Berhenti Berprasangka Buruk Kepada Allah SWT


Adakalanya pada suatu waktu, kita merasa rezeki kita tidak selancar biasanya. Seperti ada yang menghambat datangnya rezeki ke arah kita. Apabila hal tersebut terjadi, maka kita perlu introspeksi diri. Barangkali ada banyak hal yang menjadi penyebab rezeki kita ditahan oleh Allah SWT. Baik berupa dosa yang kita lakukan maupun kesalahan yang tidak kita sadari terus menerus kita biasakan. Mari bersih-bersih diri agar rezeki selalu mengikuti ke manapun langkah kita. 



Berhenti Berprasangka Buruk Kepada Allah SWT 

Dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-Iaki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-Iaki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Alloh memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali. (AI-Fath: 6)

Berprasangka buruk kepada Allah SWT merupakan bentuk ingkar pada takdir yang telah Allah SWT tetapkan. Sikap berburuk sangka merupakan bentuk kekufuran yang tentu saja akan menghilangkan atau mengurangi iman seseorang. Sesungguhnya, tidak ada yang dapat menghindar dari prasangka buruk ini kecuali bagi orang-orang yang bertaqwa. Sudah selayaknya kita berusaha masuk ke dalam golongan orang-orang yang bertaqwa dan juga golongan orang-orang yang berakal dan mau membenahi diri dari kesalahan. 

Prasangka buruk disebut juga sebagai su'udzon. Prasangka buruk termasuk sedusta-dusta perkataan. Kebalikannya adalah Husnuzan. Husnuzon artinya berprasangka baik. Buruk sangka hukumnya haram, karena akan merusak keharmonisan. Baik keharmonisan kehidupan rumahtangga. keluarga, maupun keharmonisan kehidupan di dalam masyarakat. Allah SWT menyerukan kepada orang-orang yang beriman agar menjauhi prasangka. Prasangka itu termasuk dosa dan kesombongan. 

Sesungguhnya prasangka buruk akan menyebabkan ketidaknyamanan dalam pergaulan, merenggangkan hubungan persahabatan, hilangnya rasa saling percaya, dan tumbuhnya rasa saling curiga. Padahal hilangnya rasa saling percaya dan berganti dengan saling curiga dapat berakibat hancurnya rasa kebersamaan di dalam kehidupan sosial. 

Ubahlah persangkaan buruk kita kepada Allah SWT dengan persangkaan yang baik kepada-Nya. Sesungguhnya berprasangka baik kepada Allah SWT dapat dilakukan dengan cara meyakini apa yang menjadi ketetapan-Nya. Selain itu kita wajib meyakini bahwa segala sesuatu yang Allah SWT takdirkan bagi kita pasti ada hikmahnya. Seperti halnya keyakinan bahwa Allah SWT menyayangi umat-Nya. Allah SWT juga memaafkan dan mengampuni kesalahan umat-Nya setelah bertaubat nasuha. 

Prasangka baik kepada Allah SWT akan mengantar seseorang melakukan kebaikan dan menjauhi kerusakan di muka bumi ini. Berikut yang perlu kita pahami. yaitu bentuk sikap buruk sangka kepada Allah SWT dan cara menghindari berprasangka buruk kepada Allah SWT. 

Bentuk Sikap Buruk Sangka Kepada Allah SWT

  • Prasangka buruk kita kepada Allah SWT bahwa kita menganggap Allah SWT tidak akan menolong umat-Nya yang membela agama-Nya, dari kalangan para Nabi dan Rasul. dan orang-orang shalih. 
  • Prasangka buruk kita kepada Allah SWT bahwa kejadian-kejadian yang terjadi dalam hidup kita bukanlah takdir dari Allah melainkan hanya sekedar kejadian yang memang terjadi dengan sendirinya. Kejadian yang terjadi tanpa ada hikmah pada kejadian tersebut. 
  • Prasangka buruk kita kepada Allah SWT bahwa Allah SWT akan membiarkan makhluk-Nya berbuat semaunya. Ibarat perilaku binatang ternak yang tidak ada hukuman bagi pelaku maksiat dan tidak ada pahala bagi pelaku kebaikan. 
  • Prasangka buruk kita kepada Allah SWT bahwa akan mengadzab waIi-wali-Nya walaupun mereka berbuat baik dan ikhlas dalam beramal. 
  • Prasangka buruk kita kepada Allah SWT bahwa mencintai kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan sebagaimana mencintai iman. kebaikan. dan ketaatan. 

 Cara Menghindari Berprasangka Buruk Kepada Allah SWT

  • Luruskan Pikiran dan Pandangan. Lakukan usaha untuk mengatasi rasa cemas. Berbagai cara kita lakukan agar terbebas dari keresahan. Kita harus bersikap dengan segera. Bagaimana kita mampu menyikapi dan mengubah cobaan berat meniadi sebuah karunia. seperti diungkap oleh Mujtahid dan ulama besar Ibnu Taimiyah berkata. 
  • Tinggalkan Sikap Perfeksionisme. Tinggalkan sikap perfeksionisme atau menginginkan segala sesuatu berjalan dengan semestinya atau berjalan dengan sekehendaknya. Sifat ini banyak menjadikan orang stress dan gangguan jiwa berupa cemas atau gangguangangguan lainnya. 
  • Berhenti Memupuk Iri Dengki. Seringkali ada perasaan cemburu terhadap apa yang dimiliki orang lain. Rasa cemburu salah satu sebab timbulnya rasa khawatir. Rasa cemburu muncul karena kurang memiliki sifat kepercayaan diri Mesti kita pahami, bahwa berpikir cemburu adalah cara berpikir yang keliru dan salah. 




0 Comments