Mulailah Bersikap Qana'ah


Mulailah Bersikap Qana'ah


Mulailah Bersikap Qana'ah

Merasa cukup atas apa yang telah dikaruniakan Allah SWT kepada kita adalah pengertian qana'ah. Sikap Qana'ah mampu menjauhkan diri dari sifat tamak. Sebab sesungguhnya rezeki yang kita dapatkan sudah menjadi ketentuan Allah SWT. Apapun yang kita terima dari Allah SWT merupakan karunia yang tiada terhingga. Oleh karena itu, sebagai umat Islam kita wajib bersyukur kepada-Nya.

Qona'ah bukan berarti hidup kita menjadi bermalasmalasan. Kita tidak mau berusaha sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Justru orang yang memiliki sikap qona'ah selalu giat berusaha dan bekerja, namun apabila hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, seseorang tersebut akan tetap rela hati menerima hasil tersebut dengan rasa syukur kepada Allah SWT. Sikap qana'ah akan mendatangkan rasa ikhlas dalam hidupnya.

Qana'ah menjauhkan diri dari rasa tidak puas juga perasaan kurang. Seseorang yang bisa disebut memiliki sifat qona'ah apabila memiliki pendirian dengan apa yang telah diperoleh. Seseorang tersebut bersyukur atas yang ada pada dirinya karena semua adalah kehendak Allah SWT. Qana'ah bukan hanya menerima apa adanya tanpa ada usaha selanjutnya. Berapapun hasil usaha, sedikit atau banyak seseorang akan menerimanya dengan lapang dada atau rasa syukur

Seseorang yang memiliki sikap qana'ah terus usaha untuk menambah usahanya tersebut. Seseorang yang qana'ah adalah orang yang telah berusaha maksimal dan menerima hasil usahanya tersebut dengan rasa syukur dan ada usaha untuk berusaha dengan lebih baik lagi. Seseorang yang berusaha untuk mencapai yang lebih baik lagi bukan berarti serakah atau rakus terhadap dunia. Karena sebaik-baik manusia adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin.

Qana'ah mengandung lima hal yang perlu kita pahami, yaitu menerima dengan rela apa yang telah dimiliki, berusaha dan memohon kepada Allah SWT untuk mendapatkan yang lebih baik, Menerima dengan sabar dan ikhlas akan ketentuan Allah SWT. Bertawakal kepada Allah SWT, dan Tidak terpedaya oleh tipu daya dunia. Seorang muslim memiliki sifat qana'ah akan selalu berlapang dada. berhati tenteram, merasa kaya. berkecukupan, dan merasa bebas dari sifat tamak dan serakah. Seseorang yang qana'ah memiliki kekuatan batin untuk mendorong seseorang dalam meraih kemenangan dan kejayaan hidup berdasarkan kemandirian dengan tetap memohon kepada karunia Allah SWT.

Setan selalu menggoda manusia untuk tidak Qonq'ah terhadap dunia. Akibatnya manusia selalu merasa kurang terhadap apa yang diberikan oleh Allah SWT. Memang sifat Qona'ah itu tidak jatuh dari langit dengan sendirinya kepada manusia. tetapi harus diasah dan dilatih oleh seseorang sendiri. Dan hanya dengan sikap sabar bisa menumbuhkan sifat Qona'ah. Sabar untuk selalu berusaha merasa puas terhadap apa yang didapatnya. Dengan sifat Qona'ah ini, orang akan selalu merasa bersyukur, sehingga mudah baginya untuk berbagi kepada orang lain dan dapat menghilangkan sifat serakah dalam
hati.

Seseorang yang memiliki sikap qana'ah akan terhindar dari berbagai akhlak buruk yang dapat mengikis habis pahala kebaikan. Seperti hasad. namimah. dusta, dan akhlak buruk lain. Faktor terbesar yang mendorong manusia melakukan berbagai akhlak buruk tersebut adalah tidak merasa tidak cukup dengan rezeki yang Allah berikan. Sikap tamak terjadi karena kecewa akan duniajika bagian dunia yang diperoleh hanya sedikit.

Kaya hendaknya diiringi dengan taqwa. Bertaqwa adalah sikap selalu merasa cukup dengan kekayaan yang dimiliki. Kita tidak rakus dengan terus menambah. Kalau pun menambah karena hartanya dikembangkan, kita pun merasa cukup dengan karunia Allah SWT yang ada. Bertaqwa berarti selalu menunaikan kewajiban yang berkaitan dengan harta tersebut dapat melalui zakat. Qana'ah mengajarkan kita untuk menempuh jalan yang benar dalam mencari harta dan menjauhi cara memperoleh harta yang diharamkan Islam. Untuk itu marilah kita berusaha mendapat sikap qana'ah.dengan beberapa cara sebagai berikut.

  • Menguatkan Iman 

Menguatkan iman dengan cara membiasakan hati untuk menerima apa adanya dan merasa cukup terhadap pemberian Allah SWT, karena hakikat kaya itu ada di dalam hati. Siapa pun yang memiliki sikap kaya hati maka dia akan mendapatkan nikmat kebahagiaan dan kerelaan meskipun dia tidak mendapatkan makan pada hari itu. Sebaliknya siapa pun yang hatinya fakir maka meskipun dia memilki dunia seisinya kecuali hanya satu dirham saja, maka dia memandang bahwa kekayaannya masih kurang sedirham, dan dia masih terus merasa miskin sebelum mendapatkan dirham itu.

Meyakini Ketetapan Rezeki Seorang muslim yakin bahwa rezkinya sudah tertulis sejak dirinya berada di dalam kandungan ibunya. Seorang hamba hanya diperintah kan untuk berusaha dan bekerja dengan keyakinan bahwa Allah SWT yang memberinya rezeki dan bahwa rizkinya telah tertulis.
  • Mengingat Al-Qur'an

Bacalah Al-Qur'an niscaya hatimu akan tenteram. Membaca AI-qur'an terutama membaca dan mempelajari ayat-ayat yang berkenaan dengan rezeki dan bekerja. Apa saja yang Allah SWT anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kita, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Allah SWT memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hambaNya.
  • Bersyukur

Allah SWT menentukan perbedaan rezki dan tingkatan seorang hamba dengan yang lainnya adalah supaya terjadi dinamika kehidupan manusia di muka bumi saling tukar manfaat, tumbuh aktivitas, dan agar antara satu dengan yang lainnya saling memberi kan pelayanan dan jasa. Allah SWT telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia dan Alah SWT telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang Iain beberapa derajat, agar sebahagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.
  • Banyak Memohon Qana'ah kepada Allah 

Sebagai contoh bahwa Rasulullah manusia yang paling qana'ah, ridha dengan apa yang ada dan paling banyak zuhudnya. Beliau juga seorang yang paling kuat iman dan keyakinannya, namun demikian beliau masih meminta kepada Allah agar diberikan qana'ah. Karena begitu qana'ahnya. Rasulullah tidak meminta kepada Allah SWT kecuali sekedar cukup untuk kehidupan saja, dan meminta disedikitkan dalam dunia (harta).
  • Menyadari bahwa Rizki Tidak Diukur dengan Kepandaian. 

Semestinya kita harus menyadari dan paham bahwa rezki seseorang itu tidak tergantung kepada kecerdasan akal semata, kepada banyaknya aktivitas, keluasan ilmu, meskipun dalam sebagiannya itu merupakan sebab rizki, namun bukan ukuran secara pasti.Kesadaran tentang hal ini akan menjadikan seseorang bersikap qana'ah. terutama ketika melihat orang yang lebih bodoh, pendidikannya lebih rendah dan tidak berpengalaman mendapatkan rizki lebih banyak daripada dirinya, sehingga tidak memunculkan sikap dengki dan iri.
  • Melihat Ke Bawah

Di daalam urusan dunia hendaknya kita melihat kepada orang yang lebih rendah, jangan melihat kepada yang lebih tinggi, sebagaimana sabda Rasulullah, Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kamu dan janganlah melihat kepada orang yang lebih tinggi darimu. Yang demikian lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.

0 Comments