Pelajaran Menjaga Mulut dan Hati - Nashoihul Ibad

Dalam menafsirkan firman Allah dalam surah ar-Rum (30): 41:


“Telah nampak kerusakan di daratan dan di lautan.”

Abu Bakar al-Shiddig ra berkata:

Yang dimaksud daratan adalah lisan sementara lautan maksudnya adalah hati. Apabila lisan rusak (sebab mencela, misalnya), maka menangislah jiwa-jiwa (orang-orang dari keturunan Nabi Adam).

Dan, bila hati rusak (sebab riya”, misalnya), maka menangislah malaikat. Hikmah mulut berjumlah satu adalah agar menjadi peringatan bagi manusia untuk tidak banyak berbicara, kecuali berkaitan dengan hal-hal yang ia ketahui dan mengandung kebaikan. Selain itu, mulut berzikir dengan segala bahasa, tetapi tujuan zikir tersebut hanya satu, yakni Allah Yang Maha Esa. Demikian pula hati yang diciptakan hanya berjumlah satu. Telinga dan mata berjumlah tidak hanya satu, sebab kebutuhan utuk mendengar dan melihat lebih banyak daripada kebutuhan untuk berbicara. Hati diserupakan dengan lautan karena sama-sama sangat dalam dan luas.

Sumber : Nashoihul Ibad – Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani

Kajian sebelumnya Klik : https://ngaos.com/topic/nashoihul-ibad/
Download Kitab : https://ngaos.com/download/nashoihul-ibad/

Silahkan dishare, Semoga Bermanfaat
Jazakumullah Khairan Katsiran

Website : https://ngaos.com/
Youtube : https://www.youtube.com/c/NGAOS
Telegram : https://t.me/ngaos_indonesia
Instagram : https://www.instagram.com/ngaos_indonesia/
Tiktok : tiktok.com/@ngaos_indonesia
Facebook : https://www.facebook.com/groups/ngaos.indonesia
Whatsapp Grup : https://chat.whatsapp.com/EHAh34ezFFh6KW9R4zA3DN

Posting Komentar untuk "Pelajaran Menjaga Mulut dan Hati - Nashoihul Ibad"

Jangan lupa di share ya, agar kebaikan tidak berhenti di kamu, Barakallahu Fikum.