Adab kepada diri sendiri.

Kurikulum adat kepada diri sendiri


1. Meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.

Dalam Hadist di sebutkan Ali ibn Husen ibn Ali ibn Abi Thalib. bahwa Rallullah Shallallahu 'alaihi wasallam (Saw) besabda “Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat bagi dirinya”

2. Menempatkan malu pada tempatnya.

Dalam Hadist disebutkan Dari Salamah az-Zuraqiy mengangkatnya secara marfu' ke Nabi, ia berkata , Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam (Saw) bersabda:

“Setiap agama itu punya akhlak dan akhlak agama Islam adalah rasamalu”

3. Menahan Marah

Dalam hadits disebutkan dari Humaid ibn Abdurraman ibn Auf.  Seseorang Iaki-laki datang menemui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam (Saw) dan berkata Wahai Rasulullah ajarkanlah kepadaku kalimat yang aku hidup dengannya. Jangan perbanyak (perberat) buatku dan membuatku lupa dengan ajaran tersebut. Nabi lalu bersabda: “Janganlah kamu marah” 


Next

SHALAWAT MAHKOTA


صَلاَوَةُالتَّاجٌ

لسيد نا الامام الشيج أبى بكر بن سالم العلوى لثفاءالآسقام

SHALAWAT MAHKOTA



Do’a Tolak Bala’, Serta Penyembuh Segala Penyakit Jasmani / Rohani
Dari Waliyullah : Assayyid Al-Imam Assyeikh Abu Bakar Bin Salim Al-Alawi (Almarhum Almaghfur)

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ صَا حِبِ التَّاجِ
Allahumma shalli wa sallim ‘alaa sayyidinaa muhammad shaahibittaaj

وَاْلمِعْرَاجِ وَاْلبُرَاقِ وَاْلعَلَمِ دَافِعِ اْلبَلآءِ وَالْوَبآءِ
Wal mi’raaji wal buraaqi wal ‘alami daafi’il balaai wal wabaa

وَاْلمَرَضِ وَالْأَلَمِ جِسْمُهُ طَاهِرَُ مُطَهَّرَُ مُعَطَّرَُ مُنَوَّرَُ
Wal maradhi wal alami jismuhu thaahirun muthaharun mu’athatharun munawwarun

مَنِ اسْمُهُ مَكْتُوْبَُ مَرْفُوْعَُ مَوْضُوْعَُ عَلَى الَّلوْحِ وَاْلقَلَمِ
Manismuhu maktubun mar fuu’un mau dhuu’un ‘alaa llawhi wal qalam

شَمْسِ الضُّحَى بَدْ رِالدُّجَى نُوْرُالْهُدَى مِصْبَاحُالضُّلَمِ
Syamsi dhuhaa badriddujaa nuurul hudaa misbaahuzhzulam

أَبِى اْلقَاسِمِ سَيِّدِالْكَوْنَيْنِ وَشَنِيْعِ الثََّقَ لَيْنِ سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ
Abil qaasimi sayyidil kaunayni wa syannii ‘itstsaqalayni sayyidina muhammad

صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلََّمَ سَيِّدِ اْلعَرَبِ وَاْلعَجَمِ
Shallallahu ‘alayhi waaalihi wasallama sayyidil ‘arabi wal ‘azami

نَبِيِّ اْلحَرَ مَيْنِ مَحْبُوْبَُ عِنْدَ رَبِّ اْلمَشْرِقَيْنِ وَاْلمَغْرِبَيْنِ
Nabiyyil haramayni mah buu bun ‘indarabbil masyriqayni wal maghribayni
فَيَا أَيُّهَا اْلمُثْتَاقُوْنَ إِلَى رُوْيَةِ جَمَا لِهِ صَلُّوْا عَلَيْهِ
Fayaa ayyuhal musytaaquuna ilaa ru’yabi jamaa lihi shallu ‘alaihi

وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Wasallimu tasliimaan



S H A L A W A T    T A ’ A  J
Terjemahan (Shalawat Mahkota)

Sesungguhnya Allah dan para ma­Iaikat-Nya berselawat atas Nabi, wahai orang-orang yang beriman berselawat dan bersalamlah kepada Nabi Mu­hammad SAW. Ya Allah, limpahkanlah selawat dan salam kepada junjungan kami,


Nabi Muhammad, pemilik mahkota kemu­liaan, yang melakukan mikraj, yang menunggangi Burak, dan yang meme­gang bendera, menjadi penolak bala dan penyakit yang menular serta segala macam penyakit yang ada.

Tubuhnya suci dan juga disucikan, agung dan bercahaya. Dialah yang namanya tertulis, tertuang dan terangkat pada

Lauh Mahfuz dan catatan-catatan kebaikan. Dia adalah mentari pada waktu duha yang indah, bulan yang bersinar, cahaya petunjuk ke jalan kebenaran, pelita dalam kegelapan, pemimpin dunia dan akhirat

, serta pemberi syafaat bagi kedua alam, ayah Qasim, yang menjadi pemimpin kami semua, Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim,

pemimpin kaum Arab dan ajam (non-Arab), nabi bagi kedua Tanah Haram (Mekah dan Medinah), yang dicintai di sisi Tuhan, penguasa Masyriq (Timur) dan Maghrib (Barat).


Wahai orang-orang yang merindukan cahaya keindahannya berselawat, berse­lawat dan bersalamlah atas Rasulullah. Ya Allah, limpahkan selawat, salam, dan berkah-Mu kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, serta keluarganya.

Shalawat Syekh Abdul Qadir Jaelani


Bismillahirrahmaanirrahiim 

1. Limpahkanlah ya Allah, shalawat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW pembawa berita gembira yang menggembirakan kepada orang-orang mukmin di dalam firman Allah Yang Agung. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang beriman. (Al-Baqoroh, 223). Bahwasanya Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman. (Al-Imran, 171). 

2. Limpahkan ya Allah, shalawat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW pembawa berita gembira yang menggembirakan kepada orang-orang yang berdzikir, di dalam firman Allah Yang Agung. “Karena itu, ingatlah kepada-Ku niscaya Aku ingat kepada mu. (Al-Baqarah, 152). Dengan menyebut nama Allah, dzikir yang sebanyakbanyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan sore. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohon ampunan untukmu). Supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan pada cahaya dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. Salam penghormatan kepada orang-orang mukmin itu. Pada hari mereka menemuinya dengan salam dan dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka. (Al-Ahzab, 43-44). 

3. Limpahkanlah ya Allah, shalawat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW pembawa berita gembira yang menggembirakan kepada orang-orang yang beramal di dalam firman Allah yang Agung, “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amalan orang-orang yang beramal di antara kamu baik laki-laki maupun perempuan. (Ali Imran, 195). Dan barangsiapa menjalankan amal yang sholeh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa hisab. (Al-Mukmin, 40). 

Next Part 2.

Menjaga Wudhu


Nabi saw. mengajarkan kepada umatnya agar selalu berusaha menjaga wudhu. Menjaga wudhu merupakan salah satu dari tujuh Sunnah Rasul, yakni: menjaga shalat fardhu berjamaah, istiqamah shalat tahajud dan witir, mendawamkan shalat dhuha, tadabbur Al-Qur'an setiap hari, memperbanyak sedekah, selalu berusaha menjaga wudhu, serta beristighfar setiap hari. Dalam sebuah hadits yang bersumber dari Umar bin Khaththab bahwa Rasulullah saw. bersabda,

”Barangsiapa berwudhu, kemudian mengangkat pandangannya ke langit dan berkata, 'Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah hamba-Nya dan utusanNya', dibukakan delapan pintu surga untuknya dan ia masuk dari mana saja yang ia kehendaki." (HR Ahmad, Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan an-Nasa'i) 

Bakti kepada Orang Tua

 

Suatu hari, Jahimah datang menghadap Rasulullah saw. dan berkata, ”'Wahai Rasulullah, saya ingin pergi berperang. Saya datang ke sini meminta pertimbangan dari engkau.' Rasulullah saw. bertanya, 'Apakah kamu memiliki seorang ibu?' Jahimah menjawab, 'Ya, saya punya." Rasul bersabda, 

”Temanilah ia karena sesungguhnya surga berada di bawah kedua kakinya.” (HR Ibnu Majah dan Nasa'i) 

Empat Amal Sederhana yang Mengantarkan Surga

Pada suatu ketika, Rasulullah saw. bertanya kepada para sahabat, 

”Siapa di antara kalian yang pagi hari ini berpuasa?” Abu Bakar ash-Shiddiq menjawab, ”Saya." 

Rasulullah melanjutkan pertanyaannya, 

”Siapa di antara kalian yang pagi hari ini mengantarkan jezanah?” Abu Bakar ash-Shiddiq menjawab, ”Saya." 

Rasulullah melanjutkan pertanyaannya, 

”Siapa di antara kalian yang pagi hari ini memberi makan kepada seorang miskin?" Abu Bakar ash-Shiddiq menjawab lagi, ”Saya." 

Rasulullah saw. melanjutkan pertanyaannya lagi, 

”Siapa di antara kalian yang pagi hari ini menjenguk saudaranya yang sakit?” Abu Bakar ash-Shiddiq menjawab pula, ”Saya.” 

Rasulullah saw. kemudian menjelaskan, 

"Tidak (ada balasan bagi) seseorang di antara kalian yang melakukan keempat perkara itu, kecuali ia akan dimasukkan ke dalam surga. " (HR Muslim) 

Berhijrah di Jalan Allah.

Berhijrah di jalan Allah merupakan salah satu jalan yang akan mengantarkan kita ke surga. Hijrah di sini tidak hanya dalam pengertian fisik (seperti hijrahnya Rasulullah dan para sahabat dari Mekah ke Madinah), tetapi tidak kalah pentingnya adalah berhijrah dari perbuatan-perbuatan maksiat kepada perbuatan yang saleh. Termasuk dalam hal ini adalah berhijrah dalam bidang ekonomi, yakni meninggalkan ekonomi riba (seperti bank dan asuransi konvensional) dan beralih ke ekonomi syariah (bank dan asuransi syariah maupun instrumen syariah lainnya). 

Allah swt. berfirman, 

”Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan. Tuhan menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat, keridhaan dan surga, mereka memperoleh kesenangan yang kekal di dalamnya. " (at-Taubah [9]: 20 22) 

Allah swt. juga berfirman,

”Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka terbunuh atau mati, sungguh, Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah pemberi rezeki yang terbaik. Sungguh, Dia (Allah) pasti akan memasukkan mereka ke tempat masuk (surga) yang mereka sukai. Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Penyantun.” (al-Hajj [22]: 58-59)

Dalam hal ini, Syekh Muhammad Shalih al-Munajjid menegaskan, ”Orang-orang yang berhijrah di jalan Allah tidak akan berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang itu adalah bapak, anak, saudara, atau keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati dan menguatkan  dengan pertolongan-Nya. Kemudian Dia memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, Allah ridha kepada mereka, dan mereka pun merasa puas terhadap limpahan rahmatNya.” ( jagalah Hati, Raih Ketenangan, hlm. 183) 


Menangis ketika mendengarkan Bacaan Al Quran


Orang yang menangis, atau minimal hatinya berduka, ketika mendengar bacaan Al-Quran, kelak akan dimasukkan ke dalam surga.

Dalam satu riwayat diceritakan bahwa pada suatu hari Rasulullah saw. membaca bagian akhir surah az-Zumar (39) ayat 71,

”Orang-orang yang kafir digiring ke neraka Jahanam secara berombongan. "

Sahabat Anshar yang datang menyertai Rasulullah waktu itu menangis terisak-isak ketika mendengar bacaan tersebut, kecuali seorang pemuda di antara mereka. Pemuda itu berkata, ”Rasulullah, saya sulit menangis. Tidak setetes pun air mataku jatuh.” Lalu Rasulullah saw. bersabda, ”Apabila orang tidak bisa menangis, tetapi hatinya berduka setelah mendengar bacaan ayat Al-Qur"an seperti tadi, ia memperoleh surga.”

lbnu Jarir meriwayatkan dari Abu Dzarr al-Gifari bahwa Rasulullah saw. bersabda,

"Aku bacakan kepada kalian surah at-Takatsur (QS [102]: 1 -8), barang siapa yang menangis ketika mendengar(nya), ia memperoleh surga. Barang siapa yang merasa kesedihan dalam hatinya, ia juga memperoleh surga, walaupun tidak meneteskan air mata.” 

Istiqomah Qiyamullail

Ali bin Abu Thalib meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, 

”'Sesungguhnya surga memiliki kamar-kamar, engkau melihat luarnya dari dalamnya dan dalamnya dari luarnya.' Seorang Arab Badui berdiri lalu bertanya, 'Wahai Rasulullah, untuk siapakah ia?' Rasulullah berkata, 'Untuk orang yang baik perkataannya, memberi makan, serta selalu berpuasa dan shalat pada waktu malam ketika orang-orang tidur.” (HR Tirmidzi dan Ahmad) 

Abu Malik al-Asy'ari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, 

”Sesungguhnya di dalam surga terdapat kamar-kamar yang terlihat luarnya dari dalamnya dan dalamnya dari luarnya, disiapkan oleh Allah untuk orang yang memberi makanan dan rajin berpuasa serta shalat pada waktu malam ketika orang-orang tidur. " (HR Thabrani) 

Tentang keutamaan shalat tahajud, Khalid Abu Syadi menegaskan dengan pernyataan yang ringkas namun padat, ”Barang siapa yang selalu terjaga pada malam hari, ia akan mencapai cita-citanya yang tinggi. Barang siapa yang terhibur dengan tidurnya, ia akan merasa asing pada hari ia ditidurkan.” (Bisnis yang tak Pernah Rugi, hlm. 80) 

Rasulullah saw. menjelaskan lima faedah qiyamullail, seperti terungkap dalam sabda beliau, 

”Kerjakanlah qiyamullail karena sesungguhnya qiyamullail merupakan: ( 1 ) kebiasaan orang-orang saleh sebelum kamu, (2) pendekatan diri kepada Allah, (3) pencegah dosa, (4) penghapus kesalahan-kesalahan, dan (5) pengusir penyakit dari jasad. " (HR Tirmidzi, Baihaqi, dan Hakim) 

Amalan Ringan di Lisan, Berat di Timbangan.

Sahabat ngaos,  jika kita bisa mendapatkan sesuatu yang memperberat timbangan amal baik kita di akhirat nanti hanya dengan mengucapkan sesuatu, mengapa tidak kita ucapkan saja. Tidak perlu payah beramal, tidak harus bersimbah keringat beramal, kita sudah bisa mendapatkan pahala yang besar, mengapa tidak mau? 

Kita persilakan sahabat Nabi, Abdurrahman bin Shakhr, yang lebih dikenal dengan nama julukannya, Abu Hurairah, menuturkan haditsnya. 


Subhanallah, betapa mudahnya beramal saleh. Betapa ringannya kalimat ini diucapkan oleh lisan kita. Betapa cepatnya 
kita menghafal lafal ini. Ayo kita ucapkan sekarang juga,  “Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim ” 

Kita bisa mengucapkannya sambil menyetir mobil saat berangkat ke tempat kerja. Kita juga bisa melafalkannya sembari mengendarai motor saat berangkat kuliah. Kita bisa mengatakannya di kios pasar sambil menunggu kedatangan pembeli. Kita dapat pula mengucapkannya ketika kita mengayuh sepeda saat berolahraga di pagi hari. Kita bisa dan mampu melakukannya kapan saja.

Melafalkan kalimat itu hanya memerlukan waktu sekitar lima detik. Ini artinya dalam semenit kita bisa mengucapkannya 12 kali. Dalam seperempat jam kita dapat mengucapkannya 180 kali. Kalo bisa satu jam kita terus melafalkannya maka kita telah mengucapkan sebanyak 720 kali. Allahu akbar, banyaknya pemberat timbangan kita! 

Ketimbang kita mendendangkan lagu dangdut, pop, rock, atau lagu dan nyanyian lainnya yang tidak berpahala, lebih baik kita mengucapkan lafal ringan pemberat timbangan itu saja. Daripada kita ber-um-um menembangkan tembang macapat atau tembang campur sari, lebih baik kita berdzikir dengan lafal tersebut. Ketimbang kita nganggur melamun, lebih baik kita dzikir  “Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim” tanpa tetapi. 

Bayangkan, jika teman-teman sekolah kita di SMA atau SMP atau teman kuliah kita di universitas-yang muslim tentunyalebih memilih melafalkan  “Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim” daripada lagu-lagu cinta, baik berbahasa Inggris maupun yang berbahasa Indonesia, pada saat istirahat mereka, alangkah indahnya. Betapa sekolah atau kampus kita menjadi lebih hidup daripada biasanya. Betapa banyaknya pelajar dan mahasiswa 

yang memiliki tabungan untuk memperberat timbangannya di akhirat. 

Bayangkan jika rekan-rekan kerja kita di kantor, staf, dan dewan direksi yang beragama lslam-lebih suka mengucapkan dzikir  Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim daripada nyanyi lagu-lagu rock atau pop, baik domestik maupun Barat, alangkah bagusnya. Kantor kita akan lebih cerah dengan cahaya hidayah. Ruang kerja kita akan lebih sejuk daripada biasanya, walau AC kantor sedang error sekalipun. Yang lebih penting, rekan kerja kita yang sehari-hari bekerja saling bantu dengan kita menjadi lebih dekat kepada Allah dan senantiasa ingat akhirat, akhir perjalanan panjang mereka. 

Bayangkan jika sahabat kita, sesama pedagang di pasar, baik pasar tekstil atau pasar sayur, atau pasar grosir elektronik, atau pasar komputer-yang muslim tentunya-lebih baik berzikir Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim daripada mendendangkan lagu dangdut yang biasa dilantunkan biduan biduanita dangdut dengan membuka lebar-lebar auratnya untuk konsumsi publik. Alangkah besar manfaatnya jika demikian. Manfaat dzikir itu tidak hanya kembali kepada mereka, tetapi juga kepada orang-orang sekitarnya, termasuk para pembeli. Pembeli dan pelanggan mendengar-walau hanya pelan dan lirih-ucapan dzikir, bukan lagu yang melalaikan pikir. 

Mari kita membayangkan jika sejawat dokter dan rekan paramedis di rumah sakit atau puskesmas atau institusi kesehatan lainnya-yang beragama Islam-lebih suka berdzikir Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim saat menunggu pasien atau saat istirahat siang atau saat-saat longgar lainnya, alangkah terangnya jiwa rumah sakit kita. Alangkah bercahayanya lembaga kesehatan kita. Pasien akan lebih terpenuhi kebutuhan rohaninya sehingga akan mendorongnya untuk menggapai kesembuhan iasmaninya. 

Bayangkan ketika masyarakat kita, penduduk perumahan kita, tetangga sekitar kita, lebih suka melafalkan Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim

daripada ucapan lainnya, betapa Allah akan mencintai mereka. Ucapan itu dicintai oleh Allah maka pengucapnya pasti juga dicintai oleh Allah. Allah cinta mereka dan Allah akan anugerahkan nikmat-Nya.

Semua itu memang hanya bayangan, fantasi, dan anganangan. Namun, suatu saat, entah kapan itu, kita akan dapat mewujudkannya. Bagaimana caranya, kita awali dari diri kita terlebih dahulu. Jika kita sudah biasa mengucapkan Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim pada waktu longgar kita, pada saat istirahat kita, atau ketika kita bersantai, sebagai pengganti lagu dangdut atau campur sari atau pop atau rock atau metal, atau tembang-tembang lainnya, yang mayoritasnya justru melalaikan hati, kita akan mampu membiasakannya kepada orang-orang sekitar kita. Mulai dari saudara, teman, istri, suami, anak, dan lainnya, lantas ke orang-orang yang lebih luas lagi. Jadi, mari kita mulai sejak dini. Mari kita ucapkan sekarang juga Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim

Ucapan lainnya yang memperberat timbangan adalah Alhamdulillah.  Abu Malik al-Asy'ari bertutur, Rasulullah saw. bersabda, 


Hadits itu juga menjelaskan bahwa lafal subhanallah dan alhamdulillah tersebut memenuhi ruang yang ada di antara beberapa langit dan bumi. Dua dzikir ini memenuhi antariksa, 
memenuhi ruang angkasa. Betapa mulianya. Betapa agungnya. Betapa berharganya dua ucapan dzikir tersebut. 

Semua dzikir itu memperberat timbangan amal baik kita nanti di akhirat. Oleh karena itu, jangan lupa untuk melafalkannya, sebanyak mungkin setiap hari. 

Tutorial Hijab Seri 03


1. Kenakan inner/ciput ninja. Siapkan selendang kaos. Sampirkan salah satu sisi selendang di atas kepala. 


2. Semat dengan pentul di tengkuk. 


3. Angkat selendang yang menjuntai, sampirkan sisi selendang tepat di dahi sehingga bagian dalam selendang menjadi menghadap atas. 



4. Bawa ke bahu kanan ujung selendang yang masih menjuntai. Bentuk draperinya hingga rapi. 


Tutorial Hijab Seri 02


1. Kenakan inner/ciput ninja. Siapkan selendang, sampirkan di atas kepala dengan 2 sisi sama panjang 


2. Bawa kedua sisi selendang ke belakang dan silangkan di bawah cepol. 


3. Bawa ujung selendang sebelah kanan ke depan dan lingkarkan di leher. 



4. Bawa kedua sisi selendang ke belakang dan silangkan di bawah cepol. 


Tutorial Hijab Seri 01


1. Kenakan inner/ciput ninja. Siapkan selendang dengan dua muka, sampirkan di atas kepala dengan dua sisi sama panjang dan semat dengan jarum di tengkuk. 



2. Ambil salah satu juntaian, sisi dalam di luar, tarik sejumput di kiri kanan,bawa ke bawah cepol. 


3. Satukan kedua ujung tadi tepat di atas cepol, cepol tidak tertutup. 


4. Angkat juntaian lainnya, tanpa dibalik, tangkupkan langsung di atas kepala 


5. Posisikan sisa juntaian di sisi kanan kepala dan sematkan bros atau jarum pentul



Mulailah Bersikap Qana'ah


Mulailah Bersikap Qana'ah


Mulailah Bersikap Qana'ah

Merasa cukup atas apa yang telah dikaruniakan Allah SWT kepada kita adalah pengertian qana'ah. Sikap Qana'ah mampu menjauhkan diri dari sifat tamak. Sebab sesungguhnya rezeki yang kita dapatkan sudah menjadi ketentuan Allah SWT. Apapun yang kita terima dari Allah SWT merupakan karunia yang tiada terhingga. Oleh karena itu, sebagai umat Islam kita wajib bersyukur kepada-Nya.

Qona'ah bukan berarti hidup kita menjadi bermalasmalasan. Kita tidak mau berusaha sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Justru orang yang memiliki sikap qona'ah selalu giat berusaha dan bekerja, namun apabila hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, seseorang tersebut akan tetap rela hati menerima hasil tersebut dengan rasa syukur kepada Allah SWT. Sikap qana'ah akan mendatangkan rasa ikhlas dalam hidupnya.

Qana'ah menjauhkan diri dari rasa tidak puas juga perasaan kurang. Seseorang yang bisa disebut memiliki sifat qona'ah apabila memiliki pendirian dengan apa yang telah diperoleh. Seseorang tersebut bersyukur atas yang ada pada dirinya karena semua adalah kehendak Allah SWT. Qana'ah bukan hanya menerima apa adanya tanpa ada usaha selanjutnya. Berapapun hasil usaha, sedikit atau banyak seseorang akan menerimanya dengan lapang dada atau rasa syukur

Seseorang yang memiliki sikap qana'ah terus usaha untuk menambah usahanya tersebut. Seseorang yang qana'ah adalah orang yang telah berusaha maksimal dan menerima hasil usahanya tersebut dengan rasa syukur dan ada usaha untuk berusaha dengan lebih baik lagi. Seseorang yang berusaha untuk mencapai yang lebih baik lagi bukan berarti serakah atau rakus terhadap dunia. Karena sebaik-baik manusia adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin.

Qana'ah mengandung lima hal yang perlu kita pahami, yaitu menerima dengan rela apa yang telah dimiliki, berusaha dan memohon kepada Allah SWT untuk mendapatkan yang lebih baik, Menerima dengan sabar dan ikhlas akan ketentuan Allah SWT. Bertawakal kepada Allah SWT, dan Tidak terpedaya oleh tipu daya dunia. Seorang muslim memiliki sifat qana'ah akan selalu berlapang dada. berhati tenteram, merasa kaya. berkecukupan, dan merasa bebas dari sifat tamak dan serakah. Seseorang yang qana'ah memiliki kekuatan batin untuk mendorong seseorang dalam meraih kemenangan dan kejayaan hidup berdasarkan kemandirian dengan tetap memohon kepada karunia Allah SWT.

Setan selalu menggoda manusia untuk tidak Qonq'ah terhadap dunia. Akibatnya manusia selalu merasa kurang terhadap apa yang diberikan oleh Allah SWT. Memang sifat Qona'ah itu tidak jatuh dari langit dengan sendirinya kepada manusia. tetapi harus diasah dan dilatih oleh seseorang sendiri. Dan hanya dengan sikap sabar bisa menumbuhkan sifat Qona'ah. Sabar untuk selalu berusaha merasa puas terhadap apa yang didapatnya. Dengan sifat Qona'ah ini, orang akan selalu merasa bersyukur, sehingga mudah baginya untuk berbagi kepada orang lain dan dapat menghilangkan sifat serakah dalam
hati.

Seseorang yang memiliki sikap qana'ah akan terhindar dari berbagai akhlak buruk yang dapat mengikis habis pahala kebaikan. Seperti hasad. namimah. dusta, dan akhlak buruk lain. Faktor terbesar yang mendorong manusia melakukan berbagai akhlak buruk tersebut adalah tidak merasa tidak cukup dengan rezeki yang Allah berikan. Sikap tamak terjadi karena kecewa akan duniajika bagian dunia yang diperoleh hanya sedikit.

Kaya hendaknya diiringi dengan taqwa. Bertaqwa adalah sikap selalu merasa cukup dengan kekayaan yang dimiliki. Kita tidak rakus dengan terus menambah. Kalau pun menambah karena hartanya dikembangkan, kita pun merasa cukup dengan karunia Allah SWT yang ada. Bertaqwa berarti selalu menunaikan kewajiban yang berkaitan dengan harta tersebut dapat melalui zakat. Qana'ah mengajarkan kita untuk menempuh jalan yang benar dalam mencari harta dan menjauhi cara memperoleh harta yang diharamkan Islam. Untuk itu marilah kita berusaha mendapat sikap qana'ah.dengan beberapa cara sebagai berikut.

  • Menguatkan Iman 

Menguatkan iman dengan cara membiasakan hati untuk menerima apa adanya dan merasa cukup terhadap pemberian Allah SWT, karena hakikat kaya itu ada di dalam hati. Siapa pun yang memiliki sikap kaya hati maka dia akan mendapatkan nikmat kebahagiaan dan kerelaan meskipun dia tidak mendapatkan makan pada hari itu. Sebaliknya siapa pun yang hatinya fakir maka meskipun dia memilki dunia seisinya kecuali hanya satu dirham saja, maka dia memandang bahwa kekayaannya masih kurang sedirham, dan dia masih terus merasa miskin sebelum mendapatkan dirham itu.

Meyakini Ketetapan Rezeki Seorang muslim yakin bahwa rezkinya sudah tertulis sejak dirinya berada di dalam kandungan ibunya. Seorang hamba hanya diperintah kan untuk berusaha dan bekerja dengan keyakinan bahwa Allah SWT yang memberinya rezeki dan bahwa rizkinya telah tertulis.
  • Mengingat Al-Qur'an

Bacalah Al-Qur'an niscaya hatimu akan tenteram. Membaca AI-qur'an terutama membaca dan mempelajari ayat-ayat yang berkenaan dengan rezeki dan bekerja. Apa saja yang Allah SWT anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kita, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Allah SWT memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hambaNya.
  • Bersyukur

Allah SWT menentukan perbedaan rezki dan tingkatan seorang hamba dengan yang lainnya adalah supaya terjadi dinamika kehidupan manusia di muka bumi saling tukar manfaat, tumbuh aktivitas, dan agar antara satu dengan yang lainnya saling memberi kan pelayanan dan jasa. Allah SWT telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia dan Alah SWT telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang Iain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.
  • Banyak Memohon Qana'ah kepada Allah 

Sebagai contoh bahwa Rasulullah manusia yang paling qana'ah, ridha dengan apa yang ada dan paling banyak zuhudnya. Beliau juga seorang yang paling kuat iman dan keyakinannya, namun demikian beliau masih meminta kepada Allah agar diberikan qana'ah. Karena begitu qana'ahnya. Rasulullah tidak meminta kepada Allah SWT kecuali sekedar cukup untuk kehidupan saja, dan meminta disedikitkan dalam dunia (harta).
  • Menyadari bahwa Rizki Tidak Diukur dengan Kepandaian. 

Semestinya kita harus menyadari dan paham bahwa rezki seseorang itu tidak tergantung kepada kecerdasan akal semata, kepada banyaknya aktivitas, keluasan ilmu, meskipun dalam sebagiannya itu merupakan sebab rizki, namun bukan ukuran secara pasti.Kesadaran tentang hal ini akan menjadikan seseorang bersikap qana'ah. terutama ketika melihat orang yang lebih bodoh, pendidikannya lebih rendah dan tidak berpengalaman mendapatkan rizki lebih banyak daripada dirinya, sehingga tidak memunculkan sikap dengki dan iri.
  • Melihat Ke Bawah

Di daalam urusan dunia hendaknya kita melihat kepada orang yang lebih rendah, jangan melihat kepada yang lebih tinggi, sebagaimana sabda Rasulullah, Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kamu dan janganlah melihat kepada orang yang lebih tinggi darimu. Yang demikian lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.

Membiasakan Bersedekah Sejak Sekarang



Membiasakan Bersedekah Sejak Sekarang


Membiasakan Bersedekah Sejak Sekarang

Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api. (HR. Tirmidzi).

Di dalam Islam, bersedekah sangatlah dianjurkan. Sedekah adalah memberikan materi atau jasa dengan tujuan meringankan beban orang lain yang membutuhkan. Sedekah juga bermaksud memberi kebahagiaan bagi orang lain. Tidak hanya memberikan barang dan uang yang disebut sebagai sedekah. Dengan memberikan senyum terbaik kita pun bernilai sedekah. Apabila kita dengan tulus bersedekah, maka Allah SWT juga akan membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda.

Sedekah memiliki banyak keutamaan sebagaimana janji Allah SWT. Namun, ada beberapa kesalahan bersedekah yang perlu kita ketahui agar tidak kita lakukan. Sebab kesalahan-kesalahan dalam bersedekah hanya akan membuat sedekah kita menjadi sia-sia. Selain itu kita juga harus mengetahui keutamaan bersedekah. Agar sedekah semakin mantap. Sudah saatnya memulai bersedekah tanpa harus takut harta kita menjadi berkurang. Justru dengan bersedekah rezeki semakin melimpah

Berikut kesalahan-kesalahan dan keutamaan bersedekah yang periu kita ketahui. 

1. Kesalahan-Kesalahan Dalam Bersedekah 
  • Tidak Ikhlas dan Riya' Dalam Bersedekah 

Sebab tidak diterimanya sedekah di sisi Allah SWT adalah bersedekah namun dengan hati yang tidak ikhlas. Seringkali beberapa orang di antara kita juga ada yang bersedekah namun ingin disebut sebagai orang yang dermawan. Seseorang yang bersedekah hanya ingin mendapat pujian dari orang lain. Sesungguhnya amalan sedekah yang diterima Allah SWT adalah amalan yang ikhlas hanya karena Allah SWT. Sedekah merupakan ibadah yang mulia. Apabila ibadah namun ada embelembelnya. maka ibadah tersebut hanya sia-sia belaka. 
  • Bersedekah Hanya Untuk Mendapatkan Ganti Di Dunia 

Sebagaimana firman Allah SWT bahwa barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya. niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. ltulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat. kecuali neraka dan lenyapiah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. Dalam ayat tersebut jelas tersurat bahwa mereka yang bersedekah 
hanya diniatkan untuk keuntungan dunia, maka pahala untuk akhirat lenyap. Dan segala menjadi sia-sia. Sesungguhnya niat beramal seseorang terdiri dari beragam niat. 

Di antara niat-niat tersebut adalah sebagai berikut. 

Niat Dunia 
Apabila seseorang bersedekah dengan niat murni mendapatkan keuntungan di dunia dan sama sekali tidak memiliki keinginan mengharap ridha Allah SWT dan kehidupan akhirat, maka orang tersebut di akhirat tidak akan mendapatkan satu bagian nikmat pun. Sesungguhnya amalan semacam ini tidaklah muncul dari seorang mukmin. Seorang mukmin sejati meskipun sedang lemah imannya, dia pasti selalu mengharapkan wajah Allah dan negeri akhirat. 

Niat Dunia dan Akhirat 
Apabila niat bersedekah seseorang untuk mengharap ridha Allah SWT dan untuk mendapatkan dunia sekaligus, lalu lafal niatnya untuk kedua-duanya sama atau mendekati. maka semacam ini akan mengurangi tauhid dan keikhlasannya dalam bersedekah. Amalannya dinilai memiliki kekurangan karena keikhlasannya tidaksempurna.

Niat Akhirat 
Apabila seseorang telah beramal dengan ikhlas hanya ingin mengharap ridha Allah SWT semata. namun di balik keihklasannya itu dia mendapatkan upah atau hasil yang dia ambil untuk membantunya dalam beramal (semacam mujahid yang berjihad lalu mendapatkan harta rampasan perang. para pengajar dan pekerja yang menyokong agama yang mendapatkan upah dari negara setiap bulannya), maka tidak mengapa mengambil upah tersebut. Hal tersebut juga tidak mengurangi keimanan dan ketauhidannya. Sebab niat awal seseorang tersebut tidak beramal untuk mendapatkan dunia. 

  • Mengungkit-ungkit Sedekah dan Menyakiti Penerimanya 

Sebagaimana firman Allah SWT bahwa orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima. Apabila hal tersebut dilakukan maka sedekah menjadi sia-sia hanya karena si pemberi mengungkit-ungkit sedekah yang telah kita beri dan kita menyakiti yang menerima. Seseorang tidak mendapatkan pahala sedekah akibat melakukan dua kesalahan tersebut. 


2. Keutamaan-keutamaan Bersedekah 

  • Malaikat mendoakan orang yang bersedekah agar mendapatkan gantinya. Sebagaimana sabda Rasulullah Ya Allah, berilah orang yang bersedekah, gantinya! 
  • Orang yang bersedekah ditolong dari setan Sebagaimana sabda Rasulullah bahwa tidaklah seseorang mengeluarkan sedikit dari sedekah hingga keluarlah 70 setan dari kedua rahangnya. 
  • Sedekah dapat menyembuhkan penyakit. Sebagaimana sabda Rasulullah bahwa Obatilah orangorang yang sakit dari kalian dengan sedekah. 
  • Sedekah meredamkan murka Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

Sebagaimana sabda Rasulullah sebagai berikut. Sesungguhnya sedekah akan memadamkan 
murka Allah. 
  • Sedekah akan memadamkan dosa Sebagaimana sabda Rasulullah.Sedekah memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api. 
  • Sedekah dapat menjaga kehormatan dan kemuliaan. Sebagaimana sabda Rasulullah Belalah kehormatanmu dengan hartamu!
  • Sedekah membantumu untuk meraih khusnul khotimah. Sebagaimana sabda Rasulullah Perbuatan-perbuatan baik akan melindungi dari kematian yang buruk
  • Sedekah melindungimu dari nyala api neraka Sebagaimana sabda Rasulullah Setiap orang akan berada di dalam naungan sedekahnya hingga diputuskan perkara di antara manusia.
  • Sedekah melepaskan hutangmu pada hari kiamat. Sebagaimana sabda Rasulullah Siapa yang melepaskan hutang seorang mayit yang menanggung hutang, maka Allah akan melepaskan tanggungannya pada hari kiamat.
  • Sedekah melindungimu dari siksa api neraka. Sebagaimana sabda Rasulullah Wahai 'Aisyah. bedindunglah dari siksa api neraka wakau dengan sebutir kurma. karena ia menutupi kekaparan dari orang yang lapar dan menggantinya dengan kenyang. 

Upayakan Tidak Melalaikan Allah SWT Dalam Keseharian


Upayakan Tidak Melalaikan Allah Dalam Keseharian 




Segala perbuatan yang lahir maupun batin selalu diawasi oleh Allah SWT. Orang-orang yang tertutup hatinya akan berbuat semaunya sendiri seolah-olah tidak ada Allah SWT yang mengawasinya. Berbagai perbuatan maksiat terjadi dikarenakan kita lalai bahwa Allah SWT selalu mengawasi kita. Itulah akibatnya dari mata hati yang mati dan tidak bisa melihat Allah SWT.

Salah satu nikmat Allah SWT yang sangat besar bagi manusia adalah ketenangan dan ketentraman. Ketenangan dan ketrentaman hanya diberikan kepada umat-Nya yang terpilih. Pola pikir yang salah adalah ketika orang mengganggap ketenangan berasal dari banyaknya harta yang dimiliki. Sesungguhnya hakikat ketenangan adalah sesuatu yang dapat mendekatkan lagi diri kita kepada Allah SWT dan dan rasa ringan untuk melaksanakan dan menyempurnakan ketaatan kepada perintah-Nya.

Dzikir berarti mengingat. Mengingat dengan menyebut asma Allah dengan memuji kebesaranNya. Berdzikir setelah shalat hendaknya mencukupkan dengan dzikir-dzikir yang telah disyari'atkan dan dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Do'a artinya memohon. Memohon kepada Allah Swt segala keinginan kita. Waktu yang paling baik untuk berdo'a adalah setelah shalat sebab suasana khusyuk setelah shalat adalah saat yang tepat.

Jiwa yang tenteram adalah jiwa yang banyak mengingat Allah SWT dimanapun berada. Hati yang hidup merupakan hati yang banyak mengingat Allah SWT. Namun, di saat hati telah mati. maka semakin sulitjiwa untuk mengingatAIlah SWT, justru banyak mengingat tentang hal keduniaan semata-mata. Sebaiknya hal yang demikian ini kita hindari. Agar Allah selalu ridha pada setiap langkah kita.

Bagaimana agar dalam hidup ini kita selalu melihat dan merasakan kehadiran Allah SWT? Belajarlah untuk tidak berbuat maksiat dan membiasakan diri tidak meninggalkan kewajibankewajiban yang telah diperintahkan-Nya. Tanamkan dalam diri bahwa Allah SWT selalu mengawasi kita. Allah SWT lah yang menciptakan kita, Allah SWT lah yang memberi rezeki pada kita. Allah SWT yang akan mematikan kita. dan Allah SWT yang akan menghidupkan kita kembali. Berikut cara agar kita selalu ingat kepada Allah setiap saat setiap waktu.

1. Berdzikir Kepada Allah SWT 

Dzikir kepada Allah SWT merupakan cara agar selalu ingat kepada Allah SWT. Dzikir bermakna selalu ingat kepada Allah SWT dengan menghadirkan nama-Nya didalam hati serta menyebutkan nama-Nya dalam beragam peluang. Dzikir merupakan bentuk mengingat Allah SWT dan dengan berdzikir kepada Allah SWT, hati kita menjadi tenang dan tentram.

Apabila seorang berdzikir dengan menyebut nama Allah SWT, maka ketenangan jiwa akan kita peroleh. Saat ada dalam ketakutan lalu berdzikir dalam wujud menyebutkan ta'awudz (mohon perlindungan Allah). hati akan menjadi tenang. Saat berbuat dosa lalu berdzikir dalam wujud menyebutkan kalimat istighfar atau taubat, kita akan tenang kembali, karena terasa sudah diampuni dosa-dosanya itu.

Saat memperoleh kesenangan yang berlimpah lalu kita berdzikir dengan menyebutkan hamdalah. maka kita akan mencapai ketenangan karena bisa memakainya dengan baik serta begitulah selanjutnya hingga dengan berdzikir, ketenangan jiwa akan didapat seseorang muslim. Sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut. Beberapa orang yang beriman serta hati mereka jadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah cuma dengan mengingatIah Allag hati jadi tentram.

Berdzikirlah dengan hati demi meraih ketenangan jiwa. dzikir bukan sekedar dikerjakan dalam wujud menyebutkan nama Allah, namun juga dzikir dengan hati serta perbuatan. Karenanya, seseorang mu'min senantiasa berdzikir pada Allah dalam beragam peluang. baik duduk. berdiri ataupun berbaring.

2. Mengingat Kematian 

Kematian sebenarnya sangat dekat, lebih dekat dari urat leher kita. Setiap manusia yang ada di dunia ini tinggal menunggu waktu. Waktu di saat kematian akan menjemput.

3.Mengikuti Tausiah 

Mengikuti tausiah secara rutin tujuannya adalah agar iman kita semakin bertambah dari hari ke hari. Dengan bertambahnya iman ini, maka kedekatan kita kepada Allah SWT tidak perlu dipertanyakan lagi.

4. Bersyukur 

Bersyukur adalah salah satu cara yang dapat kita lakukan agarAllah SWT semakin sayang kepada kita. Bersyukur juga sama artinya dengan merasakan kebesaran Allah SWT atas semua ciptaan-Nya yang ada di langit dan bumi. Jangan selalu melihat ke atas, lihatlah orang lain yang lebih susah. Begitu banyak nikmat yang diberikan oleh-Nya kepada kita.

Allah SWT memberikan pada kita banyak kesenangan. Kesenangan-kesenangan tersebutlah yang mesti kita syukuri. Dengan bersyukur kepada Allah SWT, hati menjadi tenang. Semakin sering kita bersyukur, maka semakin bertambah nikmat yang akan Allah SWT berikan kepada kita. Namun apabila kita lupa tidak bersyukur, maka kesenangan yang Allah SWT berikanlah itu kita anggap untuk suatu hal yg tidak ada berarti serta walau jumlahnya banyak kita rasakan untuk suatu hal yang sedikit.

5. Mengatakan Hal Yang Benar Sekalipun Pahit

Agar senantiasa berada di atas jalan kebenaran maka haruslah kita berbuat kebaikan dan kebenaran. Kebenaran harus diperjuangkan. Pelanggaran terhadap kebenaran akan mendatangkan kegelisahan. Ketenangan jiwa akan tercapai apabila kita tidak melanggar nilai kebenaran

Sebaliknya, pelanggaran terhadap kebenaran akan berpengaruh terhadap ketenangan jiwa. Lihat saja orang yang kerap melakukan maksiat dalam hidupnya, mereka akan berasa gelisah walaupun nampak senang dan ceria.