Prediksi Lailatul Qadar Muncul Menurut Beberapa Kalangan Ulama


Lailatul Qodar


Banyak sekali yang membahas mengenai kapan munculnya Lailatul Qadar-baik dalam buku tafsir, sejarah, ibadah, pcndidikan, dan lainnya. Termasuk Sirah Nabawiyyah yang menyebutkan bahwa Lailatul Qadar terjadj hanya sekali dalam setahun, yakni saat bulan Ramadhan dengan waktu yang tidak ditentukan. Ada pula pendapat yang menyatakan bahwa Lailatul Qadar terjadi dimalam ganjil pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.
Al-Qadhi bcrkata bahwa para ulama memiliki pendapat yang berbeda-beda terkait waktu munculnya Lailatul Qadar. Ada sekelompok ulama mengatakan bahwa waktu kemunculan Lailatul Qadar bcrbeda-beda dari tahun ke tahun, dan ternyata hadits-hadits yang berkenaan dengan Lailatul Qadat mengenai waktu munculnya juga tidak ada yang bertentangan. Malik, ats-Tsauri, Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur, dan lainnya mengatakan waktu tersebut ternyata berpindah-pindah pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan.
Meski ada pula yang mengatakan waktunya tersebar di seluruh hari-hari dalam Ramadhan. Ada pula yang mengatakan bahwa Lailatul Qadar itu waktu sama-tidak berubah dari Ramadhan satu ke Ramadhan lain. Karena pendapatnya banyak sehingga An-Nawawi ra mcngatakan bahwa hal ini memperkuat kesimpulan, memang benar adanya waktu paling benar dan tepat adalah rahasia Allah SWT.
Ternyata ada hitungan yang semakin mengerucut untuk mengrtahuinya. Dari Aisyah ra, Rasulullah bersabda, Bersungguh sungguhlah kamu mencari lailatul Qadar pada Malam Ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan” (HR. Bukhari)
Hadits ini langsung mcnunjuk pada hitungan malam ganjil pada scpuluh hari tcrakhir di bulan Ramadhan, hal ini bisa menjadi 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan (jika umur bulan itu 30 hari). Namun, masih saja ada yang terbersit rasa ingin tahu dari kemungkinan tanggaI-tanggal tersebut-lima tanggal ganjil.
Dalam Hujjaz Islam Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad at-Thusi al-Ghazali yang lebih dikenal dengan sebutan Imam al-Ghazali, beliau berpendapat bahwa Lailatul Qadar itu bisa diketahui dari awal Ramadhan dimulai.
1. Lailatul Qadar Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 29 Ramadhan.
2. Jika awal Ramadhan dimulai hari Senin, maka Lailatul Qadar iatuh pada malam 21 Ramadhan
3. Jika awal Ramadhan dimulai hari Selasa atau jumat, maka Lailatul Qadar akan jatuh pada malam 27 Ramadhan
4. Jika awal Ramadhan djmulai hari Kamis, maka Lailatul Qadar akan jatuh pada malam 25 Ramadhan.
5. Jika awal Ramadhan dimulai hari Sabtu, maka Lailatul Qadar akan jatuh pada malam 23 Ramadhan. Namun, pendapat ini masih diteliti konsepnya karena beberapa mengira hitungan ini hanya untuk al-Ghazali secara pribadi bukan untuk umum atau disebar luaskan. (Hasyiah Jamal Al Syarkhil Minhaj Juz II Hal 357)
Namun ada pula yang mengatakan Lailatul Qadar Jatuh pada malam pertama Ramadhan, pendapat ini digawangi oleh Abu Razin al-Aqili Laqith bin Amir. Ada pula yang mengira malam itu datang pada tanggal 17 Ramadhan yang disampaikan olwh Zaid bin Arqam. Dan mcnurut mayoritas Mazhab Syafi’i menyampaikan bahwa malam itu datang pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Sedang sahabat Bilal dan Aisyah menyebutkan jika datangnya pada tanggal 23 Ramadhan. Dari semua itu ada yang berpendapat jika malam mulia itu datang di
sepaniang tahun, ini dikatakan oleh Abdullah bin Mas’ud, Ibn Abbas, lkrimah, dan Abu Hanifah.
Juga ada yang menyatakan bahwa Lailatul Qadar itu jatuh pada malam ke-27.
Dan yang berpendapat demikian bukan hanya Ubay bin Ka’ab, tetapi juga Anas bin Malik, dan Zur bin Habisy, pendapat terbanyak dari kalangan Fuqaha.
Perbedaan ulama dalam menerjemahkan waktu yang tepat mengcnai krhadiran Lailatul Qadar bukan berarti tidak ada kepastian dalam masalah ini, namun karena sesuatu yang bersifat misteri, rahasia yang hanya Allah SWT yang paling tahu, dan buat manusia hanya sedikit saja dari rahasia itu terkuak. Tentu hikmah terdalamnya adalah agar hamba Allah berlomba-lomba dengan sekuat tenaga mencarinya dengan ikhlas diri, semangat tinggi, perasaan yang menderu untuk mengisi bulan penuh pesona dan penuh pahala ini, karena lillahi ta’ala, hanya untuk Allah SWT semata tanpa harus disibukkan dengan tanda-tanda dan prediksi waktu munvulnya Lailatul Qadar.

0 Comments