Amalan di Bulan Ramadhan sesuai sunnah beserta niatnya.

Shalat Tarawih
Shalat tarawih merupakan shalat yang dikerjakan khusus pada bulan Ramadhan. Shalat ini hukumnya sunnah muakkad, boleh dikerjakan sendiri atau berjamaah.
Shalat tarawih dilakukan sesudah shalat lsya’ sampai waktu fajar. 
Adapun niat shalat tarawih adalah sebagai berikut: 

“Aku niat shalat tarawih dua rakaat (makmum/imam) karena Allah ta’ala."

Shalat Witir
Shalat witir hukumnya sunnah. dan merupakan shalat yang sangat diutamakan. Dalam sebuah hadis dinyatakan: "Hai para pencita-cita Al-Qur'an, kerjakan shalat witir, karena Allah itu tunggal. Dia suka bilangan yang witir (ganjil).”
Waktu shalat witir adalah sesudah shalat lsya’ sampai terbit fajar, dan biasanya shalat witir itu dirangkaikan dengan shalat tarawih. Bilangan rakaatnya 1, 3. 5. 7. 9. atau 11 rakaat. Jumlah 11 rakaat sudah maksimal. sebagaimana dinyatakan ‘Aisyah ra.: “Tidaklah pernah Nabi Saw. shalat malam (witir) melebihi sebelas rakaat.”
Jika jumlah rakaatnya banyak. maka shalat witir dilakukan dua rakaat satu salam. Ialu yang terakhir satu rakaat dengan satu salam. Adapun niat shalat witir. untuk yang dua rakaat sebagai berikut:

“Aku niat shalat witir dua rakaat karena Allah ta'ala.”
Sedangkan untuk shalat witir satu rakaat sebagai berikut:


“Aku niat shalat witir satu rakaat karena Allah ta'ala. "

Tadarus Al-Qur’an
Membaca Al-Qur'an sangat dianjurkan, apalagi di bulan mulia. bulan Ramadhan. Dan Rasululléh Saw. memberikan penghargaan lebih pada umatnya yang belajar Al-Qur’an. dengan menyatakan bahwa manusia paling mulia adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengamalkannya. (HR Bukhari). Selain itu bacaan Al-Qur'an mendatangkan rahmat dan ketenteraman bagi pembacanya. sebagaimana hadis Rasululléh Saw.: "Tidak ada orang-orangyang berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca dan mempelajari AIQur'an, kecuali mereka akan memperoleh ketenteraman, diliputi rahmat, dikitari oleh malaikat, dan nama mereka disebut-sebut oleh Allah di kalangan malaikat."
Masih banyak lagi keutamaan membaca. mempelajari dan mengamalkan Al-Qur'an. pegangan hidup kita untuk kebahagiaan dunia akhirat. Pada prinsipnya. Ramadhan tak boleh kita sia-siakan begitu saja. Mengisi waktu-waktu luang di bulan Ramadhan dengan membaca dan mempelajari AI-Qur‘an merupakan hal penting yang seharusnya kita lakukan.

l’tikaf di Masjid
l'tikaf pada bulan Ramadhan merupakan hal utama, sebagaimana dicontohkan Rasulullah Saw. Dari lbnu Umar radhiallahu ‘anhu. katanya: “Rasulullah Saw. itu mengerjakan i'tikaf pada sepuluh hari yang penghabisan dari bulan Ramadhan." (Muttafaq ‘alaih)
Dari Aisyah ra., “Rasulullah Saw. mengerjakan i'tikaf pada sepuluh hari penghabisan dari bulan Ramadhan, sehingga Allah ‘Azzawajalla mematikannya, kemudian beri'tikaflah para istri beliau Saw. itu sesudahnya." (Muttafaq ‘alaih)
Dari Abu Hurairah ra.. katanya. “Nabi Saw. itu mengerjakan i’tikaf dalam setiap bulan Ramadhan sebanyak sepuluh hari. Ketika pada tahun beliau Saw. dicabut ruhnya, yakni tahun wafatnya, maka beliau Saw. mengerjakan i'tikafsebanyak dua puluh hari." (HR Bukhari)

Shalat Tahajud
Shalat Tahajud merupakan Shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu malam. sedikitnya dua rakaat dan sebanyak
banyaknya tak terbatas. Waktunya sesudah Shalat Isya' hingga waktu fajar, dan disyaratkan dilakukan sesudah bangun tidur, meskipun hanya tidur sebentar.
Shalat tahajud merupakan Shalat yang sangat dianjurkan. Allah Swt. berflrman. “Hendaknya engkau gunakan sebagian malam untuk Shalat tahajud, sebagai Shalat sunnat atas dirimu. mudah-mudahan Tuhan akan membangkitkan engkau dengan kedudukan yang baik.” (QS Al-lsra [I7]: 97). Rasulullah juga bersabda: “Perintah Allah turun ke langit dunia di waktu tinggal sepertiga yang akhir dari waktu malam, lalu berseru: Adakah orang-orang yang berdoa, pasti Aku kabulkan. Adakah orang yang meminta, pasti Kuberikan dan adakah yang meminta ampun, pasti Aku ampuni', sampai tiba waktu Subuh."
Adapun niat Shalat tahajud sebagai berikut:
 
“Aku niat Shalat Tahajud dua rakaat karena Allah ta ’ala."

Shalat Dhuha
Shalat Dhuha adalah Shalat sunnah yang dikerjakan saat matahari sedang naik, kira-kira tujuh hasta. atau sekitar pukul 7 pagi. hingga tiba waktu Dhuhur. Shalat Dhuha dilaksanakan minimal 2 rakaat. dapat pula 4. 6, atau 8 rakaat. Pada rakaat pertama yang dibaca adalah surah AsySyams, dan rakaat kedua dibaca surah Adh-Dhuha.
Rasulullah Saw. bersabda: “Siapa saja yang dapat mengerjakan Shalat Dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekali pun dosa itu sebanyak buih di lautan. " (HR Turmudzi). Adapun lafal niat Shalat Dhuha sebagai berikut


"Aku niat Shalat Dhuha dua rakaat karena Allah ta'ala."

Membaca Shalawat Nabi
Shalawat kepada Rasulullah Saw. memiliki keistimewaan yang luar biasa. Al-Fasi bahkan menyatakan bahwa Shalawat merupakan piranti terpenting bagi yang ingin mendekati Tuhannya. Hal ini karena ditinjau dari berbagai aspek. di antaranya Shalawat mengandung tawassul kepada Allah
Swt. dengan perantara kekasih pilihan-Nya. Selain itu Allah Swt. telah memerintahkan dan memotivasi kita untuk bershalawat atas Nabi Saw.. sebagai penghormatan dan penghargaan atas beliau Saw.
Salah satu amalan shalawat yang bisa diterapkan sebagai amalan harian saat berpuasa adalah Shalawat Malaikatjibril, ”Shallallahu ’ala Muhammad." Shalawat ini dibaca setiap ba'da Subuh dan maghrib 500 kali. yang didahului membaca lstighfar (Astaghfirulla‘hal 'Adhim) sebanyak 100 kali. [

Tips dan Cara Terhindar dari Gangguan Setan dan Jin Saat Tidur


Dalam hadis yang berasal dari Jabir bin Abdullah, dinyatakan: ’Apabila manusia berbaring di pembaringannya (akan tidur), malaikat dan setan segera menghampirinya. Malaikat membisikkan, ’Akhiri (malam-mu) dengan kebaikan” (HR. lbnu Hibban 5533, Hakim dalam al-Mustadrak 1969 dan beliau shahihkan, kemudian disepakati oleh Adz-Dzahabi). 

Di saat tidur, kita sangat butuh pertolongan dan pengamanan dari Allah. Untuk mendapatkan jaminan keamanan ini, Rasulullah shaIlallahu ’alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita berbagai doa dan zikir sebelum tidur. Kita bisa rutinkan doa ini, setiap kali Anda hendak tidur: 

1.    Ruqyah badan sebelum tidur. 

Yang dimaksud ruqyah itu adalah membaca surat Al-Ikhlas, AI-Falaq, dan An-Nas, kemudian ditiupkan ke dua tangan, lalu diusapkan ke seluruh tubuh yang bisa dijangkau, sambil berbaring. 

Sebagaimana diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ’anha, beliau mengatakan: ”Bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam membaca Al-Mu’awidzat, lalu meniupkan tangan untuk diusap ke badannya keti'ka beliau sakit yang mengantarkan kematian. Ketika Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sudah sangat parah, aku (Aisyah) yang meniupkan ke tangan dengan bacaan surat tersebut, dan aku gunakan tangan beliau untuk mengusap badan beliau, karena tangan beliau berkah”. (HR. Bukhari No. 5735) 

2.    Tidur dengan Nama Allah.


Doa ketika hendak tidur

 Artinya: 

”Dengan Nama-Mu ya Allah, aku mati don aku hidup.” 

3.    Membaca Ayat Kursi.

Baca ayat kursi sebelum tidur. Jika Anda belum hafal, bisa buka surat Al-Baqarah ayat: 255. Bacaan ini sebelum tidur memiliki keutamaan yang besar. 

4.    Keempat, Dua Ayat Terakhir Surat Al-Baqarah, Sudah Mencukupi. 

Dua ayat terakhir surat AI-Baqarah, tepatnya surat Al-Baqarah ayat 285 dan 286. Dua ayat ini cukup bagi Anda dari segala sesuatu: 

a.    Dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, surat dengan kandungan makna iman, Islam, bergantung kepada Allah, memohon pertolongan-Nya, tawakal kepada-Nya, diakhiri dengan permohonan ampunan dan rahmat. 

b. Makna”dua ayat ini cukup bagi pembacanya": dua ayat ini akan menjaganya dari segala keburukan, dan melindunginya dari segala yang dibenci. Ada sebagian ulama yang mengatakan; dua ayat ini menjadi sebab baginya untuk bangun malam. Sehingga dia bisa mudah melakukan tahajud. [keterangan Dr. Dib Bagha dalam Ta’liq Shahih Bukhari, 5/84]. 

Dari Abu Mas’ud Al-Badri radhiyallahu ’anhu, Nabi shalIalIahu ’alaihi wa sallam bersabda: ”Dua ayat di akhir surat AI-Baqarah, siapa yang membacanya di suatu malam, itu sudah cukup baginya.” (HR. Bukhari 4008 & Muslim 807). 

Doa Taubat Nabi Adam As

Doa taubat nabi adam as


Artinya:
”... Ya Tuhan Kami, Kami telah Menganiaya diri Kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada Kami, niscaya pastilah Kami termasuk orang-orang yang merugi. (QS. AI-A’raaf [7]: 23).
Doa ini dikisahkan Al-Quran sebagai ucapan Nabi Adam as., dan Hawa. Sesudah mereka makan buah dari pohon yang dilarang Allah, bagi mereka yang mendekatinya, keduanya menyatakan penyesalan dan bertaubat kepada Allah. Atas doa yang mereka perbuat dengan mengucap doa tersebut. Doa inilah yang dipahami sebagai kalimat-kalimat yang diajarkan oleh Allah kepada Nabi Adam as., dan Hawa sebagaimana tersebut dalam firman-Nya: Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhan pemeliharaannya, maka Dia kembali (dengan mencurahkan rahmat dan pengampunan kepadanya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat Iagi Maha Pengasih” (QS. Al-Baqarah [2]: 37).

Tempat tempat Bersejarah di Kota Jedah


Laut Merah 

Keberadaan ”Laut Merah” berkaitan erat dengan kisah yang terjadi pada Fir’aun. Suatu saat, Fir’aun bermimpi bahwa kekuasaannya akan diruntuhkan oleh seorang laki-laki keturunan bangsa Yahudi. Karena khawatir mimpinya menjadi kenyataan, Fir’aun memerintahkan kepada pasukannya untuk mengawasi setiap bayi lakilaki yang lahir dari bangsa Yahudi, dan harus membunuhnya dengan cara disembelih, kemudian mayatnya di buang ke laut. Akhirnya lautan menjadi merah oleh darah-darah bayi yang disembelih tersebut. Oleh karena itulah laut tersebut dinamai dengan ”Laut Merah” sampai sekarang. 

Masjid Qishash 

Masjid Qishash adalah masjid yang berdiri di atas tanah Ibrahim Ibnu Jifal. Dinamakan Masjid Qishash, karena masjid ini sering kali dipakai sebagai tempat mengqishash orang-orang yang melanggar hukum syariat Islam. Contohnya, orang yang membunuh, di masjid inilah sering dilakukan eksekusi dengan cara Islam (qishash), yaitu dipenggal kepalanya. Dalam Islam, orang yang membunuh dengan sengaja hukumannya harus diqishash, yaitu dibunuh kembali. 

Makam Siti Hawa 

Tempat ini sebenamya adalah pekuburan umum yang ada di Kota Jedah. Namun, masyarakat setempat sering menyebutnya sebagai makam Siti Hawa, karena menurut kepercayaan mereka bahwa Siti Hawa (istri Nabi Adam) dikuburkan di pemakaman ini. Meskipun menurut mayoritas ulama, makam Siti Hawa tidak terdapat di sana. Lalu di manakah makam Siti Hawa itu? Wallahu a’lam bish shawwab, hanya Allah yang Maha Mengetahuinya. 

Tempat tempat Bersejarah di Kota Jedah

Sepeda Raksasa 

Sepeda raksasa adalah sebuah monumen sepeda yang tingginya 15 meter dan lebarnya 25 meter. Orangorang Arab Saudi menyebutnya Square Darajah (Taman Sepeda). Menurut masyarakat setempat, sepeda raksasa ini hanyalah sebuah monumen yang menggambarkan kemajuan Negara Arab Saudi, dengan memulai memakai sepeda dan sampai bisa keluar angkasa. Di sebelah monumen sepeda ada monumen luar angkasa (Monumen Al-Falaki). Sayangnya kebanyakan jemaah haji (terutama dari Indonesia) mengira, bahwa sepeda itu adalah sepeda Nabi Adam as. Padahal dapat dipastikan sepeda itu bukan sepeda Nabi Adam as. 

Masjid Terapung 

Masjid terapung adalah masjid yang terletak di pinggir pantai Laut Merah. Nama Masjid ini adalah Baiturahman. Dinamai dengan Masjid Terapung karena berada di pinggir pantai Laut Merah. Apabila air laut pasang, seolah-olah masjid tersebut terapung di lautan. 

Comiche/Balad 

Balad adalah tempat atau pusat perbelanjaan terbesar di Kota Jedah. Pada umumnya jemaah Indonesia selalu di bawa ke tempat tersebut oleh guide. Konon harga barangbarang yang ada di sini lebih murah dibandingkan dengan di Indonesia. Dari mulai barang elektronik, parfum, pakaian, dan lain-lain. Oleh karenanya, Balad yang ada di Kota Jedah merupakan tempat favorit jemaah haji asal Indonesia. 


Tempat tempat Bersejarah di Kota Madinah


Tempat tempat Bersejarah di Kota Madinah

 Masjid Nabawi 

Masjid Nabawi adalah masjid terbesar yang dibangun oleh Rasulullah saw., di Madinah setelah Masjid Quba. Letak Masjid Nabawi berada di pusat I(ota Madinah. Orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah disunahkan untuk memperbanyak shalat di Masjid Nabawi. Siapa saja yang shalat di dalam Masjid Nabawi akan mendapatkan pahala 1.000 kali lipat dibandingkan shalat di luar masjid tersebut. Mengenai hal ini, Rasulullah saw., bersabda: 

”Sholat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama 1.000 kali dibandingkan shalat di masjid yang lainnya, kecuali di Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali lipat daripada masjid lainnya. ” (HR. Ahmad, Ibnu Hujaimah dan Hakim) 

Menurut para ulama, keutamaan 1.000 kali shalat di Masjid Nabawi tidak terpaku pada shalat wajib saja, namun juga pada shalat sunah, sama pahalanya akan mendapatkan 1.000 kali lipat. Jadi, disarankan setiap jemaah haji dan umrah untuk lebih giat lagi melakukan shalat di Masjid Nabi tersebut. 

Raudhah 

Raudhah adalah suatu tempat di dalam Masjid Nabawi yang berada antara rumah Rasulullah saw., dan mimbar Nabi. Raudhah ditandai dengan tiang-tiang putih dan karpet putih. Luas Raudhah dari arah Timur sampai ke Barat sepanjang 22 meter, dan dari arah Utara sampai ke Selatan 15 meter. Raudhah merupakan salah satu tempat yang makbul untuk berdoa. Rasulullah saw., bersabda: 

Antara rumahku dun mimbarku adalah Raudhah (taman) di antam taman-taman surga. (Diriwayatkan oleh 5 orang ahli hadis) Makam Baqi’ 

Baqi’ adalah tanah kuburan masyarakat Madinah sejak zaman jahiliah. Sekarang Baqi’ merupakan pekuburan jemaah haji atau umrah yang meninggal di Madinah. Letaknya sebelah timur Masjid Nabawi. Di Baqi’ juga dimakamkan Sayidina Utsman bin Affan ra., dan istri~ istri Rasulullah saw., yaitu Siti ’Aisyah ra. Ummi Salamah, Juwariyah, Zainab, Hafsah binti Umar Bin Khatab, dan Mariyah Al Qibtiyah ra., dan putra-putri Rasulullah saw. Di Baqi’ ini pula Rasulullah saw., membaca salam / doa berikut: 

Kesejahteraan atas kamu sekalian wahai (penghuni) tempat kaum yang beriman. Apa yang dijanjikan kepadamu yang masih ditangguhkan besok itu, pasti akan datang kepadamu, dan kami Insya Allah akan menyusulmu. Ya Allah! Ampunilah ahli Baqi’ Al-Ghorqod. (HR. Muslim) 

Masjid Quba 

Masjid Quba adalah masjid yang terletak di daerah Quba. Quba sendiri terletak kurang lebih 5 km sebelah barat daya Madinah. Orang yang menyongsong Nabi saw., ketika hijrah ke Madinah adalah penduduk Quba. Kedatangan Nabi di Quba pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awal tahun 13 kenabiannya atau tahun 53 dari kelahiran beliau. Di Quba ini Rasulullah mendirikan masjid di atas sebidang tanah milik Kulsum binti Hadam. Batu pertama diletakkan oleh Nabi saw., kemudian secara berturut-turut oleh Abu Bakar, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Selanjutnya dikerjakan oleh sahabat Muhajirin dan Ansor sampai selesai. Masjid Quba merupakan masjid yang pertama didirikan oleh Nabi saw., dan dibangun dua kali. Pertama, ketika kiblatnya menghadap Baitul Maqdis, dan kedua ketika kiblatnya menghadap Baitullah. Rasulullah saw., dalam membangun masjid ini dibantu oleh Malaikat Jibril yang memberi petunjuk arah kiblatnya. Rasulullah bersabda: 

Setiap hari Sabtu Rasulullah saw, mendatangi Masjid Quba berkendaraan atau berjalan kaki dan beliau shalat sunah dua rakaat di dalamnya. Rasulullah saw, menganjurkan dahmg ke Masjid Quba seraya berkata: ”Siapa saja yang bersuci (membersihkan diri dari najis dun hadats) di rumahnya, kemuditm datang ke Masjid Quba dun shalat di dalamnya, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala umrah." (HR. Ahmad Nasa’i, Ibnu Majah, dan Hakim) 

Jabal Uhud 

Jabal Uhud adalah nama sebuah bukit terbesar di Madinah, letaknya kurang lebih 5 km dari pusat kota Madinah. Di bukit ini pernah terjadi pertempuran yang sangat dahsyat antara kaum muslimin yang berjumlah 700 orang melawan kaum musyrikin Mekah sebanyak 3.000 orang. Dalam pertempuran ini yang gugur dari pihak muslimin sebanyak 70 orang syuhada, termasuk paman Rasulullah saw., yaitu Sayidina Hamzah bin Abdul Muthalib. Perang Uhud terjadi pada tahun ketiga 
Hijrah. Di Uhud terdapat pekuburan para syuhada, dan disunatkan bagi kita untuk berdoa bagi syuhada Uhud. 

Masjid Qiblatain 

Masjid Qiblatin sebelumnya dikena] dengan nama Masjid Bani Salamah, karena dibangun di atas tanah Bani Salamah. Masjid ini terletak di pinggir jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja. Pada permulaan Islam, orang melakukan shalat menghadap kiblat ke arah Baitul Maqdis di Yerusalem/Palestina. Pada tahun ke-2 Hijriyah tepatnya hari Senin bulan Rajab waktu Zuhur di Masjid Bani Salamah turunlah wahyu AlQur’an surah Al-Baqarah ayat 144: 

"Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.” 

Mula-mula Rasulullah saw., ketika shalat Zuhur menghadap ke arah Masjidil Aqsho, setelah turun ayat di atas, Rasulullah memindahkan arah kiblatnya ke arah Masjidil Haram. Dalam satu riwayat, konon Malaikat Jibril membantu menunjukkan arah Masjidil Haram. Peristiwa inilah yang menyebabkan masjid ini dinamakan Masjid Qiblatain yang artinya masjid dua kiblat. 

Khandak/Masjid Khamsah 

Khandak dari segi bahasa artinya parit. Dalam sejarah Islam, yang dimaksud khandak adalah peristiwa penggalian parit untuk pertahanan perang ketika adanya pengepungan terhadap kaum muslimin yang ada di kota Madinah oleh kaum Quraisy bersama sekutusekutunya dari Bani Nadir, Bani Ghathfan, dan lainlainnya. Pembuatan parit ini merupakan anjuran Salman Al-Farisi, sahabat Rasulullah saw., dan usul tersebut disetujui. Pengepungan ini terjadi pada bulan Syawal tahun ke-S Hijriyah. Peninggalan Khandak yang ada sampai sekarang hanyalah berupa lima buah pos, yang dulunya berjumlah tujuh, dan pos-pos tersebut sekarang dijadikan masjid yang dikenal dengan sebutan Masjid Sab’ah atau Masjid Khamsah. 

Percetakan AI-Qur’an Raja Fahd 

Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd di Madinah hingga akhir bulan Rabiul Awal tahun 2001 telah berhasil menerbitkan cetakan baru mencapai 113.714.914 eksemplar, dan telah dibagikan sekitar 99.867.355 eksemplar, baik ke dalam negeri maupun ke luar negeri. Jumlah tersebut termasuk Al-Qur'an yang dibagikan ke benua Asia, Eropa, Afrika, Amerika dan Australia, dan hadiah untuk para jemaah haji. 

Kapasitas produksi percetakan mampu menghasilkan 10 juta mushaf Al-Qur’an setiap tahunnya. Bahkan jika diperlukan dapat ditingkatkan menjadi tiga kali lipat dari kapasitas sekarang ini. Artinya percetakan Raja Fahd ini mampu mencetak 30 juta mushaf. Saat ini percetakan Al-Qur’an sedang melakukan usaha penerjemahan AlQur’an ke dalam 20 bahasa dunia dan akan diperluas lagi pada masa yang akan datang. 

Tujuan utama percetakan Al-Qur'an ini adalah menghasilkan cetakan yang teliti, benar penulisan dan lengkap dengan harakat serta tanda-tandanya. Selain itu, percetakan ini juga senantiasa berusaha melakukan penerjemahan secara benar ke dalam berbagai bahasa yang dipakai kaum muslimin di seluruh penjuru dunia dan dilengkapi dengan cara baca menurut ulama ahli qira’at. 

Luas percetakan Al-Qur’an ini sekitar 250 ribu meter persegi, dan termasuk percetakan terlengkap, karena di dalamya terdapat masjid, perkantoran, sarana transportasi, pemasaran, asrama tempat istirahat, klinik, restoran, dan lain-lain. Jumlah penerbitan yang dikeluarkan lebih dari 50 bentuk yang beraneka ragam, mulai mushaf utuh, per juz, penerjemahan, rekaman kaset, kitab-kitab sejarah, kitab-kitab hadis, sirah Nabi, dan lain-lainnya. Percetakan ini mempunyai dua manuskrip Al-Qur’an, yaitu riwayat Hafs dan ’Asyim, serta riwayat Warsy dari Nafi’ yang telah dituliskan oleh para ahli kaligrafi percetakan. 

Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd ini telah dikunjungi lebih 2 juta kaum muslim. Mereka datang untuk menyaksikan kebesaran Islam yang didirikan oleh Kerajaan Saudi 
Arabia sebagai khidmah kepada Islam dan kaum muslimin. Percetakan ini merupakan hadiah dari Raja Fahd bin Abdul Aziz untuk segala penjuru tempat, dan menjadi simbol kebesaran Madinah serta sebagai benteng raksasa untuk menjaga Al-Qur’an dan Hadis Nabi. 


Tempat Tempat Bersejarah di Kota Mekah

tempat bersejarah di kota mekah

Masjidil Haram 

Masjidil Haram adalah mesjid yang di dalamnya terdapat bangunan Ka’bah (Baitullah), yang merupakan kiblatnya bagi kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Sholat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali Iipat daripada di masjid lainnya. 

Tempat-tempat penting yang ada di dalam masjid selain Ka’bah adalah: 
1.    Maqam Ibrahim, batu pijakan Nabi Ibrahim as., ketika membangun Ka’bah dan juga untuk menyeru manusia untuk berhaji. 
2.    Hijir Ismail, kuburan Nabi Ismail dan ibunya. 
3.    Sumber air Zam-Zam, mata air yang ada dekat Ka’bah. 
4.    Mas’a, tempat melakukan sa’i antara bukit Shafa dan Marwah yang letaknya di samping masjid. 

Ka’bah (Baitullah) 

Adalah sebuah bangunan berbentuk kubus (segi empat), tapi kalau kita perhatikan secara saksama temyata bangunan Ka’bah itu tidak begitu persegi empat. Ka’bah (Baitullah) pertama dibangun oleh para malaikat, kemu
dian dilanjutkan oleh Nabi Adam as. Bangunan Ka'bah yang dibangun oleh Nabi Adam tingginya kurang lebih satu Hasta. Selanjutnya berturut Ka'bah dibangun oleh Nabi Syits bin Adam, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail atas perintah Allah SWT. Pembangunan berikutnya dilanjutkan oleh suku Amalik, suku Jurhum, suku Qushayyai bin Kilab, sampai pada zaman Sultan Murad IV Al-Utsmani pada tahun 1630 M. Di dalam Ka’bah ada tiga tiang penyangga, di sebelah Rukun Yamani, yaitu Rukun Hajar Aswad karena di rukun tersebut terdapat Batu Hajar Aswad. 

Selain sebagai bangunan yang pertama kali di bangun di muka bumi ini, Ka’bah juga memiliki keistimewaan antara lain: 

1.    Ka'bah berada pada satu garis lurus dengan Bait AlMakmur, yaitu pusat ibadah para malaikat di langit. 
2.    Jika memandang Ka’bah dengan khidmat kita mendapat ketenangan.

Setiap hari (selama 24 jam) Allah menurunkan 120 rahmat di Ka’bah, yang 60 rahmat diberikan kepada mereka yang thawaf, 40 rahmat diberikan kepada mereka yang shalat, dan yang 20 diberikan kepada mereka yang sedang memandangi Ka’bah. 

Mizab Ka'bah 

Yang pertama kali memberi atap (loteng) pada Ka’bah adalah suku Quraisy ketika mereka membangun Ka’bah, karena ada atapnya maka memerlukan pancoran air/ talang air untuk membuang air hujan. Talang ini mereka buat pada sisi yang menghadap Hijir Ismail dan diberi nama Mizab. Mizab tersebut dilapisi emas seberat 40 kg. Di bawah Mizab ini termasuk tempat yang baik untuk berdoa. Suatu saat Sayidina Utsman bin Affan berkata kepada rombongannya, ”Tanyakan padaku dari mana aku tadi.” Mereka lalu bertanya, ”Dari mana engkau ya Amirul Mu’minin. " ”Aku baru saja dari pintu surga, " jawab sayidina Utsman. Padahal baru saja beliau berdiri di bawah Mizab dan berdoa di situ. (Kitab Fii Rihabi Baitil Haram). 

Hajar Aswad 

Adalah batu berwarna hitam yang berada di sudut tenggara Ka'bah. Hajar Aswad dilingkari besi putih yang direkat dengan timah, dan terletak kira-kira setinggi 1,5 m dari permukaan lantai masjid. Thawaf dimulai dan diakhiri dari sudut ini. Mencium Hajar Aswad di luar waktu thawaf juga disunahkan dengan niat mengikuti petunjuk nabi. Dalam salah satu riwayat Nabi saw., bersabda ”Nanti pada hari kiamat, Hajar Aswad akan tampak memiliki mulut dan menyatakan/menyaksikan siapa-sinpa yang pernah mencium/menyalami dia dengan niat yang baik. ” 

Multazam 

Multazam berasal kata dari Iltazama, Yaltazimu, Multazamun yang secara harfiah berarti amat diperlukan. Kata ini sudah menjadi nama tempat tertentu, yaitu antara sudut Hajar Aswad dengan pintu Ka’bah disebut Multazam. Multazam merupakan tempat paling diijabah untuk berdoa. Rasulullah saw., bersabda; ”Multazam adalah tempat berdoa yang mustajab, dun tidak seorang pun hamba Allah yang berdoa di tempat ini tanpa dikabulknn Allah permintaannya.” Rasulullah sendiri kalau sampai di tempat ini langsung menempelkan dadanya, wajah/ pipinya, kedua lengan dan kedua telapak tangannya pada Ka’bah dan berdoa. 

Hijir Ismail 

Hijir Ismail berada di sebelah utara Ka’bah yang dibatasi oleh tembok berbentuk setengah lingkaran. Hijir Ismail merupakan tempat Nabi Ismail tinggal semasa hidupnya, dan kemudian menjadi kuburan beliau dan ibunya Siti Hajar. Ketika suku Quraisy memugar Ka’bah pada tahun 
(606 M) mereka kehabisan dana untuk membangun seukuran Ka’bah yang asli. Sebagai solusi, mereka mengurangi panjang tembok sisi Barat dan sisi Timur di bagian Utara : 3 m, sehingga Hijir Ismail luasnya bertambah. Jadi sebagian Hijir Ismail termasuk Ka’bah. Orang yang melakukan thawaf tidak boleh masuk ke dalam Iingkaran Hijir Ismail, kalau masuk lingkaran Hijir Ismail, maka thawafnya dianggap tidak sah. 

Rukun Yamani (Sudut ke Arah Yaman) 

Sudut ini juga sangat penting artinya bagi keistimewaan Ka’bah, karena setiap orang yang thawaf disunahkan menyalami atau mengusapkan tangan kanan atau kalau tidak mungkin karena berdesakan, disunahkan melambaikan tangan kanan ke arah sudut ini.

Rukun Yamani adalah sudut yang keempat bagi orang yang thawaf. 
Dalam salah satu riwayat, Nabi saw., pemah bersabda, Setiap aku melewati Rukun Yamani tampak ada malaikat yang mengucapkan kalimat Amin. Rukun Yamani ini pun dinyatakan salah satu tempat yang baik untuk berdoa dengan cara meletakkan tangan kanan, lalu berdoa kepada Allah apa yang diinginkan. 

Maqam Ibrahim (Batu Pijakan Nabi Ibrahim) 

Kata maqam memang memiliki beberapa arti, namun yang dimaksudkan di sini adalah maqam yang berarti tempat pijakan orang berdiri. Adapun Maqam Ibrahim adalah batu yang digunakan oleh Nabi Ibrahim as., berpijak waktu membangun Ka'bah. Di batu ini ada bekas telapak kaki nabi Ibrahim, karena ketika nabi Ibrahim menginjak batu tersebut menjadi empuk sehingga kedua kaki beliau masuk sedalam 9 cm. Anehnya batu ini dapat naik ke atas dan turun sendiri sesuai keperluan 
Nabi Ibrahim ketika membangun tembok Ka'bah. Dalam kitab ”Akhbaar Makkah" diterangkan bahwa setelah Nabi Ibrahim menyelesaikan pembangunan Ka’bah, beliau diperintahkan memanggil semua umat manusia untuk berhaji ke Baitullah Al-Haram (Mekah). Nabi Ibrahim pun naik ke batu yang dinaiki ketika membangun Ka'bah, dan batu itu pun langsung naik ke atas sampai lebih tinggi dibandingkan gunung yang ada di Mekah. Dengan kehendak Allah suara Nabi Ibrahim dapat didengar oleh semua manusia yang ada dan yang akan ada sehingga mereka menjawab, ”Ya, aku penuhi panggilan-Mu”. Mereka yang menjawab sekali, dia akan pergi haji sekali sepanjang umumya, yang menjawab dua kali, maka akan pergi haji dua kali, yang menjawab tiga kali, maka akan pergi haji tiga kali dan begitu seterusnya. Adapun yang pada waktu itu tidak menjawab ia tidak akan dapat melakukan ibadah haji sepanjang umurnya. Keistimewaan batu Maqam Ibrahim ini (bersama-sama batu Hajar Aswad) adalah Allah menjaga kedua batu ini tidak disembah oleh orang-orang musyrik. Hal ini dapat dibuktikan dari buku sejarah mana pun bahwa tidak ada orang musyrik yang menyembah kedua batu tersebut walau mereka menyembah batu yang lain. Ketika Islam datang yang salah satu ajarannya adalah menganjurkan ummatnya mencium atau menghormati Maqam Ibrahim dan Hajar Aswad, tidak menjadikan orang mengatakan bahwa Islam mensyahkan salah satu amalan ritual orang musyrik atau kafir. 


Air Zamzam 

Zamzam secara bahasa berarti air gemercik yang dikumpulkan. Keberadaan air Zamzam berkaitan erat dengan peristiwa yang dialami oleh Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dalam sejarah dikisahkan, Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan putranya Nabi Isma’il datang ke Mekah. Ibrahim hanya meninggalkan kurma dan sedikit air untuk keduanya. Kemudian dia kembali ke Palestina. Tatkala bekal itu habis, keduanya merasakan haus yang sangat. Berangkatlah Siti Hajar ke bukit Shafa dan berdiri di sana dengan harapan melihat seseorang di tempat itu dan memberinya air minum. Kemudian ia berlari kecil menuju bukit Marwah dengan harapan yang sama dapat menemukan seseorang yang dapat memberinya air untuk menghilangkan rasa haus. 

Demikianlah dia berlari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali sampai kelelahan. Pada saat lari yang ketujuh dia mendengar suara orang memanggil-manggil, padahal di sekitar tempat itu tidak ada orang, kecuali dia clan Ismail yang masih bayi, lantas ia berseru, ”Aku dengar suaramu, tolonglah aku kalau engkau orang baik. " Muncullah Malaikat Jibril yang kemudian menghentakkan tumitnya di tanah, lalu memancarlah air di tempat itu. Dengan tergesa-gesa Siti Hajar membendungi air dengan tanah dan pasir agar tidak mengalir ke mana-mana. Air itu disebut dengan nama Zamzam yang berarti air gemercik tapi terkumpul. 
Air Zamzam sengaja diberikan Allah Swt., mula-mula kepada Siti Hajar dan putranya, Ismail. Kemudian oleh mereka berdua diberikan kepada siapa saja yang memerlukan. Ini terbukti setelah beberapa hari Siti Hajar dan anaknya tinggal di dekat air itu, datanglah dua orang dari Suku Jurhum yang mewakili bangsanya untuk berkenalan sekaligus meminta izin untuk memanfaatkan air, dengan senang hati mereka menerima. Lamakelamaan di sekitar air Zamzam berkumpul masyarakat baru dan menjadi sebuah kota yang amat ramai (Depag, 1998: 50-51). Sumur Zamzam terletak kira-kira 11 M dari Ka’bah. Mata air sumur Zamzam dapat memompa air18,51iter/detik atau 39.6001iter perjam. 

Meminum air Zamzam memiliki banyak faedah. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah saw., dalam sabdanya, ”Faedah air Zamzam bergantung maksud peminumnya. [ika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, Allah menyembuhkmmya. [ikn engkau minum dengan maksud agar merasa kenyang, Allah mengenyangkanmu. Iika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu, Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Zamzam adalah air tektman tumit ]ibril, minuman dari Allah untuk Ismail. " (HR. Daruquthni, Ahmad dan Ibnu Majah) 

Berdasarkan hadis tersebut, para ulama menyebutkan keutamaan air Zamzam sebagai berikut: 

a.    Syaba’ah, artinya kenyang, karena setelah minum air Zamzam menjadi kenyang. 

b.    Nafi’ah, artinya bermanfaat, karena sangat banyak manfaatnya, di antaranya menguatkan hati dan dapat menenangkan rasa takut. 

c.    Afi’ah, artinya sehat, karena air Zamzam jika diminum dapat menangkal dan menolak penyakit. 

d.    Barrah, artinya memiliki kebaikan, karena air Zamzam sangat baik bagi orang yang meminumnya untuk memperoleh keberkahan. 

e.    Madhmunah, artinya bagus, karena indahnya air Zamzam, Allah melarang satu kaum dari bangsa Arab tinggal di sekitamya sebab mereka sering berbuat maksiat. 

f.     Kafiyah, artinya mencukupi, karena orang yang meminum Zamzam merasa cukup atau puas. 

g.    Mu'dzibah, artinya mencegah dahaga, karena air Zamzam mengandung rasa antara manis dan manis. 

h.    Syifa’ saqamin, artinya menyembuhkan penyakit, karena air Zamzam dapat menjadi obat berbagai penyakit bagi orang yang meminumnya. 

i.      Maghfurah, artinya ampunan, karena orang yang meminum air Zamzam akan mendapatkan ampunan dari Allah Swt. 

j.      Hajmatu libril, artinya injakan Jibril, karena air Zamzam keluar dengan perantaraan injakan tumit malaikat Iibril. 

Bukit Shafa dan Marwah 

Shafa dan Marwah disebut juga mas’a (tempat sa'i). Sejarahnya, yaitu ketika Siti Hajar mencari air minum untuk Nabi Ismail, beliau bolak-balik antara bukit Shafa dan bukit Marwah sampai tujuh kali. Peristiwa bolakbalik antara Shafa dan Marwah inilah yang diabadikan umat Islam sebagai Sa’i (lari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah) yang masuk dalam rukun ibadah haji dan umrah. 

Shafa adalah sebuah bukit kecil yang berada kurang lebih 130 M sebelah selatan Masjidil Haram. Sekarang di atas bukit ini sudah dibangun atap bulat berbentuk kubah. Bukit inilah yang dalam syariat digunakan sebagai tempat bermulanya sa’i. Sedangkan Marwah adalah bukit kecil dari batu api atau geretan, yaitu batu putih yang keras. Berada pada jarak kira-kira 300 M arah timur laut dari Rukun Syami pada Ka’bah. Bukit Marwah ini menjadi tempat penghabisan sa’i sebelah utara, dan merupakan salah satu dari syiar-syiar haji (Djuhro Wardiana, 2010: 71). 

Jabal Nur 

Jabal Nur terletak di sebelah utara Masjidil Haram, jaraknya kira-kira 6 km dari Masjidil Haram. Apabila kita mendaki sampai ke puncaknya membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam. Di atas gunung terdapat sebuah gua temama yang biasa disebut ”Gua Hira”. Pada zaman Rasulullah, gua tersebut dijadikan tempat 

mengasingkan diri dari kaum Quraisy yang selalu berbuat kemungkaran. Di sana juga Rasulullah saw., pertama kali menerima wahyu dari Allah Swt., yaitu surat Al-’Alaq ayat 1-5. 

Jabal Tsur 

Jabal Tsur terletak di sebelah selatan Masjidil Haram, yang berjarak kira-kira 6 km dari Masjidil Haram. Di Iabal Tsur terdapat pula sebuah gua yang disebut ”Gua Tsur”. Apabila kita mendakinya akan membutuhkan waktu kurang lebih 1 V2 jam untuk sampai ke puncaknya. Menurut sejarah, Gua Tsur merupakan tempat bersembunyi Rasulullah saw., dan sahabatnya Abu Bakar Shiddiq dari kejaran kafir Quraisy ketika mereka akan pergi Hijrah ke Madinah. Ada sebagian kaum Quraisy yang sampai ke puncaknya dan hampir masuk ke Gua Tsur tempat Rasulullah dan Abu Bakar bersembunyi, tapi Allah Swt., menyelamatkan mereka berdua dengan adanya sarang laba-laba dan sarang burung dara di mulut gua. 

Jabal Rahmah 

Jabal Rahmah adalah bukit kecil yang berada di sebelah timur Arafah, sekitar 1,5 km dari Masjid Namirah. Jumlah tangga untuk naik ke puncaknya mencapai 168 buah. Di atas bukit terdapat tugu. Menurut sebagian riwayat, tugu tersebut sebagai tanda pertemuan antara Nabi Adam dan istrinya Hawa setelah sekian lama dipisahkan oleh Allah Swt. Oleh karena itulah, bukit ini dinamakan Iabal Rahmah, yang berarti bukit kasih sayang. Maksudnya kasih sayang antara Adam dan Hawa setelah lama berpisah. 

Padang Arafah 

Arafah adalah tanah lapang atau padang yang amat luas. Padang Arafah merupakan tempat bagi jemaah haji melakukan ibadah wukuf. Arafah terletak di sebelah tenggara kota Mekah yang berjarak sekitar 22 km dari Mekah. Dinamakan Arafah, karena di sanalah Adam dan I-Iawa bertemu dan saling mengenal kembali. Sedangkan menurut Ibnu Abbas, dinamakan Arafah karena di sanalah manusia mengenali dan mengakui dosa dan kesalahan-kesalahannya. 

Muzdalifah 

Muzdalifah terletak antara Mina dan Arafah. Muzdalifah merupakan tempat mabit (menginap) para jemaah haji dalam perjalanan meninggalkan Arafah setelah terbenamnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah. Para jemaah haji melakukan shalat Maghrib dan Isya di Muzdalifah, kemudian menuju Mina setelah shalat Subuh. 

Mina adalah tempat bagi jemaah haji untuk melakukan mabit (bermalam) selama 2 malam bagi yang mengambil 
nafar awal, dan 3 malam bagi yang mengambil nafar tsani. Di Mina terdapat tempat tiga Jumrah, yaitu Jumrotul Ula, Wustho, dan Aqobah. Ketiga Jumrah tersebut ada nilai sejarahnya. Ketika Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk melakukan kurban dengan menyembelih anak kesayangannya, Ismail. Tatkala Ibrahim hendak melaksanakan perintah Allah tersebut, tiba-tiba muncullah setan yang menggodanya agar menghentikan niatnya untuk menyembelih Ismail. Untuk mengusir setan, Ibrahim mengambil batu dan melemparkannya ke setan tersebut. Sejarah pelemparan batu yang dilakukan oleh Ibrahim kepada setan inilah yang kemudian diabadikan sebagai Jumrah Ula, Wustha, dan Aqobah. 

Ja’ronah 

Kata Ja’ronah diambil dari nama seorang wanita yang tinggal di daerah tersebut. Sekarang Ja’ronah adalah sebuah perkampungan di lembah Saraf, sekitar 24 km dari Masjidilharam. Di Ja’ronah terdapat masjid yang digunakan untuk berihram dalam ibadah umrah oleh penduduk Mekah. Masjid tersebut telah diperbarui kembali oleh Raja Fahd, yang menelan biaya kurang lebih 2 juta RS (Riyal Saudi), dengan luas 430 m dan dapat menampung jemaah sekitar 1000 orang. Di Ja’ronah inilah turun surah Al-Baqarah ayat 196. 


Masjid jin 

Masjid Iin terletak di sebelah kiri jalan naik ke pekuburan Ma’la, tepatnya di samping jembatan penyeberangan. Dinamakan Masjid Iin, karena di tempat inilah Rasulullah saw., membaiat rombongan jin yang ingin masuk Islam. Menurut lbnu Mas’ud, di tempat ini pula diturunkan surat Al-Jin ayat 1 -2. 

Ma’la adalah sebuah pekuburan yang terletak di kota Mekah. Posisinya bersebelahan atau searah dengan Pasar Seng. Ma’la merupakan pekuburan umum yang disediakan pemerintah untuk mengubur jenazah masyarakat Arab Saudi atau para jemaah haji dan umrah yang meninggal di Mekah. Menurut satu riwayat, di Ma’la juga terdapat kuburan Siti Khadijah, istri pertama Nabi Muhammad.