بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Jihad yang utama adalah Haji


Artinya:
Dari Aisyah, dia bertanya: “Wahai Rasul, kami melihat jihad merupakan amal yang paling utama, apakah kami boleh berjihad?” Beliau menjawab: “Tidak, akan tetapi jihad yang paling utama adalah haji mabrur.”
Keterangan:
Haji adalah salah satu rukun iman. Keberadaan haji dalam rangkaian rukun iman tidak dapat dilepaskan dari nilainya yang sangat tinggi. Dalam sebuah hadits pemah dinyatakan bahwa siapa saja yang mengerjakan haji dan kemudian hajinya itu berbobot mabrur, maka tiada balasan yang setimpal baginya kecuali surga. Tidak mengherankan memang jika haji ditempatkan dalam martabat mulia di antara jajaran ibadah yang lain. Dalam hadits ini dinyatakan bahwa jihad yang paling akbar adalah haji.
Kenapa demikian? Alasannya, pelaksanaan ibadah haji membutuhkan kesiapan tenaga, pikiran, waktu dan harta benda secara bersamaan. Berbeda, umpamanya, dengan shalat yang tidak memerlukan biaya dalam pengerjaannya. Tidak sama dengan zakat yang tidak membutuhkan tenaga dalam penunaiannya. Haji menggabungkan sekian banyak pengorbanan. Berbagai pengorbanan yang harus dilakukan seorang muslim dalam melangkahkan kakinya ke Baitul Haram itulah yang memiliki nilai plus di mata Allah.
Bahkan tidak kepalang tanggung, dalam hadits di atas diberikan garansi siapa saja yang menunaikan haji secara baik dan dia menjadi haji mabrur, maka kedudukan hajinya sama dengan jihad di jalan Allah. Lebih daripada itu, haji itu menduduki peringkatjihad paling utama. Padahal seperti diketahui, jihad dalam hadits sebelumnya merupakan amal ibadah yang paling terhormat derajatnya.

Belum ada Komentar untuk "Jihad yang utama adalah Haji"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel