Cara Mengamalkan dan Khasiat Bacaan Shalawat Dzatul Fadli

Shalawat Dzatul Fadli

Shalawat Dzatul Fadli


Cara dan Khasiatnya:
  1. Bagi orang yang mempunyai penyakit yang cukup lama tidak sembuh (penyakit menahun), bacalah shalawat tersebut sebanyak 21 (dua puluh satu) kali selama 113 hari. Pembacaan tersebut dilakukan pada waktu akan tidur dan sesudah tidur, di hadapan segelas air. Seusai membaca, minumlah air itu.
  2. Bagi orang yang hendak membeli tanah, bacalah shalawat tersebut sesudah shalat haj at. Lakukan hal itu selama 3 tahun, insyaallah akan mempermudahnya.

Cara Mengamalkan dan Khasiat Bacaan Shalawat Nuril Anwar / Badawi Ash Shugra

Shalawat Nuril Anwar / Badawi Ash Shugra

Shalawat Nuril Anwar / Badawi Ash Shugra


Cara dan Khasiatnya:

  1. Barang siapa membaca Shalawat Nurul Anwar buah pena Syaikh Ahmad al-Badawi r.a. sebanyak 100 (seratus) kali sesudah shalat Subuh, akan hilang kebingungan hatinya.
  2. Barang siapa membacanya sebanyak 12.000 (dua belas ribu) kali dalam satu majlis (sekali duduk), insyaallah kebutuhannya akan terpenuhi secara mendadak.
  3. Bagi orang yang ingin memperoleh kemudahan dalam menghadapi berbagai kesulitan, bacalah shalawat ini sebanyak 25 (dua puluh lima) kali sesudah shalat wajib, dalam keadaan berpuasa, dan dilakukan selama tujuh hari. Atau, bisa juga tanpa berpuasa, tetapi dibaca sebanyak 100 (seratus) kali sehari semalam, selama 40 hari.
  4. Khasiat lain dari Shalawat Nurul Anwar ini adalah untuk menolak bahaya, menciptakan kemkunan dengan tetangga, dan menjaga aliran rezeki.
  5. Sebelum membacanya, hendaknya kita menghadiahkan bacaan al-Fatihah kepada Rasulullah Saw., Khulafa’ ar-Rasyidin, dan Syaikh Ahmad al-Badawi r.a.

Cara Mengamalkan dan Khasiat Bacaan Shalawat Azhimiyah

Shalawat Azhimiyah

Shalawat Azhimiyah


Barang siapa membaca Shalawat ‘Azhimiyah buah pena Syaikh Ahmad bin Idris r.a. (1173-1253 H/ 1760-1837 M)-sebanyak 3 (tiga) kali sesudah shalat Isya secara rutin, insyaallah akan mendapat karomah yang luar biasa.

Cara Mengamalkan dan Khasiat Bacaan Shalawat Thibbil Qulub / Thibbiyyah

Shalawat Thibbil Qulub / Thibbiyyah

Shalawat Thibbil Qulub / Thibbiyyah
Shalawat Thibbil Qulub / Thibbiyyah


Cara dan Khasiatnya:
  1. Barang siapa mewiridkan Shalawat Thibbiyyah sesudah shalat wajib sebanyak 15 (lima belas) kali, ia akan dilindungi oleh Allah dari penyakit lahir batin, memiliki ketabahan hati, dan dianugerahi kejujuran yang tinggi.
  2. Jika dibaca sebanyak tiga kali sesudah shalat Maghrib, hati si pembaca insyaallah akan menjaditenang.
  3. Untuk mengobati sakit perut, amalkan Shalawat Thibbiyyah ini dengan cara:

  • Dibaca sebanyak 7 (tujuh) kali, setiap usai satu bacaan, tiupkan pada air lalu diminumkan kepada yang sakit. I nsyaallah sembuh.
  • Dibaca 7 (tujuh) kali. Setiap kali selesai satu bacaan, tiupkan pada telapak tangan sendiri, lalu usapkan pada perut orang yang sakit. Insyaallah sembuh.

Cara Mengamalkan dan Khasiat Bacaan Shalawat Ma'luf

Cara Mengamalkan dan Khasiat Bacaan Shalawat Ma'luf

Shalawat Ma'luf


Cara dan Khasiatnya:
  1. Berwudhu, lantas duduk di tempat yang suci dengan menghadap kiblat.
  2. Setelah itu, bacalah shalawat tersebut sebanyak 5001 (lima ribu satu) kali dengan sekali duduk. 


Insyaallah, permohonan akan segera dikabulkan.

Cara Mengamalkan dan Khasiat Bacaan Shalawat Nuri Dzati

Shalawat Nuri Dzati

 Shalawat Nuri Dzati
Redaksi Lain 

 Shalawat Nuri Dzati


Keterangan:
Shalawat ini adalah karya Syaikh Abul Hasan asy-Syadzili r.a. (593-656 H/ 1196-1258 M), seorang ulama yang berasal dari Maroko Afrika Barat.
Cara dan Khasiatnya:

1. Cara Pertama:
  • Berpuasalah selama tiga hari, dimulai dari hari Selasa.
  • Selama berpuasa, perbanyaklah membaca Shalawat tersebut, tidak kurang dari 4000 (empat ribu) kali.
  • Selesai puasa, Shalawat tersebut dibaca siangmalam sebanyak 14 (empat belas) kali. Khasiatnya: Untuk memagari badan. 

2. Cara Kedua:
Bagi orang tua yang memiliki anak suka menangis, shalawat tersebut ditulis dengan membesarkan huruf ‘MIM’ pada lafadz “Muhammad”. Pada lubang huruf ‘MIM’, ditulis nama anak tersebut. Kemudian, tulisan shalawat itu dilipat dan dibungkus, lalu dikalungkan pada anak yang rewel tersebut.
Khasiatnya:
  • Anak kecil tidak banyak menangis
  • Membentengi anak/bayi dari gangguan jin dan Ummu Shibyan (wewe).

3. Cara Ketiga dan Khasiatnya:
Bila dibaca sebanyak 3 (tiga) kali, atau 11 (sebelas) kali sesudah shalat Subuh dan Maghrib, atau setiap selesai shalat wajib, pelaku akan mendapat kejernihan hati dan dihilangkan segala kesulitannya.

Cara Mengamalkan dan Khasiat Bacaan Shalawat Badawiyah / Nuraniyah

Shalawat Badawiyah / Nuraniyah

Shalawat Badawiyah / Nuraniyah


Shalawat ini adalah buah pena Syaikh Ahmad al-Badawi r.a. (596-674 H), seorang ulama dari Maghribi. Shalawat ini juga disebut Shalawat Syajarah karena di dalamnya terdapat kata syajarah.
Cara dan Khasiatnya:
  1. Jika dibaca sejumlah 100 (seratus) kali selama 40 hari dalam keadaan suci dan konsentrasi penuh maka orang yang membacanya akan melihat keajaiban yang luar biasa. 
  2. Barang siapa membacanya sebanyak tiga kali setiap hari setelah shalat Subuh dan Maghrib, insyaallah akan lancar segala urusannya.
  3. Orang yang selalu membaca Shalawat tersebut sesudah shalat wajib akan dijaga dari marabahaya yang tidak diduga sebelumnya.
  4. Bila Shalawat ini dibaca oleh seorang korban perampokan, sebanyak 1111 (seribu seratus sebelas) kali, maka perampoknya akan mengalami bahaya yang besar.
  5. Seseorang yang ingin membeli sesuatu dengan harga murah, hendaknya membaca Shalawat tersebut sebanyak 11 (sebelas) kali sesudah shalat wajib. Insyaallah, kehendaknya itu akan tercapai.
  6. Barang siapa ingin mengusir kemaksiatan di kampungnya, bacalah shalawat di atas sebanyak 1000 (seribu) kali, baik secara sendin’ maupun kelompok, sambil menghadap air. Setelah selesai, airnya dituangkan pada tempat yang sering dijadikan ajang maksiat tersebut. Insyaallah, kemaksiatan tersebut akan bubar.

Cara Mengamalkan dan Khasiat Bacaan Shalawat Fatih

Shalawat Fatih

Shalawat Fatih

Penulis shalawat ini adalah Syaikh Syamsudin bin Abil Hasan al-Bakri r.a., seorang ulama yang masih mempunyai hubungan darah dengan Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Namun, ada pula yang mengatakan ditulis oleh Syaikh Abdul Qadir al Jaelani r.a.
Cara dan Khasiatnya:
  1. Barang siapa membaca Shalawat Fatih meski satu kali seumur hidup, insyaallah akan selamat dari siksa api neraka.
  2. Orang yang membaca shalawat tersebut sebanyak satu kali, akan diberi pahala yang setara dengan pahala membaca shalawat lainnya sebanyak 10.000 (sepuluh ribu) kali atau 600.000 (enam ratus ribu) kali.
  3. Barang siapa membaca shalawat tersebut sebanyak 11 (sebelas) kali sesudah shalat wajib dan dilakukannya terus menerus selama empat puluh hari, maka ia akan diampuni semua dosa kecilnya.
  4. Pada malam Kamis, malam Jum’at, atau malam Senin, kerjakanlah shalat hajat sebanyak dua kali. Dalam shalat hajat yang pertama, sesudah membaca al-Fatihah pada raka’at pertama, baca lah surat al-Qadr. Dan sesudah membaca al Fatihah pada raka’at berikutnya, bacalah surat Zalzalah. Sedangkan dalam shalat hajat yang kedua, sesudah al-Fatihah pada raka’at pertama bacalah surat al-Kafirun. Dan pada raka’at selanjutnya (sesudah al-Fatihah) bacalah surat al-Falaq serta surat an-Nas. Setelah usai, bacalah shalawat tersebut sebanyak 1000 (seribu) kali. Insyaallah, barang siapa mengamalkan ritual di atas akan bermimpi bertemu Nabi Saw.
  5. Barang siapa mempunyai kesulitan (musykilat), seperti banyak utang, suami/istri sulit dinasihati, anak gadis belum ditanyakan seorang pemuda (sulit jodoh), dan lain-lain, maka bacalah shalawat tersebut sebanyak 100 (seratus) kali pada tengah malam, selama 40 hari. Isnyaallah, ia akan diberi jalan keluar dari kesulitannya itu.
  6. Bacalah setiap selesai shalat Subuh Shalawat Fatih tersebut sebanyak 21 (dua puluh satu) kali. Insyaallah, hajat Anda akan tercapai, rezeki lancar, keluarga selamat dan hati menjadi tenang, dengan izin-Nya.
  7. Agar hati menjadi tenang dan terbuka bagi ilmu, lakukanlah amalan-amalan berikut:

  • Membaca Shalawat Fatih tersebut sebanyak 11 (sebelas) kali, setiap kali selesai mengerjakan shalat wajib (khusus hari J um’at, Shalawat ini dibaca seratus kali).
  • Waktu membacanya, menghadaplah ke arah kiblat dengan sedikit condong ke utara.
     8. Bila ingin menggunakan Shalawat Fétih dengan tujuan agar cepat memahami ilmu, lakukanlah           riyadhah berikut:
  • Berpuasalah selama 3 hari, dimulai dari hari Selasa.
  • Selama berpuasa, seusai shalat wajib, bacalah Shalawat Fatih sebanyak 11 (sebelas) kali atau 313 (tiga ratus tiga belas) kali, atau 500 (lima ratus) kali.

Cara Mengamalkan dan Khasiat Bacaan Shalawat Munjiyat

Shalawat Munjiyat

Shalawat Munjiyat

Dalam versi lain, terdapat tambahan redaksi:

Shalawat Munjiyat

Cara dan Khasiatnya:
  1. Bila Shalawat Munjiyat karya Syaikh Musa adh Dharir r.a. ini dibaca 11 (sebelas) kali selepas melaksanakan tiap shalat wajib, lalu berdoa tentang apa yang diminta, insyaallah doa tersebut akan dikabulkan.
  2. Bila dibaca sebanyak 4o (empat puluh) kali, kesusahan akan dihilangkan, urusan dimudahkan, pangkat diluhurkan, dan si pembaca akan disayangi oleh setiap orang.
  3. Bila dibaca pada hari lahir anak sebanyak 41 (empat puluh satu) kali, anak itu akan menjadi anak yang alim, saleh, dan bermanfaat. Insyaallah.
  4. Seseorang yang membacanya sebanyak 300 (tiga ratus) kali, ia akan: aSembuh dari penyakit yang dideritanya, Terjaga dari perbuatan dosa, dan didoakan oleh para malaikat.
  5. Bila shalawat ini dibaca sebanyak 1000 (seribu) kali pada tengah malam, insyaallah dapat menanggulangi bencana wabah penyakit dan hal-hal lain yang menakutkan.
  6. Bila seseorang membacanya sebanyak 500 (lima ratus) kali, insyaallah semua hajatnya akan cepat tercapai.
  7. Pada waktu wabah tha’un merajalela, orang yang memperbanyak bacaan shalawat tersebut akan diselamatkan dari bahayanya.
  8. Bila bacaan shalawat tersebut diperbanyak oleh seseorang yang sedang naik perahu maka Allah akan melindunginya dari tenggelam. Oleh karena itu, alangkah baiknya bila shalawat tersebut dibaca setiap waktu untuk mengantisipasi datangnya cobaan yang datang tanpa diduga sebelumnya.

Hikayat tentang Shalawat Munjiyat:

Dari Ibnul Fakihani dari Shaleh Musa adh Dharir r.a. yang berkata:
“Saat aku mengangkat di laut, tiba-tiba ada badai menerjang perahuku. Tidak sedikit perahu
yang tenggelam oleh badai tesebut, sehingga orangorang yang berada di atas perahu bersamaku ribut, panik, dan takut. Pada waktu itu pula saya mengantuk, lantas tertidur. Dalam tidur, saya bermimpi melihat Nabi Saw. Beliau berkata: “Sampaikan kepada semua penumpang agar membaca shalawat ini (Munjiyat) sebanyak 1000 (seribu) kali.” Sesudah bangun, saya sampaikan ha] itu kepada semua penumpang. Mereka semua membacanya. Baru sampai pada bacaan ke-300 (tiga ratus), Allah Swt. menyelamatkan kami dari amukan badai tersebut.”

Cara Mengamalkan dan Khasiat Bacaan Shalawat Tafrijiyah / Nariyah

Shalawat Tafrijiyah / Nariyah

Shalawat Tafrijiyah / Nariyah

Shalawat ini disebut Shalawat Tafrijiyah. Namun, ada pula yang menyebut Shalawat Taziyah, dinisbatkan kepada Syaikh Abdul Wahab at-Tazi r.a. Ulama Maroko menyebutnya dengan Shalawat Nariyah (Berbangsa Api). Sebab, banyak orang yang telah membacanya sebanyak 4.444 (empat ribu empat ratus empat puluh empat) kali, dengan maksud tertentu, dan ternyata apa yang mereka kehendaki terwujud dengan cepatnya, seperti kayu yang cepat habis dilahap si jago merah.
Cara dan Khasiatnya:
  1. Syaikh ad-Dainuri r.a. berkata: “Bila seseorang membacanya 11 kali setelah shalat wajib, ia akan dilancarkan rezekinya dan mendapat kehormatan yang baik dalam pergaulan masyarakat.” Sementara Syaikh Sanusi berkata: “Barang siapa membaca Shalawat Nariyah setiap hari sebanyak 11 kali, Allah akan menurunkan rezekinya dari langit dan mengikutkan rezekinya dari belakang.”
  2. Bila dibaca 33 kali setiap hari secara rutin, sesuatu yang dicita-citakan akan tercapai.
  3. Bila seseorang membaca shalawat ini sebanyak 41 (empat puluh satu) kali seusai shalat Subuh, ia akan dimudahkan segala usahanya.
  4. Barang siapa membacanya 42 (empat puluh dua) kali, cita-citanya akan tercapai.
  5. Barang siapa yang membacanya sebanyak 141 (seratus empat puluh satu) kali secara istiqomah, maka:  Ia akan aman dari kebutuhan dunia dan kemelaratan, Allah akan menolongnya dalam menghadapi tipu daya orang zalim.
  6. Bila Shalawat Nariyah ini dibaca 100 (seratus) kali setiap hari, maka si pembaca akan dibebaskan dari kesusahan, dilancarkan rezekinya, dibukakan baginya pintu kebaikan, dijauhkan dari bahaya kelaparan dan kemiskinan, dan akan ditumbuhkan rasa kasih sayang di hati setiap orang kepada si pembaca.
  7. Bila dibaca 313 (tiga ratus tiga belas) kali setiap hari, si pembaca bisa mengetahui segala yang tersembunyi dan yang dikehendaki.
  8. Bila dibaca 1000 (seribu) kali, si pembaca akan memperoleh sesuatu yang tidak dilihat mata, tidak terdengar telinga, dan tidak terlintas dalam jiwa. Sementara itu, Syaikh al-Qurthubi r.a. berkata:
  9. “Barang siapa membacanya 4.444 (empat ribu empat ratus empat puluh empat) kali dalam satu majlis (sekali duduk), ia akan dibebaskan dari musibah yang sangat membahayakan, dan hajatnya yang agung akan ditunaikan.”
  10. Untuk mengembalikan barang yang hilang, setelah shalawat tersebut dibaca 4.444 (empat ribu empat ratus empat puluh empat) kali, bacalah doa berikut “Ya Allah, dengan berkah doa shalawat Nariyah ini, aku mohon barangku yang hilang segera kembali.” J ika barang yang hilang tidak segera kembali, terutama bila hilangnya barang itu karena dicuri, bisa jadi pencurinya akan mati dalam jangka pendek atas kehendak Allah.”
  11. .Sebelum membaca Shalawat Nariyah ini, hendaklah menghadiahkan Surat al-Fatihah kepada:  Nabi Muhammad Saw., para sahabat, dan keluarganya. Para wali, para ulama, dan orang-orang saleh. . Orang tua dan segenap umat Islam.
Kemudian, setelah Shalawat tersebut dibaca, ucapkan Doa Shalawat Nariyah berikut: 

Shalawat Tafrijiyah / Nariyah

Penting untuk diingat bahwa di antara syarat terkabulnya hajat adalah dawam (melaksanakannya secara terus-menerus dengan tidak hentihentinya). Dan alangkah indahnya, jika disertai dengan adab (etika) saat membacanya, di antara
nya: suci dari hadas dan najis serta tidak diselingi berbicara dengan orang lain.