Berhijrah di Jalan Allah.

Berhijrah di jalan Allah merupakan salah satu jalan yang akan mengantarkan kita ke surga. Hijrah di sini tidak hanya dalam pengertian fisik (seperti hijrahnya Rasulullah dan para sahabat dari Mekah ke Madinah), tetapi tidak kalah pentingnya adalah berhijrah dari perbuatan-perbuatan maksiat kepada perbuatan yang saleh. Termasuk dalam hal ini adalah berhijrah dalam bidang ekonomi, yakni meninggalkan ekonomi riba (seperti bank dan asuransi konvensional) dan beralih ke ekonomi syariah (bank dan asuransi syariah maupun instrumen syariah lainnya). 

Allah swt. berfirman, 

”Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan. Tuhan menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat, keridhaan dan surga, mereka memperoleh kesenangan yang kekal di dalamnya. " (at-Taubah [9]: 20 22) 

Allah swt. juga berfirman,

”Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka terbunuh atau mati, sungguh, Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah pemberi rezeki yang terbaik. Sungguh, Dia (Allah) pasti akan memasukkan mereka ke tempat masuk (surga) yang mereka sukai. Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Penyantun.” (al-Hajj [22]: 58-59)

Dalam hal ini, Syekh Muhammad Shalih al-Munajjid menegaskan, ”Orang-orang yang berhijrah di jalan Allah tidak akan berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang itu adalah bapak, anak, saudara, atau keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati dan menguatkan  dengan pertolongan-Nya. Kemudian Dia memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, Allah ridha kepada mereka, dan mereka pun merasa puas terhadap limpahan rahmatNya.” ( jagalah Hati, Raih Ketenangan, hlm. 183) 


0 Comments