Tutorial Hijab Seri 03


1. Kenakan inner/ciput ninja. Siapkan selendang kaos. Sampirkan salah satu sisi selendang di atas kepala. 


2. Semat dengan pentul di tengkuk. 


3. Angkat selendang yang menjuntai, sampirkan sisi selendang tepat di dahi sehingga bagian dalam selendang menjadi menghadap atas. 



4. Bawa ke bahu kanan ujung selendang yang masih menjuntai. Bentuk draperinya hingga rapi. 


Tutorial Hijab Seri 02


1. Kenakan inner/ciput ninja. Siapkan selendang, sampirkan di atas kepala dengan 2 sisi sama panjang 


2. Bawa kedua sisi selendang ke belakang dan silangkan di bawah cepol. 


3. Bawa ujung selendang sebelah kanan ke depan dan lingkarkan di leher. 



4. Bawa kedua sisi selendang ke belakang dan silangkan di bawah cepol. 


Tutorial Hijab Seri 01


1. Kenakan inner/ciput ninja. Siapkan selendang dengan dua muka, sampirkan di atas kepala dengan dua sisi sama panjang dan semat dengan jarum di tengkuk. 



2. Ambil salah satu juntaian, sisi dalam di luar, tarik sejumput di kiri kanan,bawa ke bawah cepol. 


3. Satukan kedua ujung tadi tepat di atas cepol, cepol tidak tertutup. 


4. Angkat juntaian lainnya, tanpa dibalik, tangkupkan langsung di atas kepala 


5. Posisikan sisa juntaian di sisi kanan kepala dan sematkan bros atau jarum pentul



Mulailah Bersikap Qana'ah


Mulailah Bersikap Qana'ah


Mulailah Bersikap Qana'ah

Merasa cukup atas apa yang telah dikaruniakan Allah SWT kepada kita adalah pengertian qana'ah. Sikap Qana'ah mampu menjauhkan diri dari sifat tamak. Sebab sesungguhnya rezeki yang kita dapatkan sudah menjadi ketentuan Allah SWT. Apapun yang kita terima dari Allah SWT merupakan karunia yang tiada terhingga. Oleh karena itu, sebagai umat Islam kita wajib bersyukur kepada-Nya.

Qona'ah bukan berarti hidup kita menjadi bermalasmalasan. Kita tidak mau berusaha sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Justru orang yang memiliki sikap qona'ah selalu giat berusaha dan bekerja, namun apabila hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, seseorang tersebut akan tetap rela hati menerima hasil tersebut dengan rasa syukur kepada Allah SWT. Sikap qana'ah akan mendatangkan rasa ikhlas dalam hidupnya.

Qana'ah menjauhkan diri dari rasa tidak puas juga perasaan kurang. Seseorang yang bisa disebut memiliki sifat qona'ah apabila memiliki pendirian dengan apa yang telah diperoleh. Seseorang tersebut bersyukur atas yang ada pada dirinya karena semua adalah kehendak Allah SWT. Qana'ah bukan hanya menerima apa adanya tanpa ada usaha selanjutnya. Berapapun hasil usaha, sedikit atau banyak seseorang akan menerimanya dengan lapang dada atau rasa syukur

Seseorang yang memiliki sikap qana'ah terus usaha untuk menambah usahanya tersebut. Seseorang yang qana'ah adalah orang yang telah berusaha maksimal dan menerima hasil usahanya tersebut dengan rasa syukur dan ada usaha untuk berusaha dengan lebih baik lagi. Seseorang yang berusaha untuk mencapai yang lebih baik lagi bukan berarti serakah atau rakus terhadap dunia. Karena sebaik-baik manusia adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin.

Qana'ah mengandung lima hal yang perlu kita pahami, yaitu menerima dengan rela apa yang telah dimiliki, berusaha dan memohon kepada Allah SWT untuk mendapatkan yang lebih baik, Menerima dengan sabar dan ikhlas akan ketentuan Allah SWT. Bertawakal kepada Allah SWT, dan Tidak terpedaya oleh tipu daya dunia. Seorang muslim memiliki sifat qana'ah akan selalu berlapang dada. berhati tenteram, merasa kaya. berkecukupan, dan merasa bebas dari sifat tamak dan serakah. Seseorang yang qana'ah memiliki kekuatan batin untuk mendorong seseorang dalam meraih kemenangan dan kejayaan hidup berdasarkan kemandirian dengan tetap memohon kepada karunia Allah SWT.

Setan selalu menggoda manusia untuk tidak Qonq'ah terhadap dunia. Akibatnya manusia selalu merasa kurang terhadap apa yang diberikan oleh Allah SWT. Memang sifat Qona'ah itu tidak jatuh dari langit dengan sendirinya kepada manusia. tetapi harus diasah dan dilatih oleh seseorang sendiri. Dan hanya dengan sikap sabar bisa menumbuhkan sifat Qona'ah. Sabar untuk selalu berusaha merasa puas terhadap apa yang didapatnya. Dengan sifat Qona'ah ini, orang akan selalu merasa bersyukur, sehingga mudah baginya untuk berbagi kepada orang lain dan dapat menghilangkan sifat serakah dalam
hati.

Seseorang yang memiliki sikap qana'ah akan terhindar dari berbagai akhlak buruk yang dapat mengikis habis pahala kebaikan. Seperti hasad. namimah. dusta, dan akhlak buruk lain. Faktor terbesar yang mendorong manusia melakukan berbagai akhlak buruk tersebut adalah tidak merasa tidak cukup dengan rezeki yang Allah berikan. Sikap tamak terjadi karena kecewa akan duniajika bagian dunia yang diperoleh hanya sedikit.

Kaya hendaknya diiringi dengan taqwa. Bertaqwa adalah sikap selalu merasa cukup dengan kekayaan yang dimiliki. Kita tidak rakus dengan terus menambah. Kalau pun menambah karena hartanya dikembangkan, kita pun merasa cukup dengan karunia Allah SWT yang ada. Bertaqwa berarti selalu menunaikan kewajiban yang berkaitan dengan harta tersebut dapat melalui zakat. Qana'ah mengajarkan kita untuk menempuh jalan yang benar dalam mencari harta dan menjauhi cara memperoleh harta yang diharamkan Islam. Untuk itu marilah kita berusaha mendapat sikap qana'ah.dengan beberapa cara sebagai berikut.

  • Menguatkan Iman 

Menguatkan iman dengan cara membiasakan hati untuk menerima apa adanya dan merasa cukup terhadap pemberian Allah SWT, karena hakikat kaya itu ada di dalam hati. Siapa pun yang memiliki sikap kaya hati maka dia akan mendapatkan nikmat kebahagiaan dan kerelaan meskipun dia tidak mendapatkan makan pada hari itu. Sebaliknya siapa pun yang hatinya fakir maka meskipun dia memilki dunia seisinya kecuali hanya satu dirham saja, maka dia memandang bahwa kekayaannya masih kurang sedirham, dan dia masih terus merasa miskin sebelum mendapatkan dirham itu.

Meyakini Ketetapan Rezeki Seorang muslim yakin bahwa rezkinya sudah tertulis sejak dirinya berada di dalam kandungan ibunya. Seorang hamba hanya diperintah kan untuk berusaha dan bekerja dengan keyakinan bahwa Allah SWT yang memberinya rezeki dan bahwa rizkinya telah tertulis.
  • Mengingat Al-Qur'an

Bacalah Al-Qur'an niscaya hatimu akan tenteram. Membaca AI-qur'an terutama membaca dan mempelajari ayat-ayat yang berkenaan dengan rezeki dan bekerja. Apa saja yang Allah SWT anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kita, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Allah SWT memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hambaNya.
  • Bersyukur

Allah SWT menentukan perbedaan rezki dan tingkatan seorang hamba dengan yang lainnya adalah supaya terjadi dinamika kehidupan manusia di muka bumi saling tukar manfaat, tumbuh aktivitas, dan agar antara satu dengan yang lainnya saling memberi kan pelayanan dan jasa. Allah SWT telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia dan Alah SWT telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang Iain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.
  • Banyak Memohon Qana'ah kepada Allah 

Sebagai contoh bahwa Rasulullah manusia yang paling qana'ah, ridha dengan apa yang ada dan paling banyak zuhudnya. Beliau juga seorang yang paling kuat iman dan keyakinannya, namun demikian beliau masih meminta kepada Allah agar diberikan qana'ah. Karena begitu qana'ahnya. Rasulullah tidak meminta kepada Allah SWT kecuali sekedar cukup untuk kehidupan saja, dan meminta disedikitkan dalam dunia (harta).
  • Menyadari bahwa Rizki Tidak Diukur dengan Kepandaian. 

Semestinya kita harus menyadari dan paham bahwa rezki seseorang itu tidak tergantung kepada kecerdasan akal semata, kepada banyaknya aktivitas, keluasan ilmu, meskipun dalam sebagiannya itu merupakan sebab rizki, namun bukan ukuran secara pasti.Kesadaran tentang hal ini akan menjadikan seseorang bersikap qana'ah. terutama ketika melihat orang yang lebih bodoh, pendidikannya lebih rendah dan tidak berpengalaman mendapatkan rizki lebih banyak daripada dirinya, sehingga tidak memunculkan sikap dengki dan iri.
  • Melihat Ke Bawah

Di daalam urusan dunia hendaknya kita melihat kepada orang yang lebih rendah, jangan melihat kepada yang lebih tinggi, sebagaimana sabda Rasulullah, Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kamu dan janganlah melihat kepada orang yang lebih tinggi darimu. Yang demikian lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.

Membiasakan Bersedekah Sejak Sekarang



Membiasakan Bersedekah Sejak Sekarang


Membiasakan Bersedekah Sejak Sekarang

Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api. (HR. Tirmidzi).

Di dalam Islam, bersedekah sangatlah dianjurkan. Sedekah adalah memberikan materi atau jasa dengan tujuan meringankan beban orang lain yang membutuhkan. Sedekah juga bermaksud memberi kebahagiaan bagi orang lain. Tidak hanya memberikan barang dan uang yang disebut sebagai sedekah. Dengan memberikan senyum terbaik kita pun bernilai sedekah. Apabila kita dengan tulus bersedekah, maka Allah SWT juga akan membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda.

Sedekah memiliki banyak keutamaan sebagaimana janji Allah SWT. Namun, ada beberapa kesalahan bersedekah yang perlu kita ketahui agar tidak kita lakukan. Sebab kesalahan-kesalahan dalam bersedekah hanya akan membuat sedekah kita menjadi sia-sia. Selain itu kita juga harus mengetahui keutamaan bersedekah. Agar sedekah semakin mantap. Sudah saatnya memulai bersedekah tanpa harus takut harta kita menjadi berkurang. Justru dengan bersedekah rezeki semakin melimpah

Berikut kesalahan-kesalahan dan keutamaan bersedekah yang periu kita ketahui. 

1. Kesalahan-Kesalahan Dalam Bersedekah 
  • Tidak Ikhlas dan Riya' Dalam Bersedekah 

Sebab tidak diterimanya sedekah di sisi Allah SWT adalah bersedekah namun dengan hati yang tidak ikhlas. Seringkali beberapa orang di antara kita juga ada yang bersedekah namun ingin disebut sebagai orang yang dermawan. Seseorang yang bersedekah hanya ingin mendapat pujian dari orang lain. Sesungguhnya amalan sedekah yang diterima Allah SWT adalah amalan yang ikhlas hanya karena Allah SWT. Sedekah merupakan ibadah yang mulia. Apabila ibadah namun ada embelembelnya. maka ibadah tersebut hanya sia-sia belaka. 
  • Bersedekah Hanya Untuk Mendapatkan Ganti Di Dunia 

Sebagaimana firman Allah SWT bahwa barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya. niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. ltulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat. kecuali neraka dan lenyapiah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. Dalam ayat tersebut jelas tersurat bahwa mereka yang bersedekah 
hanya diniatkan untuk keuntungan dunia, maka pahala untuk akhirat lenyap. Dan segala menjadi sia-sia. Sesungguhnya niat beramal seseorang terdiri dari beragam niat. 

Di antara niat-niat tersebut adalah sebagai berikut. 

Niat Dunia 
Apabila seseorang bersedekah dengan niat murni mendapatkan keuntungan di dunia dan sama sekali tidak memiliki keinginan mengharap ridha Allah SWT dan kehidupan akhirat, maka orang tersebut di akhirat tidak akan mendapatkan satu bagian nikmat pun. Sesungguhnya amalan semacam ini tidaklah muncul dari seorang mukmin. Seorang mukmin sejati meskipun sedang lemah imannya, dia pasti selalu mengharapkan wajah Allah dan negeri akhirat. 

Niat Dunia dan Akhirat 
Apabila niat bersedekah seseorang untuk mengharap ridha Allah SWT dan untuk mendapatkan dunia sekaligus, lalu lafal niatnya untuk kedua-duanya sama atau mendekati. maka semacam ini akan mengurangi tauhid dan keikhlasannya dalam bersedekah. Amalannya dinilai memiliki kekurangan karena keikhlasannya tidaksempurna.

Niat Akhirat 
Apabila seseorang telah beramal dengan ikhlas hanya ingin mengharap ridha Allah SWT semata. namun di balik keihklasannya itu dia mendapatkan upah atau hasil yang dia ambil untuk membantunya dalam beramal (semacam mujahid yang berjihad lalu mendapatkan harta rampasan perang. para pengajar dan pekerja yang menyokong agama yang mendapatkan upah dari negara setiap bulannya), maka tidak mengapa mengambil upah tersebut. Hal tersebut juga tidak mengurangi keimanan dan ketauhidannya. Sebab niat awal seseorang tersebut tidak beramal untuk mendapatkan dunia. 

  • Mengungkit-ungkit Sedekah dan Menyakiti Penerimanya 

Sebagaimana firman Allah SWT bahwa orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima. Apabila hal tersebut dilakukan maka sedekah menjadi sia-sia hanya karena si pemberi mengungkit-ungkit sedekah yang telah kita beri dan kita menyakiti yang menerima. Seseorang tidak mendapatkan pahala sedekah akibat melakukan dua kesalahan tersebut. 


2. Keutamaan-keutamaan Bersedekah 

  • Malaikat mendoakan orang yang bersedekah agar mendapatkan gantinya. Sebagaimana sabda Rasulullah Ya Allah, berilah orang yang bersedekah, gantinya! 
  • Orang yang bersedekah ditolong dari setan Sebagaimana sabda Rasulullah bahwa tidaklah seseorang mengeluarkan sedikit dari sedekah hingga keluarlah 70 setan dari kedua rahangnya. 
  • Sedekah dapat menyembuhkan penyakit. Sebagaimana sabda Rasulullah bahwa Obatilah orangorang yang sakit dari kalian dengan sedekah. 
  • Sedekah meredamkan murka Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

Sebagaimana sabda Rasulullah sebagai berikut. Sesungguhnya sedekah akan memadamkan 
murka Allah. 
  • Sedekah akan memadamkan dosa Sebagaimana sabda Rasulullah.Sedekah memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api. 
  • Sedekah dapat menjaga kehormatan dan kemuliaan. Sebagaimana sabda Rasulullah Belalah kehormatanmu dengan hartamu!
  • Sedekah membantumu untuk meraih khusnul khotimah. Sebagaimana sabda Rasulullah Perbuatan-perbuatan baik akan melindungi dari kematian yang buruk
  • Sedekah melindungimu dari nyala api neraka Sebagaimana sabda Rasulullah Setiap orang akan berada di dalam naungan sedekahnya hingga diputuskan perkara di antara manusia.
  • Sedekah melepaskan hutangmu pada hari kiamat. Sebagaimana sabda Rasulullah Siapa yang melepaskan hutang seorang mayit yang menanggung hutang, maka Allah akan melepaskan tanggungannya pada hari kiamat.
  • Sedekah melindungimu dari siksa api neraka. Sebagaimana sabda Rasulullah Wahai 'Aisyah. bedindunglah dari siksa api neraka wakau dengan sebutir kurma. karena ia menutupi kekaparan dari orang yang lapar dan menggantinya dengan kenyang. 

Menyatukan Hati Seindah Sunnah Nabi

Bismillahirrohmanirrohim




Assalamualaikum Wr Wb
Kami dari *Sahabat Al-Muttaqin (SAM)* & *DKM Al-Muttaqin Bogor* mengundang jamaah sekalian untuk menghadiri Kajian*"Duet Maut Dua Putra Melayu"* dengan tema "Menyatukan Hati Seindah Sunnah Nabi"yang akan diadakan pada :

🗓 Kamis, 21November 2019
⏰ Ba'da Magrib Pukul 18:00 - 21:00
🎥 Live Streaming Channel Youtube Kalam TV
🕌 Lokasi : Masjid Al-Muttaqin, Bogor
Maps :https://maps.app.goo.gl/BL6ej

Yang Menghadirkan *"Ustadz Abdul Somad. Lc, MA & Ustadz Maheer At - Thuwailibi*"_
Yuk ajak keluarga, saudara dan teman-temannya untuk hadir.

*Free & Terbuka untuk umum*


Upayakan Tidak Melalaikan Allah SWT Dalam Keseharian


Upayakan Tidak Melalaikan Allah Dalam Keseharian 




Segala perbuatan yang lahir maupun batin selalu diawasi oleh Allah SWT. Orang-orang yang tertutup hatinya akan berbuat semaunya sendiri seolah-olah tidak ada Allah SWT yang mengawasinya. Berbagai perbuatan maksiat terjadi dikarenakan kita lalai bahwa Allah SWT selalu mengawasi kita. Itulah akibatnya dari mata hati yang mati dan tidak bisa melihat Allah SWT.

Salah satu nikmat Allah SWT yang sangat besar bagi manusia adalah ketenangan dan ketentraman. Ketenangan dan ketrentaman hanya diberikan kepada umat-Nya yang terpilih. Pola pikir yang salah adalah ketika orang mengganggap ketenangan berasal dari banyaknya harta yang dimiliki. Sesungguhnya hakikat ketenangan adalah sesuatu yang dapat mendekatkan lagi diri kita kepada Allah SWT dan dan rasa ringan untuk melaksanakan dan menyempurnakan ketaatan kepada perintah-Nya.

Dzikir berarti mengingat. Mengingat dengan menyebut asma Allah dengan memuji kebesaranNya. Berdzikir setelah shalat hendaknya mencukupkan dengan dzikir-dzikir yang telah disyari'atkan dan dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Do'a artinya memohon. Memohon kepada Allah Swt segala keinginan kita. Waktu yang paling baik untuk berdo'a adalah setelah shalat sebab suasana khusyuk setelah shalat adalah saat yang tepat.

Jiwa yang tenteram adalah jiwa yang banyak mengingat Allah SWT dimanapun berada. Hati yang hidup merupakan hati yang banyak mengingat Allah SWT. Namun, di saat hati telah mati. maka semakin sulitjiwa untuk mengingatAIlah SWT, justru banyak mengingat tentang hal keduniaan semata-mata. Sebaiknya hal yang demikian ini kita hindari. Agar Allah selalu ridha pada setiap langkah kita.

Bagaimana agar dalam hidup ini kita selalu melihat dan merasakan kehadiran Allah SWT? Belajarlah untuk tidak berbuat maksiat dan membiasakan diri tidak meninggalkan kewajibankewajiban yang telah diperintahkan-Nya. Tanamkan dalam diri bahwa Allah SWT selalu mengawasi kita. Allah SWT lah yang menciptakan kita, Allah SWT lah yang memberi rezeki pada kita. Allah SWT yang akan mematikan kita. dan Allah SWT yang akan menghidupkan kita kembali. Berikut cara agar kita selalu ingat kepada Allah setiap saat setiap waktu.

1. Berdzikir Kepada Allah SWT 

Dzikir kepada Allah SWT merupakan cara agar selalu ingat kepada Allah SWT. Dzikir bermakna selalu ingat kepada Allah SWT dengan menghadirkan nama-Nya didalam hati serta menyebutkan nama-Nya dalam beragam peluang. Dzikir merupakan bentuk mengingat Allah SWT dan dengan berdzikir kepada Allah SWT, hati kita menjadi tenang dan tentram.

Apabila seorang berdzikir dengan menyebut nama Allah SWT, maka ketenangan jiwa akan kita peroleh. Saat ada dalam ketakutan lalu berdzikir dalam wujud menyebutkan ta'awudz (mohon perlindungan Allah). hati akan menjadi tenang. Saat berbuat dosa lalu berdzikir dalam wujud menyebutkan kalimat istighfar atau taubat, kita akan tenang kembali, karena terasa sudah diampuni dosa-dosanya itu.

Saat memperoleh kesenangan yang berlimpah lalu kita berdzikir dengan menyebutkan hamdalah. maka kita akan mencapai ketenangan karena bisa memakainya dengan baik serta begitulah selanjutnya hingga dengan berdzikir, ketenangan jiwa akan didapat seseorang muslim. Sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut. Beberapa orang yang beriman serta hati mereka jadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah cuma dengan mengingatIah Allag hati jadi tentram.

Berdzikirlah dengan hati demi meraih ketenangan jiwa. dzikir bukan sekedar dikerjakan dalam wujud menyebutkan nama Allah, namun juga dzikir dengan hati serta perbuatan. Karenanya, seseorang mu'min senantiasa berdzikir pada Allah dalam beragam peluang. baik duduk. berdiri ataupun berbaring.

2. Mengingat Kematian 

Kematian sebenarnya sangat dekat, lebih dekat dari urat leher kita. Setiap manusia yang ada di dunia ini tinggal menunggu waktu. Waktu di saat kematian akan menjemput.

3.Mengikuti Tausiah 

Mengikuti tausiah secara rutin tujuannya adalah agar iman kita semakin bertambah dari hari ke hari. Dengan bertambahnya iman ini, maka kedekatan kita kepada Allah SWT tidak perlu dipertanyakan lagi.

4. Bersyukur 

Bersyukur adalah salah satu cara yang dapat kita lakukan agarAllah SWT semakin sayang kepada kita. Bersyukur juga sama artinya dengan merasakan kebesaran Allah SWT atas semua ciptaan-Nya yang ada di langit dan bumi. Jangan selalu melihat ke atas, lihatlah orang lain yang lebih susah. Begitu banyak nikmat yang diberikan oleh-Nya kepada kita.

Allah SWT memberikan pada kita banyak kesenangan. Kesenangan-kesenangan tersebutlah yang mesti kita syukuri. Dengan bersyukur kepada Allah SWT, hati menjadi tenang. Semakin sering kita bersyukur, maka semakin bertambah nikmat yang akan Allah SWT berikan kepada kita. Namun apabila kita lupa tidak bersyukur, maka kesenangan yang Allah SWT berikanlah itu kita anggap untuk suatu hal yg tidak ada berarti serta walau jumlahnya banyak kita rasakan untuk suatu hal yang sedikit.

5. Mengatakan Hal Yang Benar Sekalipun Pahit

Agar senantiasa berada di atas jalan kebenaran maka haruslah kita berbuat kebaikan dan kebenaran. Kebenaran harus diperjuangkan. Pelanggaran terhadap kebenaran akan mendatangkan kegelisahan. Ketenangan jiwa akan tercapai apabila kita tidak melanggar nilai kebenaran

Sebaliknya, pelanggaran terhadap kebenaran akan berpengaruh terhadap ketenangan jiwa. Lihat saja orang yang kerap melakukan maksiat dalam hidupnya, mereka akan berasa gelisah walaupun nampak senang dan ceria.

Hindari Bangga Pada Rezeki Yang Tidak Halal


Hindari Bangga Pada Rezeki Yang Tidak Halal 




Setiap manusia mendambakan kehidupan bahagia. tentram, dan jauh dari kata susah. Banyak hal yang kita lakukan demi ten/vujudnya apa yang kita impikan. Tidak jarang kita mengorbankan harta, waktu, dan tenaga untuk meraih apa yang kita sebut sebagai kebahagiaan. Di antara kita. banyak orang yang justru menempuh jalan yang saIah. JaIan yang sesat yang pada akhirnya menjerumuskan kita ke dalam jurang kesengsaraan. 

Sesungguhnya rezeki yang kita dapatkan dengan cara tidak halal hanya akan menimbulkan malapetaka. Bencana atau malapetaka akan menimpa orang-orang yang haus akan harta dan mendapatkannya dengan jalan tidak halal. Semakin seseorang mengejar kekayaan duniawi dengan jalan tidak halal, semakin banyak pula dirinya akan menerima azab dari Allah SWT. 

Seseorang yang dalam hidupnya menimbun kekayaan dari jalan yang haram, tidak mungkin merasakan kebahagiaan dan ketenangan hidup. Harta dan kemewahan duniawi yang didapatnya justru akan membawa penderitaan yang berkepanjangan dalam hidupnya. Harta yang haram merupakan salah satu faktor utama yang menjadikan manusia selalu ditimpa 
bencana dan kesulitan dalam hidupnya. Berikut penjelasan mengenai betapa bahayanya mencari rezeki yang tidak halal. 

1. Tertolaknya Amalan 
Sebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh HRAth Thabrani. Ketahuilah bahwa suapan haram jika masuk ke dalam perut salah satu dari kalian, maka amalannya tidak diterima selama 40 hari. 

2. Tidak Terkabul Doa 
Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits bahwa Rasulullah SAW bersabda bahwa seorang lelaki melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut, mukanya berdebu, menengadahkan kedua tangannya ke langit dan mengatakan. “Wahai Rabbku! Wahai Rabbku!" Padahal makanannya haram dan mulutnya disuapkan dengan yang haram, maka bagaimanakah akan diterima doa itu? 

3. SebabTerkikisnya amal.  
Sebagaimana sabda Rasulullah sebagai berikut. Tidaklah peminum khamr, ketika ia meminum khamr termasuk seorang mukmin. 

4. Kunci Pintu Neraka 
Sebagimana sabda Rasulullah sebagai berikut. Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram, kecuali neraka lebih utama untuknya. 

5. Tertutupnya Pintu Hati 
Sebagaimana riwayatAt Tustari seorang mufassir juga mengatakan sebagai berikut. Barangsiapa ingin disingkapkan tanda-tanda orang yang jujur (shiddiqun), hendaknya tidak makan, kecuali yang halal dan mengamalkan sunnah. (Ar Risalah AI Mustarsyidin : hal 216). 

Stop Memupuk Dosa dan Maksiat


Stop Memupuk Dosa dan Maksiat

Stop Memupuk Dosa dan Maksiat


Sesungguhnya kita tidak pernah terlepas dari bayang-bayang kemaksiatan dalam diri kita. Kemaksiatan yang kita lakuan sesungguhnya menjadikan Allah SWT tidak ridho dan tentu saja secara tidak langsung menjadikan kita semakin jauh dari rahmat-Nya. Kemaksiatan berujung pada sikap kita yang tidak lagi menjalankan perintah-Nya. Ibadah seperti sholat, puasa, sedekah berlalu begitu saja. Beramal sholeh pun hanya angan-angan belaka. 

Kemaksiatan memang menawarkan segudang kesenangan dan kebahagiaan duniawi, namun tidak untuk urusan akhirat. Kemaksiatan sama saja membawa kita ke dalam jurang kehancuran. Allah SWT hanya akan mengingat umat-Nya yang rajin beribadah. Tudak mudah memang untuk meninggalkan perbuatan maksiat. Apalagi bagi yang sudah terlanjur basah menikmati kesenangan yang tercipta dari perbuatan maksiat. 

Meninggalkan maksiat memang lebih berat daripada mengerjakan perintah Allah SWT. Hanya orang-orang yang tergerak hatinya lah yang sanggup meninggalkan maksiat. Orang-orang yang terbimbing untuk bertaubat dengan taubatan nasuha, sebenar-benamya taubat. Apa sajakah yang termasuk dosa besar dalam Islam? Dosa besar yang sesungguhnya akan menghalangi datangnya rezeki kita. Bagaimana cara kita meninggalkan maksiat dan dosa-dosa tersebut. Pemahaman mengenai dosa besar dan cara meninggalkannya adalah sebagai berikut. 


A. Macam Dosa Besar 


Dosa merupakan tindakan yang melanggar aturan yang telah ditetapkan Allah SWT. Berikut 10 Dosa Besar dalam Islam yang wajib kita ketahui untuk kita hindari atau tinggalkan. 


1. Syirik atau Menyekutukan Allah SWT 

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syin'k) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (QS. An Nisaa: 48).

2. Berputus Asa 
Dari Rahmat Allah SWT Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kahr. (QS. Yusuf: 87)

3. Merasa Aman Dari Ancaman Allah SWT 
Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (QS. Al A'raaf: 99)

4. Durhaka Kepada Kedua Orang tua 
Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. ( QS Maryam : 32).

5. Membunuh
Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu'min dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya. (QSAn Nisaa: 93).

6. Menuduh Wanita Baik-baik Berbuat Zina 
Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanitawanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la'nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar( QS. An Nuur: 23) 

7. Riba 
Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. (QS Al Baqarah: 275) 

8. Berbuat Zina 
Barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu. (QS. Al Furqaan: 68-69) 

9. Memakan Harta Anak Yatim 
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). ( QS. An Nisaa: 10) 

10. Lari Dari Medan Pertempuran 
Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dan' Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya. ( QS. AIAnfaal: 16) 


B. Cara Meninggalkan Maksiat atau Dosa Besar 

1. Peliharalah Mata 
Peliharalah mata agar terhindar dari maksiat dengan cara menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT. nggalkan sejauh-jauhnya melihat segala sesuatu yang dapat membangkitkan hawa nafsu. Termasuk di dalamnya janganlah memandang orang lain dengan pandangan yang rendah dan melihat aib orang lain hanya untuk berniat menjelek-jelekannya. 

2. MenjagaTelinga 
Berhenti mendengar perkataan yang tidak berguna seperti halnya ungkapan-ungkapan kotor dan hal lainnya yang bersifat mudhorot. Hal ini merupakan bentuk menjaga telinga dari maksiat. 

3. Peliharalah Lidah 
 Lidah seringkali membawa kita ke arah yang menjerumuskan diri kita sendiri. Misalnya saja banyak pertengkaran, perselisihan, dan kerusakan di muka bumi ini dikarenakan menggunakan lidah untuk berbicara halhal yang sewenang-wenang. Baik kata-kata kotor, menyakiti, bahkan kata-kata mengejek satu sama lain. Oleh sebab itu, mulai saat ini pergunakan lidah untuk sesuatu yang baik. 

4. Menjaga Perut 
 Sesungguhnya segala yang telah masuk ke dalam perut akan berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap tingkah akhlaq seseorang. Oleh sebab itu jagalan perut dari makanan yang haram. Meskipun halal. hindari secara berlebihan. Sebab hal itu akan menumpulkan pikiran dan hati nurani. Kita pun akan terserang obesitas atau kelebihan berat badan, apabila tidak mengontrol urusan perut. 

5. Menjaga Kemaluan 
 Menjaga kemaluan dengan mengendalikan dorongan melakukan apa-apa yang diharamkan oleh Allah SWT. Sebagaimana flrman Allah SWT. Dan mereka yang selalu menjaga kemaluan mereka, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau apaapa yang mereka miliki maka mereka tidak tercela. ( QS. Al Mukminun: 5-6) 

6. Menjaga Tangan 
 Menjaga kedua tangan dari melukai seseorang. Kendalikan diri ketika akan bertindak sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT. , menyiksa kucing, menyakiti makhlukAIIah dan menulis sesuatu yang diharamkan 

7. Menjaga Kaki
Peliharalah kedua kaki dari berjalan ke tempat yang 
diharamkan oleh Allah SWT. Janganlah berjalan menuju kelompok orang atau penguasa yang zalim tanpa ada alasan darurat karena sikap dan tindakan itu dianggap menghormati kezaliman mereka, sedangkan Allah SWT menyuruh kita berpaling dari orang yang zalim. 


Berhenti Berprasangka Buruk Kepada Allah SWT


Adakalanya pada suatu waktu, kita merasa rezeki kita tidak selancar biasanya. Seperti ada yang menghambat datangnya rezeki ke arah kita. Apabila hal tersebut terjadi, maka kita perlu introspeksi diri. Barangkali ada banyak hal yang menjadi penyebab rezeki kita ditahan oleh Allah SWT. Baik berupa dosa yang kita lakukan maupun kesalahan yang tidak kita sadari terus menerus kita biasakan. Mari bersih-bersih diri agar rezeki selalu mengikuti ke manapun langkah kita. 



Berhenti Berprasangka Buruk Kepada Allah SWT 

Dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-Iaki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-Iaki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Alloh memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali. (AI-Fath: 6)

Berprasangka buruk kepada Allah SWT merupakan bentuk ingkar pada takdir yang telah Allah SWT tetapkan. Sikap berburuk sangka merupakan bentuk kekufuran yang tentu saja akan menghilangkan atau mengurangi iman seseorang. Sesungguhnya, tidak ada yang dapat menghindar dari prasangka buruk ini kecuali bagi orang-orang yang bertaqwa. Sudah selayaknya kita berusaha masuk ke dalam golongan orang-orang yang bertaqwa dan juga golongan orang-orang yang berakal dan mau membenahi diri dari kesalahan. 

Prasangka buruk disebut juga sebagai su'udzon. Prasangka buruk termasuk sedusta-dusta perkataan. Kebalikannya adalah Husnuzan. Husnuzon artinya berprasangka baik. Buruk sangka hukumnya haram, karena akan merusak keharmonisan. Baik keharmonisan kehidupan rumahtangga. keluarga, maupun keharmonisan kehidupan di dalam masyarakat. Allah SWT menyerukan kepada orang-orang yang beriman agar menjauhi prasangka. Prasangka itu termasuk dosa dan kesombongan. 

Sesungguhnya prasangka buruk akan menyebabkan ketidaknyamanan dalam pergaulan, merenggangkan hubungan persahabatan, hilangnya rasa saling percaya, dan tumbuhnya rasa saling curiga. Padahal hilangnya rasa saling percaya dan berganti dengan saling curiga dapat berakibat hancurnya rasa kebersamaan di dalam kehidupan sosial. 

Ubahlah persangkaan buruk kita kepada Allah SWT dengan persangkaan yang baik kepada-Nya. Sesungguhnya berprasangka baik kepada Allah SWT dapat dilakukan dengan cara meyakini apa yang menjadi ketetapan-Nya. Selain itu kita wajib meyakini bahwa segala sesuatu yang Allah SWT takdirkan bagi kita pasti ada hikmahnya. Seperti halnya keyakinan bahwa Allah SWT menyayangi umat-Nya. Allah SWT juga memaafkan dan mengampuni kesalahan umat-Nya setelah bertaubat nasuha. 

Prasangka baik kepada Allah SWT akan mengantar seseorang melakukan kebaikan dan menjauhi kerusakan di muka bumi ini. Berikut yang perlu kita pahami. yaitu bentuk sikap buruk sangka kepada Allah SWT dan cara menghindari berprasangka buruk kepada Allah SWT. 

Bentuk Sikap Buruk Sangka Kepada Allah SWT

  • Prasangka buruk kita kepada Allah SWT bahwa kita menganggap Allah SWT tidak akan menolong umat-Nya yang membela agama-Nya, dari kalangan para Nabi dan Rasul. dan orang-orang shalih. 
  • Prasangka buruk kita kepada Allah SWT bahwa kejadian-kejadian yang terjadi dalam hidup kita bukanlah takdir dari Allah melainkan hanya sekedar kejadian yang memang terjadi dengan sendirinya. Kejadian yang terjadi tanpa ada hikmah pada kejadian tersebut. 
  • Prasangka buruk kita kepada Allah SWT bahwa Allah SWT akan membiarkan makhluk-Nya berbuat semaunya. Ibarat perilaku binatang ternak yang tidak ada hukuman bagi pelaku maksiat dan tidak ada pahala bagi pelaku kebaikan. 
  • Prasangka buruk kita kepada Allah SWT bahwa akan mengadzab waIi-wali-Nya walaupun mereka berbuat baik dan ikhlas dalam beramal. 
  • Prasangka buruk kita kepada Allah SWT bahwa mencintai kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan sebagaimana mencintai iman. kebaikan. dan ketaatan. 

 Cara Menghindari Berprasangka Buruk Kepada Allah SWT

  • Luruskan Pikiran dan Pandangan. Lakukan usaha untuk mengatasi rasa cemas. Berbagai cara kita lakukan agar terbebas dari keresahan. Kita harus bersikap dengan segera. Bagaimana kita mampu menyikapi dan mengubah cobaan berat meniadi sebuah karunia. seperti diungkap oleh Mujtahid dan ulama besar Ibnu Taimiyah berkata. 
  • Tinggalkan Sikap Perfeksionisme. Tinggalkan sikap perfeksionisme atau menginginkan segala sesuatu berjalan dengan semestinya atau berjalan dengan sekehendaknya. Sifat ini banyak menjadikan orang stress dan gangguan jiwa berupa cemas atau gangguangangguan lainnya. 
  • Berhenti Memupuk Iri Dengki. Seringkali ada perasaan cemburu terhadap apa yang dimiliki orang lain. Rasa cemburu salah satu sebab timbulnya rasa khawatir. Rasa cemburu muncul karena kurang memiliki sifat kepercayaan diri Mesti kita pahami, bahwa berpikir cemburu adalah cara berpikir yang keliru dan salah. 




Dalil dan Tuntunan Lengkap Shalat Rebo Wekasan




A.    Kabar Ghaib
Bermula dari kabar ghaib sebagian orang-orang yang ma’rifat kepada Allah menyebutkan bahwa dalam setiap tahun akan turun 320.000 malapetaka. Semuanya terjadi pada Rabu terakhir bulan Shafar. Sehingga hari tersebut menjadi hari tersulit dalam hari-hari tahun itu. (Imam ad-Dairabiy dalam Na’t al-Bidayat wa Tausyifu Nihayat  halaman 195 atau lebih dikenal Mujarrabat ad-Dairabiy al-Kabir, Syaikh al-Buni dalam al-Firdaus, Syaikh Nawawi al-Bantani dalam Nihayat az-Zain halaman 63, Syaikh al-Kamil Faridudin dalam Jawahir al-Khamsi halaman 50-51, Syaikh Imam Hamid al-Quds mufti sekaligus Imam Masjidil Haram Mekah dalam kitabnya Kanz an-Najah wa as-Surur, dan beberapa ulama lainnya).


Ada dua kemungkinan sebab orang yang menolak kabar ghaib tersebut, karena tidak mempercayai karomah dan atau belum menemukan dasar dalilnya. Mengenai karomah, Ahlussunnah wal Jama’ah tidak menyangsikan lagi akan kebenaran dan keberadaannya pada hamba-hamba Allah yang terkasih (Auliya’). Namun bagi sebagian orang (tetangga sebelah) ada yang sama sekali menolak dan tidak mempercayainya. Padahal kalau kita ambil warning dari panutan utama mereka, yakni Ibnu Taimiyah, kita akan temukan beliau termasuk ulama yang sangat mempercayai adanya karamah:
ومن أصول أهل السنة : التصديق بكرامات الأولياء وما يجري الله على أيديهم من خوارق العادات في أنواع العلوم والمكاشفات
“Diantara prinsip Ahlussunnah adalah mempercayai karamah para wali dan apa yang dijalankan oleh Allah melalui tangan-tangan mereka berupa perkara yang menyalahi adat dalam berbagai macam ilmu pengetahuan dan mukasyafah.” (Al-‘Aqidah al-Wasithiyyah).
Adapun dari segi dasar dalilnya, Ibn Abbas Ra. Meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: آخِرُ أَرْبِعَاءَ فِي الشَّهْرِ يَوْمُ نَحْسٍ مُسْتَمِرٍّ.
“Rabu terakhir dalam sebulan adalah hari terjadinya sial terus.” (HR. Waki’ dalam al-Ghurar, Ibn Mardawaih dalam at-Tafsir, al-Khathib al-Baghdadi, al-Hafidz Jalaluddin as-Suyuthi dalam al-Jami’ ash-Shaghir juz 1 halaman 4 dan al-Hafidz Ahmad bin ash-Shiddiq al-Ghumari dalam al-Mudawi li-‘Ilal al-Jami’ ash-Shaghir wa Syarhai al-Munawi juz 1 halaman 23).
Hadits di atas kedudukannya memang dha’if (lemah). Tetapi meskipun hadits tersebut lemah, posisinya tidak dalam menjelaskan suatu hukum, tetapi berkaitan dengan bab targhib dan tarhib (anjuran dan peringatan), yang disepakati otoritasnya di kalangan ahli hadits sejak generasi salaf.
B.    Amaliah Rebo Wekasan
Sholat Rebo Wekasan
Adalah shalat 4 rakaat yang dilaksanakan pada Rabu terakhir bulan Shafar yang bertujuan meminta kepada Allah agar diselamatkan dari malapetaka pada hari itu dan hari-hari selanjutnya sampai setahun yang akan datang. Shalat ini dilaksanakan setelah shalat Isya dan sebelum shalat Witir atau pas di hari Rabunya setelah terbit matahari. Tatacara pelaksanaannya adalah:
Niat shalatnya adalah shalat sunnah mutlak, atau bisa dengan niat khusus berikut ini:
أُصَلِّى سُنَّةً لِيَوْمِ اْلأَ خِرِ مِنْ شَهْرِ الصَّفَرِ لِدَفْعِ اْلبَلاَء ِرَكْعَتَيْنِ لِله تَعَالَى أَللهُ أَكْبَرْ
“Aku niat shalat sunnah hari terakhir bulan Shafar sebanyak dua rakaat agar dijauhkan dari malapetaka karena Allah Ta’ala.”
Setelah selesai membaca al-Fatihah pada tiap-tiap rakaat membaca surat al-Kautsar 17 kali, surat al-Ikhlas 5 kali dan surat al-Mu’awwidzatain 1 kali. Setelah salam membaca bacaan berikut ini masing-masing sebanyak 70 kali:
سُبْحَانَ اللهِ وَاْلحَمْدُ لِله وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ باِللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ .
إِياَّكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ…
Lalu membaca doa shalat sunnah Rebo Wekasan sebagai berikut:
أَللَّهُمَّ يَا شَدِيْدَ اْلقَوِىِّ وَيَاشَدِيْدَ اْلمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّلْتَ بِعِزَّتِكَ جَمِيْعَ خَلْقِكَ إِكْفِنِىْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَامُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ أَللَّهُمَّ بَسِّرْ اْلحَسَنَ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ إِكْفِنِىْ شَرَّ هَذَا اْليَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ يَا دَافِعَ اْلبَلِيَاتِ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلَّابِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ   اَللَّهُمَّ إِعْصِمْنَا مِنْ جَهْدِ اْلبَلاَءِ وَدَرْكِ الشَّقَاءِ وَسُوْءِ اْلقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ اْلأَعْدَاءِ وَمَوْتِ اْلفُجْأَةِ وَمِنْ شَرِّ السَّامِ وَالْبَرْسَامِ وَالْحُمَى وَاْلبَرَصِ وَاْلجُذَامِ وَاْلأَسْقَامِ وَمِنْ جَمِيْعِ اْلأَمْرَاضِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى َسِّيدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ .
▪Tata cara shalat Rebo Wekasan menurut fersi lain adalah pertama berniat shalat sunnah mutlak:
أُصَلِّى سُنَّةً مطلقة ركعتين مأموما / إماما لله تعالى الله أكبر
“Aku niat shalat sunah Mutlak dua rakaat menjadi makmum/imam karena Allah Ta’ala.”
Rakaat pertama setelah al-Fatihah membaca surat al-Falaq 10 kali. Pada rakaat kedua setelah al-Fatihah membaca surat an-Nas 10 kali. Setelah salam membaca:
أستغفر الله العظيم  x 10
اللهم صل على سيدنا محمد x 10
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidatuna Fathimah Ra. bahwa Nabi Saw. bersabda:
مَنْ صَلىَّ لَيْلَةَ اْلأَرْبِعَاءِ رَكْعَتَيْنِ يَقْرَاءُ فِى اْلأُوْلَى فَاتِحَةَ اْلكِتَابِ وَقُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ اْلفَلَقْ عَشْرَ مَرَّاتٍ وَفِى الثَّانِيَّةِ قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ عَشْرَ مَرَّاتٍ ثُمَّ إِذَا سَلَمَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ عَشْرَ مَرَّاتٍ ثُمَّ يُصَليِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَشْرَ مَرَّاتٍ نَزَلَ مِنْ كُلِّ سَمَاءٍ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ يَكْتُبُوْنَ ثَوَابَهُ إِلَى يَوْمِ اْلقِيَامَةِ
“Barangsiapa yang berkenan mengerjakan shalat 2 rakaat di malam Rabu, pada rakaaat pertama membaca surat al-Fatihah dan al-Falaq 10 kali dan pada rakaat kedua membaca al-Fatihah dan an-Nas 10 kali, kemudian setelah salam membaca istighfar 10 kali dan shalawat 10 kali maka 70 malaikat turun dari langit yang bertugas mencatatkan pahalanya sampai hari kiamat.”
Menurut sebagian ulama: “Bala atau malapetaka yang ditakdirkan oleh Allah Swt. akan terjadi selama satu tahun itu semuanya diturunkan dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia pada malam Rabu terakhir bulan Shafar. Maka barangsiapa yang bersedia menulis 7 ayat di bawah ini kemudian dilebur dengan air lalu diminum, maka orang tersebut akan dijauhkan dari malapetaka. Ayatnya adalah sebagai berikut :
سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ , سَلَامٌ عَلَى نُوحٍ فِي الْعَالَمِينَ , سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ , سَلَامٌ عَلَى مُوسَى وَهَارُونَ
سَلَامٌ عَلَى إِلْ يَاسِينَ , سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ , سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ.
Atau lazimnya ayat-ayat tersebut dikombinasikan dengan bentuk sesuai dengan yang ada pada gambar dibawah.
Wallahu Al-Musta’an A’lam.

Tata Krama Berdoa Menurut Al-Ghazali



Tentang tata krama berdoa, al-Ghazali menuliskan aturan yang harus dipenuhi oleh orang yang hendak memanjatkan doa:

1. Hendaklah ia menunggu dan meneliti waktu-waktu yang mulia untuk memanjatkan doanya itu.
2. Hendaklah ia tidak menyia-nyiakan waktu yang dianggap mulia.
3. Seyogianya ia menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangannya sehingga dapat terlihat putih ketiaknya. Selanjutnya, ia mengusapkan kedua tangan itu ke wajahnya ketika telah selesai berdoa.
4. Ia melirihkan suaranya, di antara berbisik dan bersuara keras.
5. Jangan memaksakan diri untuk membuat sajak (berpantun) dalam berdoa. Oleh karena itu, sebaiknya ia tidak melampaui doa-doa yang sudah ada contohnya dari nabi atau para ulama.
6. Dalam berdoa seyogianya disertai rasa rendah diri, khusyu', penuh harapan dan keinginan, serta takut.
7. Mempunyai kemantapan hati dalam berdoa dan yakin bahwa permohonannya pasti akan dikabulkan.
8. Bersungguh-sungguh atau memohon dengan sangat agar dikabulkan doanya itu.
9. Memulai berdoa dengan mengucapkan dzikir kepada Allah, kemudian membaca shalawat nabi, dan mengakhiri doanya itu juga dengan shalawat nabi.
10.Mengerjakan adab (tata krama) batiniah, yaitu bertobat, mengembalikan segala sesuatu yang diperoleh dari perbuatan zalim, benar-benar menghadapkan hati dan jiwa kepada Allah.

Kunci sukses (adalah) shalat subuh jangan sampai qadha.



“Kunci sukses (adalah) shalat subuh jangan sampai qadha. "

Diriwayatkan dari Shakhr al-Ghamidi, ia berkata bahwa Rasulallah bersabda, “Ya Allah, berkatilah umatku di waktu pagi.” (HR. at-Turmudzi, Abu Dawud, Ahmad, dan Ibnu Majah).

Betapa agungnya waktu subuh, sampai-sampai Allah bersumpah dengan waktu tersebut: “Dan demi subuh, apabila fajarnya mulai menyingsing.” (QS. at-Takwir: 18); “Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh. ” (QS. Al-Falaq: 1). Allah Ta'la pasti memiliki rahasia-rahasia yang terkait dengan waktu subuh sehingga Dia bersumpah dengan waktu tersebut.

*❤HAUL/TEPUNG TAHUN PEMBACAAN SOLAWAT NARIAH KE 15❤*

  
*UNDANGAN UNTUK UMUM*
*HADIRILAH DAN SIYARKANLAH*
*RASA HARU DAN BAHAGIA DI HATI KAMI BILA MANA SEMUA JAMAAH BISA MENGHADIRI ACARA HAUL SOLAWAT KE 15*
*HARI.     :SENEN MALAM SELASA*
*TANGGAL  :07 10 2019*
*TEMPAT  :TANAH BARU KOTA BOGOR KEC BOGOR UTARA PONPES ASHOGIRI PIMPINAN MAMA SEPUH&MAMA ANOM)*
*JAM        :20:00S/D SELESAI*
Dan insya Allah akan di Hadiri para 'Alim 'Ulama dan para Habaib.mudah2n semua para jamaah bisa hadir dan mendapatkan berkah solawat di qobul semua hajat berkah solawat
terimakasih atas kehadiranya dam perhatianya...
Jadikan majlis solawat ini ladang amal kita menuju rido nya allah dan rosulnya...ajak semua sodara2 kita kawan2 kita dengan menyebarkan pesan undangan ini kita sudah mendapat kan fahala nya amin
*اللهم اجعل هذا جمعنا جمعا مرحوما،وتفرّقنا من بعده تفرّقًا معصوما*
*اللهم صلّ وسلّم على سيدنا محمّد وعلى آل سيدنا محمّد*

Pengertian, Hukum, dan Dalil Berkurban.

Berkurban' adalah sunnah mu'akkad (yang sangat dianjurkan).
“Qurban” (kurban) artinya hewan yang disembelih di hari ldul Adha dan tiga hari tasyrik (11-13 Zulhijjah), seperti unta, sapi, kambing, dan domba dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Kata “adha”  diambil dari kata “aI-dhahwah yang berarti: memanjangnya waktu siang. Dinamakan “adha” karena ia bertepatan dengan pemulaan penyembelihan kurban. yaitu waktu dhuha.

Dalil yang menjelaskan tentang kurban sebagai sunnah yang sangat dianjurkan (mu'akkad) adalah beberapa ayat, di antaranya firman Allah Swt. :
Qurban

Maka dirikanlah shalat karena Tuhan
mu. dan berkurbanlah (sebagai ibadah
dan mendekatkan diri pada Allah). (QS Al-Kautsar [108]: 2)

Menurut pendapat ahli tafsir yang paling kuat (sahih), “Maksud shalat pada ayat ini adalah shalat ldul Adha. sedangkan maksud aI-nahr(berkurban) adalah menyembelih hewan kurban.”

Selain ayat AI-Quran, banyak juga dalil hadis Nabi Saw. tentang sunnah berkurban. Di antaranya hadis dari Anas r.a. yang menuturkan:

Qurban



“Nabi Saw. pernah berkurban dengan dua domba berwarma putih (dominan putihnya) dan bertanduk. Beliau menyembelihnya sendiri, lalu menyebut nama Allah dan bertakbir. Beliau meletakkan satu kakinya di samping urat leher (hewan yang disembelih.”
(Al-Bukhari, Al-Adhai', Bab "Al-Takbir 'inda al-Dzabh", hadis no. 5245; Muslim, Al-Adhahi,  Bab “Istihbab al-Dhahiyah wa Dzibhiha Mubasyarah bi-la Tawkil ...”, hadis no. 1966).

Ahlussunnah Wal Jama’ah

Ahlussunnah wal Jama’ah terdiri dari kata ahlun artinya golongan, sunnah artinya hadits, dan jama‘ah artinya mayoritas. Maksudnya, golongan orang-orang yang ibadah dan tingkah lakunya selalu berdasarkan pada Al-Qur’an dan hadits, scmentara pengambilan hukum Islamnya mengikuti mayoritas ahli fiqh (sebagian besar ulama ahli hukum Islam).

Dalam menjalankan ritual agamanya, kaum Sunni (sebutan kaum yang mengikuti faham Ahlussunnah wal Jama’ah) menganut satu dari madzhab empat: Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hanbali, serta mengikuti Abu Hasan al-Asy’ari dan Imam al-Maturidi dalam bidang akidah; keduanya dipandang sebagai ulama besar yang telah berjasa mengibarkan bendera “Ahlussunnah wal Jama’ah” dan menyatakan diri keluar dari faham Mu’tazilah.

Ulama empat tersebut di atas telah diakui para ulama seluruh dunia sebagai sangat mumpuni dan termasuk tingkatan Mujtahid (karena kedalaman ilmu agamanya, mereka berhak mengambil ketentuan ijtihad atas Ahlussunnah Wal Jama’ah  Islam dari sumbernya, yakni Al Qur’an dan hadits). Hal ini tentu saja tidak menafikkan sebagian kecil yang mengangkat Imam Mujtahid dengan dukungan beberapa ulama saja.

Dalil berdasarkan Hadist :
1. Hadist Pertama


Aswaja
2. Hadist Kedua. 

3. Hadist Ketiga.