجعل هذا جمعنا جمعا مرحوما،وتفرّقنا من بعده تفرّقًا معصوما
اللهم صلّ وسلّم على سيدنا محمّد وعلى آل سيدنا محمّد

SALAM SILATURRAHMI

Majlis Sholawat, Bogor Bersholawat, Jabar Bersholawat

Beberapa Hal Yang Perlu Dilakukan Sebelum Malam Datang

Beberapa Hal Yang Perlu Dilakukan Sebelum Malam Datang 


 إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ ـ أَوْ أَمْسَيْتُمْ ـ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ تَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ،
فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَحُلُّوهُمْ، فَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ،
فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا، وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ،
وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهَا شَيْئًا وَأَطْفِئُوا، مَصَابِيحَكُمْ 


Rasulullah ﷺ bersabda, "Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di sore hari, maka tahanlah anak-anak kalian, karena sesungguhnya ketika itu setan sedang bertebaran. Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka lepaskan mereka. Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allah, karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Tutup pula wadah minuman dan makanan kalian dan berzikirlah kepada Allah, walaupun dengan sekedar meletakkan sesuatu di atasnya, padamkanlah lampu-lampu kalian." 

Bukhari no. 5623 

Doa Setelah Baca Surat Yasin

Doa Setelah Baca Surat Yasin 

Doa Setelah Baca Surat Yasin

 اللَّهُـمَّ إِنَّانَسْتَحْفِظُكَ وَنَسْتَوْدِعُكَ أَدْيَانَنَا وَأَبْدَانَنَا وَأَنْفُسَنَاوَأَهْلَنَا وَأَوْلاَدَنَا وَأَمْوَالَنَا وَكُلَّ شَيْئٍ أَعْطَيْتَنَا
اللَّهُـمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ فِي كَنَفِكَ, وَأَمَانِكَ, وَعِيَاذِكَ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيْدٍ, وَجَبَّارٍ عَنِيْدٍ, وَذِى بَغْيٍ وَذِى حَسَدٍ, وَمِنْ شَرِّكُلِّ ذِى شَرٍّ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
اللَّهُـمَّ جَمِّلْنَا بِالْعَافِيَةِ وَالسَّلاَمَةِ, وَحَقِّقْنَا باِلتَّقْوَى وَالإِسْتِقَامَةِ, وَأَعِذْنَا مِنْ مُوْجِبَاتِ النَّدَامَةِ إِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ
اللَّهُـمَّ اغْفِرْلَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَأَوْلاَدِنَا وَمَشَايِخِنَا وَإِخْوَانِنَا فِي الدِّيْنِ وَأَصْحَابِنَا, وَلِمَنْ أَحَبَّنَافِيْكَ وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا, وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ
وَصَلِّ اللَّهُـمَّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ, وَارْزُقْنَاكَمَالَ الْمُتَابِعَةِ لَهُ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا فِي عَافِيَةٍ وَسَلاَمَةٍ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ 


Ya Allah, sesungguhnya kami mohon pemelihraan-Mu dan kami menyerahkan kepada-Mu agama kami, diri kami, keluarga kami, anak-anak kami, harta-harta kami dan segala yang telah Engkau berikan kepada kami. 

Ya Allah, jadikanlah kami dan juga mereka berada di dalam pemeliharaan-Mu, keamanan-Mu, dan perlindungan-Mu dari setiap gangguan setan pendurhaka, orang-orang takabur yang keras kepala, orang yang mempunyai pandangan jahat, kezaliman dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai kejahatan. Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu. 

Ya Allah, perindahkanlah kami dengan kesehatan dan keselamatan. Karuniakanlah kepada kami ketaqwaan dan istiqamah. Lindungilah kami dari perkara-perkara yang dapat mendatangkan penyesalan. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa. 

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, kedua orang tua kami, anak-anak kami, guru-guru kami, saudara-saudara seagama kami, sahabat-sahabat karib kami, orang-orang yang mencintai kami karena Engkau, orang-orang yang pernah berbuat baik kepada kami, dari kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, wahai Tuhan seluruh alam. 

Ya Allah, curahkanlah rahmat dan keselamatan kepada hamba-Mu dan utusan-Mu, junjungan kami dan tuan kami Nabi Muhammad ﷺ, keluarganya dan para sahabatnya. Karuniakanlah kepada kami kesempurnaan mengikuti ajarannya, secara lahir dan batin, di dalam kesejahteraan dan keselamatan dengan kasih sayang-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih sebaik-baik yang mengasihi. 

Khulasoh Madad Nabawi 

Penjelasan 

Doa ini rutin dibaca oleh Habib Abdullah AIHaddad setelah membaca surat Yasin. Doa ini juga terdapat di Kitab Khulasoh Madad Nabawi karya Habib Umar bin Hafiz. 

Doa Setelah Baca Surat Al-Kahfi

Doa Setelah Baca Surat Al-Kahfi 




 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
اللهم  صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
 اللهم يَا ذَاالْجَلَالِ وَالْاِكْرَامِ, وَالْمَوَاهِبِ الْعِظَامِ, وَخَالِقِ الْحَلَالِ وَالْحَرَامِ, وَالْمُوَفِّقِ مَنْ يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِ اِلٰى اَسْبَابٍ وَمُوْجِبَاتِ الْاِلْتِزَامِ
نَسْئَلُكَ اللهم  اَنْ تُحْيِيَنَا عَلٰى الْاِسْلَامِ  وَتُمِيْتَنَا عَلٰى  الْاِيْمَانِ وَتُرَقِّيَنَا بَيْنَهُمَا فِيْ مَرَاتِبِ الْاِحْسَانِ وَالْاِيْقَانِ وَالْعِرْفَانِ يَاكَرِيْمُ يَا مَنَّانُ
اللهم احْفَظْنَا مِنْ كُلِّ فِتْنَةٍ مُظِلَّةٍ وَاشْفِنَا مِنْ كُلِّ سَقَمٍ وَعِلَّةٍ وَاغْفِرْ لَنَا كُلَّ مَعْصِيَّةٍ وَزَلَّةٍ وَثَبِّتْنَا عَلٰى  الْحَقِّ وَالْمِلَّةِ وَاجْعَلْ لَنَا مُذَكِرًا وَمُعِيْنًا مِنْ عِبَادِكَ الْمُدِلَّةِ
وَإِذَا اَرَدْتَ مِنْ عِبَادِكَ فِتْنَةً فَاقْبِضْنَا اِلَيْكَ غَيْرَ مَفْتُوْنِيْنَ وَلَآ الضَّآلِّيْنَ وَلَا مُضِلِّيْنَ بِمَنِّكَ وَكَرَمِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
 اللهم  اعْصِمْنَا بِفَضْلِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ وَمِنْ سُوْءِ الْاَعْمَالِ وَفَسَادِ الْاَحْوَالِ  وَفُضُوْلِ الْاَقْوَالِ وَاهْدِنَا لِمَا يُرْضِيْكَ عَنَّا فِيْ كُلِّ حَالٍ
 وَاخْتِمْ اَعْمَارَنَا بِالْحُسْنٰى فِيْ خَيْرٍ وَعَافِيَةٍ وَسَلاَمَةٍ يَاذَا الْجَلَالِ
 وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى  اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُلِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ 


Dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih dan Maha penyayang. Segala puji hanya milik Allah, Pengatur alam semesta. 

Ya Allah, berilah rahmat dan keselamatan kepada Tuan kami Muhammad dan keluarga-Nya serta Sahabat-Nya. Ya Allah, Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Dan Dzat yang memiliki segala pemberian yang tak terhingga. Dzat Pencipta sesuatu yang halal dan yang haram, Dzat yang menunjukkan jalan kepada hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya untuk melakukan sebab-sebab dan kewajiban-kewajiban.

 Kami memohon kepadaMu, agar Engkau memberikan kehidupan kepada kami di atas syari’at Islam dan mengambil kehidupan kami di atas bimbingan keimanan dan meningkatkan taraf kehidupan kami di antara Islam dan Iman dalam segala dimensi kebaikan, keyakinan, pengetahuan wahai Dzat yang Maha Mulia dan Dzat yang Maha menganugerahi. 

Ya Allah, jagalah kami dari segala fitnah (cobaan) yang menyesatkan dan menjatuhkan. Sembuhkan kami dari sakit dan penyakit. Ampuni kami dari segala kedurhakaan dan keteledoran kami dan kokohkanlah hati dan pendirian kami di atas jalan kebenaran dan agama. Jadikan kami orang yang senantiasa mengingat nikmat-Mu dan orang yang selalu memberikan bantuan dari golongan hamba-Mu yang menunjukkan jalan kebaikan.

Bila Engkau menginginkan fitnah terjadi pada hamba-hamba-Mu, maka selamatkanlah kami dalam keadaan tidak terkena fitnah itu, dan juga dalam keadaan tidak sesat menyesatkan, dengan karunia-Mu dan kedermawanan-Mu wahai Dzat yang paling mengasihi. 

Ya Allah, jagalah kami dengan karunia-Mu dari fitnah Dajjal dan dari buruknya perbuatan dan rusaknya keadaan dan perkataan yang berlebihan dan berilah kami petunjuk untuk melakukan perbuatan yang Engkau ridhai dalam setiap keadaan. Sudahilah umur-umur kami dengan kebaikan dan dalam kebaikan serta kesehatan dan keselamatan wahai Dzat yang Maha Agung. 

Semoga Allah memberi rahmat dan keselamatan kepada Tuan kami dan Nabi kami Muhammad dan keluarga serta shahabtnya segala puji hanya milik Allah, Pengatur alam semesta. 

Habib Abubakar al-Adni bin Ali al-Masyhur 

Penjelasan 

Doa ini disusun oleh Habib Abubakar aI-Adni bin Ali aI-Masyhur untuk dibaca setelah membaca surat Al-Kahfi. Doa ini mencakup permintaan kepada Allah untuk meningkatkan kadar keimanan, keislaman, dan keihsanan kita. Doa ini juga mencakup perlindungan dari berbagai macam fitnah dan cobaan, termasuk fitnah Dajjal. 

Doa Ketika Marah

Doa Ketika Marah 

Doa Ketika Marah


 أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ‏ 


 Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. 

Penjelasan
Dari Sulaiman bin Shurad berkata, “Ada dua orang saling memaki di hadapan Rasulullah SAW saat itu kami sedang duduk di sampingnya. Salah seorang dari keduanya memaki temannya dengan sangat marah sehingga tampak mukanya
memar merah. Rasulullah SAW kemudian
bersabda, 'Sesungguhnya saya mengetahui sebuah kalimat yang apabila diucapkan, maka marah kalian akan hilang, yaitu: A'-Udzu billahi minasy-syaithanir-rajim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk)!"

Bacaan Bila Non-Muslim Bersin Kemudian Memuji Allah


 Bacaan Bila Non-Muslim Bersin Kemudian Memuji Allah 


 يَهْدِيْكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمُ 


Semoga Allah memberi hidayah kepadamu dan memperbaiki keadaanmu. 
Tirmidzi no. 2739 




Diriwayatkan oleh Abu Musa, "Orang-orang Yahudi pernah bersin di hadapan Rasulullah SAW
dan berharap Rasulullah SAW mengatakan kepada
mereka 'yarhamukumullah' (semoga Allah merahmati kalian), tetapi Rasulullah SAW mengatakan 'yahdikumullaah wa yushlihu baalakum' (semoga Allah memberi hidayah kepada kalian dan memperbaiki keadaan kalian)." 


Doa Mohon Ilmu / Wirid Belajar (Lengkap)

Mohon Ilmu / Wirid Belajar (Lengkap) 

Doa Mohon Ilmu / Wirid Belajar (Lengkap)


 سُبْحٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ اِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۗاِنَّكَ اَنْتَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ

رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا 

اللَّهُـمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

اللَّهُـمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي وَزِدْنِي عِلْمًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

اللَّهُـمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي وَزِدْنِي عِلْمًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

اللَّهُـمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي وَزِدْنِي عِلْمًا الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ حَالِ أَهْلِ النَّارِ

اَللَّهُـمَّ انْفَعْنِيْ بِمَا عَلَّمْتَنِيْ، وَعَلِّمْنِيْ مَا يَنْفَعُنِيْ، وَارْزُقْنِيْ عِلْماً تَنْفَعُنِيْ بِهِ

اللَّهُـمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ

اللَّهُـمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا

اَللَّهُـمَّ لَا سَهْلَ إِلَاَّ مَا جَعَلتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

اَللَّهُـمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَعَمَلًا صَالِحًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا، وَدُعَاءً مَسْمُوْعًا، اللهم عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا وَانْفَعْنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا وَزِدْنَا عِلْمًا وَعَمَلًا، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَلَّلهُـمَّ افْتَحْ لَنَا حِكْمَتَكَ وَانْشُرْ عَلَيْنَا رَحْمَتَكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Di beberapa pesantren di Tanah Air, umum juga dilengkapi dengan doa-doa berikut:

اللَّهُـمَّ افْتَحْ لَنَا مِنْ خَزَائِنِ رَحْمَتِكَ لَا تُعَذِّبْنَا بَعْدَهَا أَبَدًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمِنْ فَضْلِكَ الْوَاسِعِ رِزْقًا حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تُفْقِرْنَا بَعْدَهُ إِلٰى أَحَدٍ سِوَاكَ أَبَدًا ، تَزِيْدُنَا لَكَ بِهَا شُكْرًا وَإِلَيْكَ فَاقَةً وَفَقْرًا ، وَبِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ غِنًى وَتَعَفُّفًا

رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم نَبِيًّا

اللَّهُـمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ  وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ وَصَلَّى اللَّهُ  عَلٰى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ آمين

Kemudian setelah belajar, dapat membaca doa berikut:

لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ اللَّهُـمَّ أَسْتَغْفِرُكَ لِذَنْبِيْ ، وَأَسْأَلُكَ رَحْمَتَكَ ،اللَّهُـمَّ زِدْنِيْ عِلْمًا ، وَلَا تُزِغْ قَلْبِيْ بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنِيْ ، وَهَبْ لِيْ مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ 

Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana (QS. Al-Baqarah [2]: 32). 

Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku (QS. Taha [20]: 114).

Ya Allah, aku memohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima (HR. Ibnu Majah no. 925). 

Ya Allah, berilah kemanfaatan atas segala ilmu yang Engkau ajarkan kepadaku. Berilah aku ilmu yang bermanfaat dan tambahkanlah ilmu kepadaku. Segala puji bagi Allah dalam setiap kondisi (HR. Ibnu Majah no. 251).

Ya Allah, berilah kemanfaatan atas segala ilmu yang Engkau ajarkan kepadaku. Berilah aku ilmu yang bermanfaat dan tambahkanlah ilmu kepadaku. Segala puji bagi Allah dalam setiap kondisi. Dan aku berlindung dari siksa api neraka (HR. Ibnu Majah no. 3833). 

Ya Allah, berilah kemanfaatan atas segala ilmu yang Engkau ajarkan kepadaku. Berilah aku ilmu yang bermanfaat dan tambahkanlah ilmu kepadaku. Segala puji bagi Allah dalam setiap kondisi. Dan aku berlindung dari kondisi atau perbuatan para penduduk neraka (HR. Tirmidzi no. 3599).

Ya Allah, berilah kemanfaatan atas segala ilmu yang Engkau ajarkan kepadaku. Berilah aku ilmu yang bermanfaat dan rezekikanlah aku ilmu yang dengannya Engkau memberi manfaat kepadaku (HR. Hakim no. 1908). 

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, dan berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat (HR. Ibnu Hibban no. 82). 

Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, hawa nafsu yang tidak pernah puas, dan doa yang tidak dikabulkan (HR. Muslim no. 2722).

Ya Allah, tidak ada yang mudah kecuali apa yang engkau mudahkan dan tidak ada yang sulit jika engkau menghendakinya kemudahan (HR. Ibnu Hibban no. 2427). 

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu ilmu yang berguna, perbuatan yang baik, hati yang khusyuk serta doa yang didengar. Ya Allah, ajari kami ilmu yang berguna kepada kami, dan berilah manfaat  terhadap ilmu yang Engkau ajarkan kepada kami. Dan tambahkan ilmu kami serta perbuatan baik kami wahai Zat yang paling belas kasih di antara yang paling pengasih (I’jaz al-Qur’an,  Shalih Ibn Abdul Aziz, 1/1). 

Ya Tuhanku, bukakan lah ilmu-Mu bagi kami dan hamburkan lah rahmat-Mu di atas kami. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan keagungan (Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Al-‘Aidrus, Jakarta). 

Ya Allah, bukakanlah (pintu rahmatmu) dari gudang-gudang rahmatmu untuk kami, janganlah  siksa kami selamanya setelah kami mendapatkan rahmat itu di dunia maupun di akhirat. Dan dari karunia-Mu yang Maha Luas rezeki yang halal serta baik untuk kami. Setelah itu, janganlah Engkau membuat kami membutuhkan orang lain selain-Mu selamanya, sebab rahmat dan karunia-MU, membuat kami semakin bersyukur kepada-Mu, dan semakin membutuhkanMu, dan semakin tidak membutuhkan orang lain selain Engkau ya Allah. (Doa Imam Muzanni, Zuhd Ahmad Ibnu Hanbal No. 1854)

Aku ridha Allah sebagai Tuhanku dan Islam sebagai agamaku, dan nabi Muhammad ﷺ sebagai nabiku ( HR. Bukhari no. 93 & Ibnu Hibban no. 863) 

Ya Allah, perlihatkanlah kepada kami kebenaran sebagai sesuatu yang benar, dan berikan kemampuan kepada kami untuk mengikutinya Dan perlihatkanlah kepada kami sesuatu yang salah (batil) sebagai kesalahan (kebatilan) dan berilah kami kemampuan untuk menjauhinya. Semoga Allah memberikan rahmat kepada Nabi kami, nabi Muhammad ﷺ dan keluarganya serta seluruh  sahabatnya, kabulkanlah doa kami ya Allah. (Musnad Ibnu Rahawaih, 1/9)

Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Ya Allah, aku mohon ampunan kepada-MU karena dosaku, aku mohon rahmat-MU. Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu. Janganlah Engkau cabut hatiku setelah Engkau beri aku hidayah, berilah aku rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Memberi (Al-Adzkar, al-Nawawi, 1/96). 


Doa Ketika Bersin

Doa Ketika Bersin 

 (1)   الْحَمْدُ لِلَّهِ
(2) يَرْحَمُكَ اللَّهُ
(3) يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ 


 Doa Ketika Bersin


 Rasulullah ﷺ bersabda, "Apabila seseorang di antara kamu bersin, hendaklah mengucapkan: 

1. 'Segala puji bagi Allah ',
Lantas saudara atau temannya mengucapkan:

2. 'Semoga Allah merahmatimu'

Bila teman atau saudaranya mengucapkan demikian, bacalah:

3. 'Semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu'." 

Bukhari no. 6224

Rasulullah SAW mengatakan bahwa seorang muslim mempunyai enam hak terhadap muslim lainnya. Salah satunya adalah, "Apabila ia bersin dan mengucapkan 'Alhamdulillah' (segala puji hanya bagi Allah), maka jawablah dengan 'Yarhamukallah' (semoga Allah merahmatimu)." 




Palasari / Cihideung Bersholawat dan Haol Majlis Shalawat ke 2

SAFARI DAKWAH
MAJLIS SHALAWAT

Palasari / Cihideung Bersholawat dan Haol Majlis Shalawat ke 2



Hari / Tanggal : Rabu (Malam Kamis) 08 Juli 2020
Tempat :  Ponpes Nurul Huda
Pukul : 20:00
Pimpinan :  KH AA MUMUH


Pimpinan Majlis Shalawat

  1. RKH Jamaludin
  2. RKH Zainal-Abidin
  3. RKH Ja'far Sodik


Tausiah Agama Oleh:

  1. MAMA SEPUH
  2. MAMA ANOM
  3. MAMA KH MAFTUH CIPELANG
  4. KH BUYA AHMAD
  5. R. KH BAGIR


Dan insya Allah akan di Hadiri para 'Alim 'Ulama dan para Habaib. BBS Tetap fokus Mempersatukan Madzhab fiqih Imam  syafi'i. Mempersatukan Madzhab Tauhid Imam Asy'ary Wal-Maturidi. Mempersatukan Tasawuf Imam junaedi Albagdadi.

Jadikan majlis solawat ini ladang amal kita menuju rido nya allah dan rosulnya. Mari ajak semua sodara2 kita kawan2 kita dengan menyebarkan ini kita mendapatkan pahalanya. Aamiin

UNTUK JAMAAH YANG MAU IKUT TETEP PAKAI STANDAR PROTOKOL COVID 19 SPERTI PAKAI MASKER, HAND SANITIZER DAN PYSICAL DISTANCING DLL

اللهم اجعل هذا جمعنا جمعا مرحوما،وتفرّقنا من بعده تفرّقًا معصوما
اللهم صلّ وسلّم على سيدنا محمّد وعلى آل سيدنا محمّد

SALAM SILATURRAHMI

Kutipan Tazkiyatun Nafs Part 1



Kutipan Tazkiyatun Nafs

Siapa yang bisa menjamin diri kita aman dari dosa tiap harinya? Siapa yang bisa memastikan memiliki asuransi bebas dosa tiap harinya?
Maka, ketika kita melakukan dosa, baik itu memandang yang haram, ghibah, dan lain-lain, maka bertobatlah dan susullah segera dengan amalan saleh. Di antaranya adalah membaca Al-Qur’an, shalat, puasa, sedekah, umrah, amar makruf nahi mungkar, duduk di majelis taklim, dan lain-lain.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
“Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan susullah sesuatu perbuatan dosa dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya dan bergaullah sesama manusia dengan akhlak yang baik.”
(HR. Tirmidzi)

Di dalam dunia ini, cuma dua modal kita, yaitu syukur dan sabar. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini?

Lebih baik berpayah-payah dalam melaksanakan ibadah. Dari-pada bersenang-senang dalam kolam maksiat.

Mungkin kita merasa ada yang hilang dari aktivitas selama ini. Mungkin kita merasa ada yang tak hadir saat ini.

Dan mungkin kita merasa hambar dalam menjalani hidup ini. Itu lantaran keberkahan tidak turun dalam kehidupan kita. Syaqiq bin Ibrohim rahimahullah mengungkapkan, “Pintu taufik ditutup atas harnba karena enam hal:
1. Kesibukannya menikmati karunia Allah, sehingga melupakan rasa syukur kepada-Nya.
2. Keinginan belajar semata dengan tanpa amalan.
3- Mudah bermaksiat dan menunda tobat.
4. lertipu dengan persahabatan orang-orang saleh dengan tanpa mencontoh amalan-amalan mereka.
5. Mengaku menjauhi dunia, tetapi praktiknya justru mengejarnya.
6. Mengaku menghampiri akhirat, tapi justru mereka malah berpaling darinya.”
(Al-Fawaid, karya Ibnu Qoyyim al Jauziyyah)

Seorang muslim sibuk belajar mencintai saudaranya. Maaf, tidak ada waktu untuk belajar membenci.

Seorang muslim mengerjakan apa yang bisa diamalkan untuk saat ini. Dan ia bermohon kepada Allah agar dimudahkan pada amalan-amalan berikutnya.

Orang-orang yang lemah dalam beribadah bagaikan petani yang menanam benih pohon sejak dulu, dia menyiramnya, merawatnya, dan berharap buahnya.
Namun, ketika masa penen segera tiba, ia malah menelantarkan dan meninggalkannya. Astagfirullah. Yaa muqollibal qulub, tsabbit qolbi 'ala diinik.

Apa yang kau kejar?
Di saat cuaca dingin, kau rindu cuaca yang hangat.
Di saat musim kemarau, kau rindu musim hujan.
Di saat berada di tempat yang sepi, kau rindu di tempat yang ramai.
Di saat berada di tempat yang ramai, kau rindu kesunyian.
Apa yang kau kejar?
Ketika bersama keluarga, kau ingin jauh dari mereka.
Ketika jauh dari keluarga, kau ingin kembali bersama mereka. Saat bersama anak, kau anggap ia pengganggu.
Saat anak-anak tiada, kau ingin mendekapnya.
Apa yang kau kejar?
Padahal sungguh telah banyak nikmat yang Allah telah berikan pada kita. Namun, rasa ketidakpuasan itulah yang senantiasa menutup mata.

Doa ketika memakai pakaian

Orang yang hendak memakai pakaiannya disunatkan mengucapkan Bismillaah, begitu pula dalam semua pekerjaan.

Doa ketika memakai pakaian


Di dalam kitab Ibnus Sinni disebutkan sebuah hadis melalui Abu Sa'id Al-Khudri yang nama aslinya ialah Sa’d ibnu Malik ibnu Sinan:

Doa ketika memakai pakaian


Nabi SAW apabila memakai pakaian — baik baju gamis, kain selendang, ataupun kain sorban, - terlebih dahulu menyebut nama Allah , lalu mengucapkan doa, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Mu kebaikan baju ini dan kebaikan apa yang dibuatkan untuknya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan yang dibuat untuknya. ”

Di dalam kitab yang sama kami meriwayatkan pula melalui Mu’adz ibnu Anas , bahwa Rasulullah pernah bersabda:

Doa ketika memakai pakaian



Barang siapa yang memakai pakaian baru, lalu mengucapkan, “Segala puji bag: Allah Yang telah memberikan pakaian ini kepadaku dan merezekikannya kepadaku, tanpa upaya dan tanpa kekuatan dariku niscaya Allah SWT mengampuni semua dosanya yang terdahulu


Biografi Imam An- Nawawi



Imam an-Nawawi adalah seorang ulama besar di bidang ilmu fikih dan hadis. Beliau memiliki nama lengkap Yahya bin Syaraf bin Hasan bin Husain an-Nawawi ad-Dimasyqy, Abu Zakaria. Lahir di desa Nawa, dekat Damaskus, pada bulan Muharram tahun 631 H. Sejak kecil beliau dididik dengan baik oleh ayahnya, sehingga sebelum usianya baligh, beliau sudah mampu menghafalkan al-Qur'an.

Di usianya yang kedelapan belas tahun, yaitu pada 649 H, an-Nawawi meninggalkan tanah kelahirannya menuju Damaskus. Di sana beliau ting-gal di madrasah ar-Rawahiyyah dan menghabiskan banyak waktunya untuk belajar hal-hal barn dari ulama-ulama setempat. Kepandaian an-Nawawi mengungguli teman-temannya. Bahkan hanya dalam waktu empat setengah bulan saja, beliau mampu menghafal kitab at-Tanbih.

Imam an-Nawawi sangat gemar menuntut ilmu. Di antara guru-gurunya yang amat terkenal adalah Abdul Aziz bin Muhammad al-Ashari, Zainuddin bin Abdud Daim, Imaduddin bin Abdul Karim al-Harastani, Zainuddin Abul Baqa, Khalid bin Yusuf al-Maqdisi an-Nabalusi dan Jamal-uddin Ibn ash-Shairafi, Taqiyuddin bin Abul Yusri, Syamsuddin bin Abu Umar. Di antara guru-gurunya yang mengajarkan ilmu fikih hadis (pema-haman hadis) adalah: asy-Syaikh al-Muhaqqiq Abu Ishaq Ibrahim bin Isa al-Muradi al-Andalusi, syaikh al-Kamal Ishaq bin Ahmad bin Usman al-Maghribi al-Maqdisi, Syamsuddin Abdurrahman bin Nuh, dan Izzuddin al-Arbili, serta beberapa guru lainnya.

Kehidupan Imam an-Nawawi dikenal zuhud, sederhana, dan penuh dengan ketakwaan. Beliau juga dikenal sangat berwibawa. Waktunya banyak dihabiskan untuk ibadah, belajar, dan menulis. Karya-karyanya yang terkenal berjumlah sekitar empat puluh kitab, di antaranya: Kitab Hadis: Arba'in, Riyadhush Shalihin, al-Minhaj (Syarah Shahih Muslim), at-Taqrib wat Taysirfi Ma'rifat Sunan al-Basyirin Nadzir. Kitab Fikih: Minhajuth Tha-libin, Raudhatuth Thalibin, al-Majmu'. Kitab Bahasa: Tahdzibul Asma' wal Lughat. Kitab Akhlak: at-Tibyan fi Adab Hamalatil (Qur'an, Bustanul Arifin, dan al-Adzkar.

Pengetahuan yang luas dan kezuhudan hidupnya membuat Imam an-Nawawi dikenal luas. Bahkan al-hafizh Ibnu Katsir rahimabullah me-nyebutnya dengan syaikhul madzhab atau ahli fikih mazhab Imam Syafi'i. Begitu pula dengan al-hafizh adz-Dzahabi rahimabullah menyebut Imam an-Nawawi sebagai ahli fatwa umat, syaikhul Islam, seorang hafizh (peng-hafal hadis) yang cemerlang, salah seorang imam besar, dan pemimpin para wali. Juga Rasyid bin Mu'aliim rahimabullah mengatakan bahwa Imam an-Nawawi sangat jarang masuk kamar kecil, sangat sedikit makan dan minum, sangat takut pada penyakit yang bisa menghalangi kesibukannya, sangat menghindari buah-buahan dan mentimun karena takut membasahi jasadnya dan membawa tidur, dan beliau sehari semalam makan sekali dan minum seteguk air di waktu sahur.

Hingga pada 24 Rajab 676 H Imam an-Nawawi meninggal dunia. Beliau meninggalkan banyak warisan ilmu yang hingga saat ini sangat ber-manfaat di dunia Islam. Semoga Allah swt. menempatkan beliau di tempat yang tinggi, berkumpul bersama arwah orang-orang yang saleh. Amin.

Rezeki dalam pandangan keimanan



Terkadang terjadi kebimbangan dalam hati lalu muncul pertanyaan, "Ya Allah, saya sudah laksanakan perintah-Mu, saya sudah rajin shalat Tahajud, shalat Hajat, shalat Dhu-ha, berdoa dan berusaha, juga berbuat baik, tetapi mengapa rezekiku tetap saja sedikit, penghasilanku tidak bertambah, dan hidupku tak jauh dari kekurangan dan kemiskinan? Apa yang salah, apanya yang keliru?

Ketahuilah, bahwa sebenamya tidak ada yang salah dengan janji Allah. Karena Allah pasti menepati janji-Nya, dan Dia adalah Zat yang tidak pemah ingkar janji. Jadi, yang salah adalah diri kita sendiri.


  • Bisa jadi cara kita dalam beramal atau bekerja yang masih salah atau kurang sempuma, sehingga belum bisa mern-buahkan hasil yang nyata.

  • Bisa jadi kita yang belum paham tentang maksud dan pengertian rezeki.

  • Bisa jadi kita yang kurang jeli dan peka terhadap rezeki yang telah diberikan Allah kepada kita.


Atau bisa jadi Allah telah memberi rezeki kepada kita dalam bentuk yang lain.
Untuk itu penting sekali kita memahami apa itu rezeki, apa saja jenis-jenis rezeki. Agar tidak muncul keraguan dan syak wasangka. Tidak terjadi kesalahanpahaman atau menyalahkan. Dan supaya hati kita bisa tetap tenang dan yakin dengan janji Allah swt.

Dan tentunya yang dimaksud rezeki di sini adalah rezeki dalam pandangan keimanan. Bukan rezeki menurut ukuran kaum materials, sekularis, atau hedonis, yang hanya berpijak pada kesenangan duniawi semata. Rezeki dalam pandangan keimanan adalah mencakup setiap kebaikan berupa nikmat dan karunia Allah yang diberikan kepada hamba-Nya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, yang saat ini atau yang nanti di akhirat.

Adab kepada diri sendiri.

Kurikulum adat kepada diri sendiri


1. Meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.

Dalam Hadist di sebutkan Ali ibn Husen ibn Ali ibn Abi Thalib. bahwa Rallullah Shallallahu 'alaihi wasallam (Saw) besabda “Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat bagi dirinya”

2. Menempatkan malu pada tempatnya.

Dalam Hadist disebutkan Dari Salamah az-Zuraqiy mengangkatnya secara marfu' ke Nabi, ia berkata , Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam (Saw) bersabda:

“Setiap agama itu punya akhlak dan akhlak agama Islam adalah rasamalu”

3. Menahan Marah

Dalam hadits disebutkan dari Humaid ibn Abdurraman ibn Auf.  Seseorang Iaki-laki datang menemui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam (Saw) dan berkata Wahai Rasulullah ajarkanlah kepadaku kalimat yang aku hidup dengannya. Jangan perbanyak (perberat) buatku dan membuatku lupa dengan ajaran tersebut. Nabi lalu bersabda: “Janganlah kamu marah” 


Next

SHALAWAT MAHKOTA


صَلاَوَةُالتَّاجٌ

لسيد نا الامام الشيج أبى بكر بن سالم العلوى لثفاءالآسقام

SHALAWAT MAHKOTA



Do’a Tolak Bala’, Serta Penyembuh Segala Penyakit Jasmani / Rohani
Dari Waliyullah : Assayyid Al-Imam Assyeikh Abu Bakar Bin Salim Al-Alawi (Almarhum Almaghfur)

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ صَا حِبِ التَّاجِ
Allahumma shalli wa sallim ‘alaa sayyidinaa muhammad shaahibittaaj

وَاْلمِعْرَاجِ وَاْلبُرَاقِ وَاْلعَلَمِ دَافِعِ اْلبَلآءِ وَالْوَبآءِ
Wal mi’raaji wal buraaqi wal ‘alami daafi’il balaai wal wabaa

وَاْلمَرَضِ وَالْأَلَمِ جِسْمُهُ طَاهِرَُ مُطَهَّرَُ مُعَطَّرَُ مُنَوَّرَُ
Wal maradhi wal alami jismuhu thaahirun muthaharun mu’athatharun munawwarun

مَنِ اسْمُهُ مَكْتُوْبَُ مَرْفُوْعَُ مَوْضُوْعَُ عَلَى الَّلوْحِ وَاْلقَلَمِ
Manismuhu maktubun mar fuu’un mau dhuu’un ‘alaa llawhi wal qalam

شَمْسِ الضُّحَى بَدْ رِالدُّجَى نُوْرُالْهُدَى مِصْبَاحُالضُّلَمِ
Syamsi dhuhaa badriddujaa nuurul hudaa misbaahuzhzulam

أَبِى اْلقَاسِمِ سَيِّدِالْكَوْنَيْنِ وَشَنِيْعِ الثََّقَ لَيْنِ سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ
Abil qaasimi sayyidil kaunayni wa syannii ‘itstsaqalayni sayyidina muhammad

صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلََّمَ سَيِّدِ اْلعَرَبِ وَاْلعَجَمِ
Shallallahu ‘alayhi waaalihi wasallama sayyidil ‘arabi wal ‘azami

نَبِيِّ اْلحَرَ مَيْنِ مَحْبُوْبَُ عِنْدَ رَبِّ اْلمَشْرِقَيْنِ وَاْلمَغْرِبَيْنِ
Nabiyyil haramayni mah buu bun ‘indarabbil masyriqayni wal maghribayni
فَيَا أَيُّهَا اْلمُثْتَاقُوْنَ إِلَى رُوْيَةِ جَمَا لِهِ صَلُّوْا عَلَيْهِ
Fayaa ayyuhal musytaaquuna ilaa ru’yabi jamaa lihi shallu ‘alaihi

وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Wasallimu tasliimaan



S H A L A W A T    T A ’ A  J
Terjemahan (Shalawat Mahkota)

Sesungguhnya Allah dan para ma­Iaikat-Nya berselawat atas Nabi, wahai orang-orang yang beriman berselawat dan bersalamlah kepada Nabi Mu­hammad SAW. Ya Allah, limpahkanlah selawat dan salam kepada junjungan kami,


Nabi Muhammad, pemilik mahkota kemu­liaan, yang melakukan mikraj, yang menunggangi Burak, dan yang meme­gang bendera, menjadi penolak bala dan penyakit yang menular serta segala macam penyakit yang ada.

Tubuhnya suci dan juga disucikan, agung dan bercahaya. Dialah yang namanya tertulis, tertuang dan terangkat pada

Lauh Mahfuz dan catatan-catatan kebaikan. Dia adalah mentari pada waktu duha yang indah, bulan yang bersinar, cahaya petunjuk ke jalan kebenaran, pelita dalam kegelapan, pemimpin dunia dan akhirat

, serta pemberi syafaat bagi kedua alam, ayah Qasim, yang menjadi pemimpin kami semua, Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim,

pemimpin kaum Arab dan ajam (non-Arab), nabi bagi kedua Tanah Haram (Mekah dan Medinah), yang dicintai di sisi Tuhan, penguasa Masyriq (Timur) dan Maghrib (Barat).


Wahai orang-orang yang merindukan cahaya keindahannya berselawat, berse­lawat dan bersalamlah atas Rasulullah. Ya Allah, limpahkan selawat, salam, dan berkah-Mu kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, serta keluarganya.

Shalawat Syekh Abdul Qadir Jaelani


Bismillahirrahmaanirrahiim 

1. Limpahkanlah ya Allah, shalawat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW pembawa berita gembira yang menggembirakan kepada orang-orang mukmin di dalam firman Allah Yang Agung. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang beriman. (Al-Baqoroh, 223). Bahwasanya Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman. (Al-Imran, 171). 

2. Limpahkan ya Allah, shalawat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW pembawa berita gembira yang menggembirakan kepada orang-orang yang berdzikir, di dalam firman Allah Yang Agung. “Karena itu, ingatlah kepada-Ku niscaya Aku ingat kepada mu. (Al-Baqarah, 152). Dengan menyebut nama Allah, dzikir yang sebanyakbanyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan sore. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohon ampunan untukmu). Supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan pada cahaya dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. Salam penghormatan kepada orang-orang mukmin itu. Pada hari mereka menemuinya dengan salam dan dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka. (Al-Ahzab, 43-44). 

3. Limpahkanlah ya Allah, shalawat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW pembawa berita gembira yang menggembirakan kepada orang-orang yang beramal di dalam firman Allah yang Agung, “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amalan orang-orang yang beramal di antara kamu baik laki-laki maupun perempuan. (Ali Imran, 195). Dan barangsiapa menjalankan amal yang sholeh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa hisab. (Al-Mukmin, 40). 

Next Part 2.