Ilmu Fardu 'Ain Ada 3 Macam Yang Wajib Kita Pelajari

Ilmu mana yang fardhu ‘ain (wājib atas setiap pribadi), yang wājib atas diri kita untuk menuntutnya?

Ilmu yang fardhu ‘ain, yang wājib dituntuti itu terbagi tiga:
Pertama: ‘Ilmu Ushūl-ud-Dīn.(ya‘ni ‘ilmu yang berhubungan dengan tauhīd-keesaan Tuhan).
Kedua: ‘Ilmu Fiqh (ya‘ni ‘ilmu yang berhubungan dengan hukum ‘amal ‘ibādah lahiriah seorang Islam).
Ketiga: ‘Ilmu Tasawwūf. (ya‘ni ‘ilmu yang berhubungan dengan hati dan bāthiniah seseorang).

Sampai batas mana, ketiga-tiga ‘ilmu ini, wājib dipelajarinya?


Jawāb: Batas ‘ilmu ushūl-ud-dīn yang wājib dipelajarinya itu, yaitu mengetahui sifat-sifat Tuhan yang Wājib, yang Mustahīl dan yang Jā’iz bagiNya. Demikian pula sifat-sifat para Nabi dan Rasūl. Sekurang-kurangnya yang dapat mensahkan (membenarkan) keimānannya. Adapun batas ‘ilmu fiqh yang wājib dipelajarinya adalah apa-apa yang menshahkan ‘amal ‘ibādatnya, seperti mengetahui syarath-syarathnya, rukun-rukunnya dan yang membatalkannya. Dan batas ‘ilmu tasawuf, adalah apa saja yang bakal membatalkan pahala ‘amal ‘ibādatnya, seperti riyā’(memamerkan diri), sum‘ah (membuat sesuatu dengan harapan agar dipuji-puji orang), ‘ujub (sombong), takabbur (membesarkan diri), dan sebagainya yang dicela menurut hukum Syarī‘ah.

 

Bagaimana jika ber‘ibādat dengan tidak mengetahui ketiga jenis ‘ilmu tersebut?


Jawāb: Dalam hal tersebut segala ‘amal ‘ibādatnya tidak akan diterima oleh Allah, dan walaupun ia telah berhaji. Dengan demikian tidak dibenarkan bagi seseorang mempelajari ‘ilmu-‘ilmu yang bentuknya fardhu kifāyah (di luar ketiga ‘ilmu tersebut) sebelum mengetahui ‘ilmu yang fardhu ‘ain (wājib atas setiap pribadi). Dan sebagai contoh bahwa seseorang yang belum melaksanakan qadhā’ (pengganti) karena shalat yang belum dilaksanakannya tanpa ada halangan maka dia tidak boleh melakukan halhal yang berbentuk sunnat sebelum qadhā’ shalat itu telah dapat ditunaikan. Sehingga orang yang meninggalkan ‘ilmu yang fardhu ‘ain hukumnya fāsiq (berdosa), dan baginya tidak dibenarkan menjadi wali perkawinan ataupun menjadi saksinya.

Apakah dasar ‘amal dan mengenal sesuatu itu?

Jawāb: Dasar ‘amal dan mengenal sesuatu adalah dengan ‘ilmu, dengan demikian menuntut ‘ilmu itu hukumnya wājib.

Apakah yang harus menjadi dasar bagi ‘ilmu itu?


Jawāb: Yang menjadi dasar ‘ilmu itu adalah Qur’ān, sedangkan ‘ilmu yang tidak sesuai dengan Qur’ān dan Hadīts maka kedudukan ‘ilmu tersebut menjadi tertolak dan tidak boleh dijadikan pegangan.

Posting Komentar untuk "Ilmu Fardu 'Ain Ada 3 Macam Yang Wajib Kita Pelajari"

Jangan lupa di share ya, agar kebaikan tidak berhenti di kamu, Barakallahu Fikum.