Biografi Imam An- Nawawi



Imam an-Nawawi adalah seorang ulama besar di bidang ilmu fikih dan hadis. Beliau memiliki nama lengkap Yahya bin Syaraf bin Hasan bin Husain an-Nawawi ad-Dimasyqy, Abu Zakaria. Lahir di desa Nawa, dekat Damaskus, pada bulan Muharram tahun 631 H. Sejak kecil beliau dididik dengan baik oleh ayahnya, sehingga sebelum usianya baligh, beliau sudah mampu menghafalkan al-Qur'an.

Di usianya yang kedelapan belas tahun, yaitu pada 649 H, an-Nawawi meninggalkan tanah kelahirannya menuju Damaskus. Di sana beliau ting-gal di madrasah ar-Rawahiyyah dan menghabiskan banyak waktunya untuk belajar hal-hal barn dari ulama-ulama setempat. Kepandaian an-Nawawi mengungguli teman-temannya. Bahkan hanya dalam waktu empat setengah bulan saja, beliau mampu menghafal kitab at-Tanbih.

Imam an-Nawawi sangat gemar menuntut ilmu. Di antara guru-gurunya yang amat terkenal adalah Abdul Aziz bin Muhammad al-Ashari, Zainuddin bin Abdud Daim, Imaduddin bin Abdul Karim al-Harastani, Zainuddin Abul Baqa, Khalid bin Yusuf al-Maqdisi an-Nabalusi dan Jamal-uddin Ibn ash-Shairafi, Taqiyuddin bin Abul Yusri, Syamsuddin bin Abu Umar. Di antara guru-gurunya yang mengajarkan ilmu fikih hadis (pema-haman hadis) adalah: asy-Syaikh al-Muhaqqiq Abu Ishaq Ibrahim bin Isa al-Muradi al-Andalusi, syaikh al-Kamal Ishaq bin Ahmad bin Usman al-Maghribi al-Maqdisi, Syamsuddin Abdurrahman bin Nuh, dan Izzuddin al-Arbili, serta beberapa guru lainnya.

Kehidupan Imam an-Nawawi dikenal zuhud, sederhana, dan penuh dengan ketakwaan. Beliau juga dikenal sangat berwibawa. Waktunya banyak dihabiskan untuk ibadah, belajar, dan menulis. Karya-karyanya yang terkenal berjumlah sekitar empat puluh kitab, di antaranya: Kitab Hadis: Arba'in, Riyadhush Shalihin, al-Minhaj (Syarah Shahih Muslim), at-Taqrib wat Taysirfi Ma'rifat Sunan al-Basyirin Nadzir. Kitab Fikih: Minhajuth Tha-libin, Raudhatuth Thalibin, al-Majmu'. Kitab Bahasa: Tahdzibul Asma' wal Lughat. Kitab Akhlak: at-Tibyan fi Adab Hamalatil (Qur'an, Bustanul Arifin, dan al-Adzkar.

Pengetahuan yang luas dan kezuhudan hidupnya membuat Imam an-Nawawi dikenal luas. Bahkan al-hafizh Ibnu Katsir rahimabullah me-nyebutnya dengan syaikhul madzhab atau ahli fikih mazhab Imam Syafi'i. Begitu pula dengan al-hafizh adz-Dzahabi rahimabullah menyebut Imam an-Nawawi sebagai ahli fatwa umat, syaikhul Islam, seorang hafizh (peng-hafal hadis) yang cemerlang, salah seorang imam besar, dan pemimpin para wali. Juga Rasyid bin Mu'aliim rahimabullah mengatakan bahwa Imam an-Nawawi sangat jarang masuk kamar kecil, sangat sedikit makan dan minum, sangat takut pada penyakit yang bisa menghalangi kesibukannya, sangat menghindari buah-buahan dan mentimun karena takut membasahi jasadnya dan membawa tidur, dan beliau sehari semalam makan sekali dan minum seteguk air di waktu sahur.

Hingga pada 24 Rajab 676 H Imam an-Nawawi meninggal dunia. Beliau meninggalkan banyak warisan ilmu yang hingga saat ini sangat ber-manfaat di dunia Islam. Semoga Allah swt. menempatkan beliau di tempat yang tinggi, berkumpul bersama arwah orang-orang yang saleh. Amin.

0 Comments